Analisis Nilai-Nilai al-Qur’an dan Hadis dalam Tradisi Mappatende di Desa Panggalo Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene

Abstract: The Mappatende tradition is an annual ritual performed by agrarian communities in Panggalo Village as a form of gratitude for the harvest. However, this tradition has received various perceptions among local residents, with some groups viewing it as a religious innovation (bid‘ah). This study aims to analyze the Qur'anic values embedded in the Mappatende tradition and how these values are implemented in the community’s social life. The research employs a qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation methods. Data analysis is conducted through the Living Qur’an approach, which interprets how Qur’anic teachings are practiced contextually within local culture. The findings reveal that the Mappatende tradition embodies and expresses Qur’anic values such as gratitude (shukr), kinship (silaturahmi), cooperation, and charity (sadaqah), all of which are reflected in each stage of the ritual. These results imply that local traditions can serve as a medium for contextualizing and preserving Islamic values within society. Keywords: Living Qur’an, Mappatende, Qur’anic values, local tradition. Abstrak: Tradisi Mappatende merupakan ritual tahunan masyarakat agraris di Desa Panggalo sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen. Namun, tradisi ini mendapat beragam pandangan di tengah masyarakat, termasuk anggapan sebagai praktik bid‘ah oleh sebagian kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai al-Qur’an yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Mappatende serta bagaimana implementasinya dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan Living Qur’an, yaitu menelaah makna dan praktik nilai-nilai Qur’ani dalam budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappatende mengandung dan merepresentasikan nilai-nilai al-Qur’an seperti syukur, silaturahmi, kerjasama, dan sedekah, yang diimplementasikan dalam seluruh tahapan pelaksanaannya. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa tradisi lokal seperti Mappatende dapat menjadi media aktualisasi ajaran Islam secara kontekstual dan menjadi sarana pelestarian nilai-nilai Qur’ani dalam budaya masyarakat. Kata Kunci: Living Qur’an, Mappatende, Nilai-Nilai al-Qur’an, Tradisi lokal

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
PAPPASANG
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.46870/jiat.v7i1.1779
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Nilai-Nilai al-Qur’an dan Hadis dalam Tradisi Mappatende di Desa Panggalo Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene

Makmur, Abdul Waris Marsyam, Sukarman Sukarman
PAPPASANG
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

Analisis Nilai-Nilai al-Qur’an dan Hadis dalam Tradisi Mappatende di Desa Panggalo Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene

Makmur, Abdul Waris Marsyam, Sukarman Sukarman
article en

Abstract

Abstract: The Mappatende tradition is an annual ritual performed by agrarian communities in Panggalo Village as a form of gratitude for the harvest. However, this tradition has received various perceptions among local residents, with some groups viewing it as a religious innovation (bid‘ah). This study aims to analyze the Qur'anic values embedded in the Mappatende tradition and how these values are implemented in the community’s social life. The research employs a qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation methods. Data analysis is conducted through the Living Qur’an approach, which interprets how Qur’anic teachings are practiced contextually within local culture. The findings reveal that the Mappatende tradition embodies and expresses Qur’anic values such as gratitude (shukr), kinship (silaturahmi), cooperation, and charity (sadaqah), all of which are reflected in each stage of the ritual. These results imply that local traditions can serve as a medium for contextualizing and preserving Islamic values within society. Keywords: Living Qur’an, Mappatende, Qur’anic values, local tradition. Abstrak: Tradisi Mappatende merupakan ritual tahunan masyarakat agraris di Desa Panggalo sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen. Namun, tradisi ini mendapat beragam pandangan di tengah masyarakat, termasuk anggapan sebagai praktik bid‘ah oleh sebagian kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai al-Qur’an yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Mappatende serta bagaimana implementasinya dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan Living Qur’an, yaitu menelaah makna dan praktik nilai-nilai Qur’ani dalam budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mappatende mengandung dan merepresentasikan nilai-nilai al-Qur’an seperti syukur, silaturahmi, kerjasama, dan sedekah, yang diimplementasikan dalam seluruh tahapan pelaksanaannya. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa tradisi lokal seperti Mappatende dapat menjadi media aktualisasi ajaran Islam secara kontekstual dan menjadi sarana pelestarian nilai-nilai Qur’ani dalam budaya masyarakat. Kata Kunci: Living Qur’an, Mappatende, Nilai-Nilai al-Qur’an, Tradisi lokal

PAPPASANGVol. 7(1)
Institut Agama Islam Negeri Manado (ID), Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID)
Openalex Percentile: Top 77%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.