THE INFLUENCE OF WOTON (Sterculia shillinglawii) LEAVES MEAL SUPPLEMENTATION ON THE GROWTH AND DIGESTIBILITY PERFORMANCES OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) JUVENILES

This study aimed to evaluate the effect of Woton (Sterculia shillinglawii) leaves meal supplementation on the growth performance and digestibility of tilapia (Oreochromis niloticus) juveniles. The treatments consisted of Woton leaves meal at inclusion levels of 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), and 20% (E), with each treatment replicated three times. The observed parameters included average daily growth (ADG), average body weight (ABW), growth rate (GR), specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and feed efficiency (FE), as well as protein digestibility and total digestibility. Analysis of variance showed no significant differences in ADG, ABW, GR, and SR among the treatments. However, Treatment B recorded a relatively higher SGR (2.73 ± 0.44% day-1) compared to the other treatments (P < 0.05). The analysis of digestibility revealed significant differences. Treatment C (15% inclusion level) resulted in the highest protein digestibility (99.39 ± 0.02%) and total digestibility (99.37 ± 0.01%), while a lower FCR (1.76 ± 0.24) and a higher FE (57.59 ± 7.85%) were found in Treatment B (P<0.05). This study highlighted that despite Woton leaves meal improving fish digestibility and feed efficiency, its supplementation in fish feed should be limited to 5-10% due to the adverse effects of its flavonoid compounds. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun Woton (Sterculia shillinglawii) terhadap kinerja pertumbuhan dan kecernaan juvenil ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan terdiri atas tepung daun Woton pada tingkat inklusi 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), dan 20% (E), dengan setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi rata-rata pertumbuhan harian (RPH), rata-rata bobot tubuh (RBT), laju pertumbuhan (LP), laju pertumbuhan spesifik (LPS), tingkat kelangsungan hidup (TKH), rasio konversi pakan (RKP), dan efisiensi pakan (EP) serta kecernaan protein dan kecernaan total. Analisis varians tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada RPH, RBT, LP, dan TKH di antara perlakuan. Namun, Perlakuan B menunjukkan LPS yang relatif lebih tinggi (2,73 ± 0,44% hari-1) dibanding dengan perlakuan lainnya (P<0,05). Analisis kecernaan mengungkapkan perbedaan yang signifikan. Perlakuan C (tingkat inklusi 15%) menghasilkan kecernaan protein tertinggi (99,39 ± 0,02%) dan kecernaan total tertinggi (99,37 ± 0,01%), sedangkan RKP yang lebih rendah (1,76 ± 0,24) dan EP yang lebih tinggi (57,59 ± 7,85%) ditemukan pada Perlakuan B (P<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tepung daun Woton meningkatkan kecernaan dan efisiensi pakan ikan, suplementasinya pada pakan ikan sebaiknya dibatasi hingga 5-10% karena dampak negatif senyawa flavonoid yang dikandungnya.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Riset Akuakultur
Published
2025-06-29
DOI
https://doi.org/10.15578/jra.20.1.2025.79-87
Primary Topic
Aquaculture Nutrition and Growth
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

THE INFLUENCE OF WOTON (Sterculia shillinglawii) LEAVES MEAL SUPPLEMENTATION ON THE GROWTH AND DIGESTIBILITY PERFORMANCES OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) JUVENILES

Vini Taru Febriani Prajayanti, Agung S. Abadi, Siti Asma, Intanurfemi B. Hismayasari et al.
Jurnal Riset Akuakultur
Aquaculture Nutrition and Growth
article

THE INFLUENCE OF WOTON (Sterculia shillinglawii) LEAVES MEAL SUPPLEMENTATION ON THE GROWTH AND DIGESTIBILITY PERFORMANCES OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) JUVENILES

Vini Taru Febriani Prajayanti, Agung S. Abadi, Siti Asma, Intanurfemi B. Hismayasari, I Gusti Ayu Budiadnyani, Mohammad Sayuti, Iman Supriatna, Saidin Saidin
article en

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Woton (Sterculia shillinglawii) leaves meal supplementation on the growth performance and digestibility of tilapia (Oreochromis niloticus) juveniles. The treatments consisted of Woton leaves meal at inclusion levels of 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), and 20% (E), with each treatment replicated three times. The observed parameters included average daily growth (ADG), average body weight (ABW), growth rate (GR), specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and feed efficiency (FE), as well as protein digestibility and total digestibility. Analysis of variance showed no significant differences in ADG, ABW, GR, and SR among the treatments. However, Treatment B recorded a relatively higher SGR (2.73 ± 0.44% day-1) compared to the other treatments (P < 0.05). The analysis of digestibility revealed significant differences. Treatment C (15% inclusion level) resulted in the highest protein digestibility (99.39 ± 0.02%) and total digestibility (99.37 ± 0.01%), while a lower FCR (1.76 ± 0.24) and a higher FE (57.59 ± 7.85%) were found in Treatment B (P<0.05). This study highlighted that despite Woton leaves meal improving fish digestibility and feed efficiency, its supplementation in fish feed should be limited to 5-10% due to the adverse effects of its flavonoid compounds. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun Woton (Sterculia shillinglawii) terhadap kinerja pertumbuhan dan kecernaan juvenil ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan terdiri atas tepung daun Woton pada tingkat inklusi 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), dan 20% (E), dengan setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi rata-rata pertumbuhan harian (RPH), rata-rata bobot tubuh (RBT), laju pertumbuhan (LP), laju pertumbuhan spesifik (LPS), tingkat kelangsungan hidup (TKH), rasio konversi pakan (RKP), dan efisiensi pakan (EP) serta kecernaan protein dan kecernaan total. Analisis varians tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada RPH, RBT, LP, dan TKH di antara perlakuan. Namun, Perlakuan B menunjukkan LPS yang relatif lebih tinggi (2,73 ± 0,44% hari-1) dibanding dengan perlakuan lainnya (P<0,05). Analisis kecernaan mengungkapkan perbedaan yang signifikan. Perlakuan C (tingkat inklusi 15%) menghasilkan kecernaan protein tertinggi (99,39 ± 0,02%) dan kecernaan total tertinggi (99,37 ± 0,01%), sedangkan RKP yang lebih rendah (1,76 ± 0,24) dan EP yang lebih tinggi (57,59 ± 7,85%) ditemukan pada Perlakuan B (P<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tepung daun Woton meningkatkan kecernaan dan efisiensi pakan ikan, suplementasinya pada pakan ikan sebaiknya dibatasi hingga 5-10% karena dampak negatif senyawa flavonoid yang dikandungnya.

Jurnal Riset Akuakultur
Openalex Percentile: Top 82%
Aquaculture Nutrition and Growth
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.