Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy Brassica rapa L. Dengan Pengaplikasian Pupuk Kompos Ampas Kelapa Dan NPK Mutiara

This research aims to find out how to cultivate pak-coy plants and to determine the response of growth of pak-coy mustard plants in interaction with the provision of shared doses of coconut pulp waste fertilizer and pearl NPK. The usefulness of this research is expected to be able to gain skills in cultivating pakcoy plants and knowing the existing problems and appropriate handling methods in cultivating pakcoy plants. This research was carried out integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University, Village Bontoramba, Palangga District, Gowa Regency. The research started at planting in April 2024 and harvested in May 2024. This research used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor is coconut dregs waste (K) which consists of 4 levels, namely without fertilizer, 300 g/plant (6 tons/ha), 450 g/plant (12 tons/ha), and 500 g/plant. The second factor is NPK (P) fertilizer which consists of 4 levels, namely without fertilizer, 8 g/plant (350 g/ha), 12 g/plant (450 kg/ha), 16 g/plant (550kg/ha). The best treatment, namely coconut dregs compost 500 g/plant (18 tons/ha) and application of NPK Mutiara fertilizer 12g/plant (450 g/ha) had a better effect on pakchoy production. Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara budidaya tanaman pakcoy dan dapat mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy secara interaksi terhadap pemberian berbagai takaran pupuk ampas kelapa dan NPK mutiara. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan mampu memperoleh keterampilan dalam membudidayakan tanaman pakcoy dan mengetahu permasalahan yang ada dan cara penanganan yang tepat dalam membudidayakan tanaman pakcoy. Penelitian ini di laksanakan di Kebun Pendidikan Integrated Farming System, Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa. Penelitian mulai saat tanam pada April 2024 dan dipanen pada Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktoral (RALF) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama ampas kelapa (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontorol, 300g/tanaman, 450g/tanaman, dan 500g/tanaman. Faktor ke dua pupuk NPK (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 8g/tanaman, 12g/tanaman, dan 16g/ tanaman. Pemberian perlakuan terbaik yaitu pupuk kompos ampas kelapa 500g/tanaman dan pupuk NPK mutiara 12g/tanaman memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap produksi tanaman pakcoy.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
PALLANGGA Journal of Agriculture Science and Research
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.56326/pallangga.v3i2.4816
Primary Topic
Plant Growth and Agriculture Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy Brassica rapa L. Dengan Pengaplikasian Pupuk Kompos Ampas Kelapa Dan NPK Mutiara

Abri Abri, Amirudin Amirudin, Serly Serly
PALLANGGA Journal of Agriculture Science and Research
Plant Growth and Agriculture Techniques
article

Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy Brassica rapa L. Dengan Pengaplikasian Pupuk Kompos Ampas Kelapa Dan NPK Mutiara

Abri Abri, Amirudin Amirudin, Serly Serly
article en

Abstract

This research aims to find out how to cultivate pak-coy plants and to determine the response of growth of pak-coy mustard plants in interaction with the provision of shared doses of coconut pulp waste fertilizer and pearl NPK. The usefulness of this research is expected to be able to gain skills in cultivating pakcoy plants and knowing the existing problems and appropriate handling methods in cultivating pakcoy plants. This research was carried out integrated Farming System Education Garden, Faculty of Agriculture, Bosowa University, Village Bontoramba, Palangga District, Gowa Regency. The research started at planting in April 2024 and harvested in May 2024. This research used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor is coconut dregs waste (K) which consists of 4 levels, namely without fertilizer, 300 g/plant (6 tons/ha), 450 g/plant (12 tons/ha), and 500 g/plant. The second factor is NPK (P) fertilizer which consists of 4 levels, namely without fertilizer, 8 g/plant (350 g/ha), 12 g/plant (450 kg/ha), 16 g/plant (550kg/ha). The best treatment, namely coconut dregs compost 500 g/plant (18 tons/ha) and application of NPK Mutiara fertilizer 12g/plant (450 g/ha) had a better effect on pakchoy production. Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara budidaya tanaman pakcoy dan dapat mengetahui respon pertumbuhan tanaman pakcoy secara interaksi terhadap pemberian berbagai takaran pupuk ampas kelapa dan NPK mutiara. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan mampu memperoleh keterampilan dalam membudidayakan tanaman pakcoy dan mengetahu permasalahan yang ada dan cara penanganan yang tepat dalam membudidayakan tanaman pakcoy. Penelitian ini di laksanakan di Kebun Pendidikan Integrated Farming System, Fakultas Pertanian Universitas Bosowa, Desa Bontoramba, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa. Penelitian mulai saat tanam pada April 2024 dan dipanen pada Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktoral (RALF) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama ampas kelapa (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontorol, 300g/tanaman, 450g/tanaman, dan 500g/tanaman. Faktor ke dua pupuk NPK (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 8g/tanaman, 12g/tanaman, dan 16g/ tanaman. Pemberian perlakuan terbaik yaitu pupuk kompos ampas kelapa 500g/tanaman dan pupuk NPK mutiara 12g/tanaman memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap produksi tanaman pakcoy.

PALLANGGA Journal of Agriculture Science and ResearchVol. 3(2)
Universitas Bosowa (ID)
Openalex Percentile: Top 76%
Plant Growth and Agriculture Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.