Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Chisocheton sp. (C.DC) Harms terhadap Pseudomonas aeruginosa Secara In Silico dan In Vitro

Pseudomonas aeruginosa bacterium was studied as one of the bacteria that causes pneumonia. Pneumonia treatment currently still uses antibiotics that can cause resistance to bacteria, so determining new drugs that are safer for the body needs to be done. One of them is using natural Indonesian materials. Chisocheton is a natural ingredient that has been proven to have antibacterial activity. This research aims to determine the potential of the bioactive compounds contained in Chisocheton in inhibiting bacterial action in silico and in vitro. A total of 1.5 kg of Chisocheton bark powder was extracted by maceration using methanol solvent and produced a yield of 10.52%. Next, it was fractionated using n-hexane and ethyl acetate solvents. Antibacterial testing uses the well method by making various concentration variations (10%, 15% and 20%). Meanwhile, for the in silico test using the molecular docking method. The molecular docking process uses PyRx by docking the stigmasterol and ciprofloxacin compounds with the DNA gyrase receptor (PDB ID: 6M1J). Based on the results of the in silico test obtained, the stigmasterol compound produces a binding affinity of -8.3 kcal/mol and ciprofloxacin of -7.5. Meanwhile, for the antibacterial test, it was found that the extract and bark fraction of Chisocheton had antibacterial activity, which was categorized as moderate to very strong. Bakteri Pseudomonas aeruginosa telah diteliti sebagai salah satu bakteri yang menyebabkan penyakit pneumonia. Pengobatan pneumonia sampai saat ini masih menggunakan obat antibiotik yang dapat menimbulkan resistensi terhadap bakteri, sehingga penentuan obat baru yang lebih aman bagi tubuh perlu dilakukan. Salah satunya yaitu memanfaatkan bahan alam Indonesia. Chisocheton merupakan salah satu bahan alam yang telah terbukti memiliki aktvitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam Chisocheton dalam menghambat kerja bakteri secara in silico dan in vitro. Sebanyak 1.5 kg serbuk kulit batang Chisocheton diekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol dan menghasilkan rendemen sebesar 10.52%. Selanjutnya difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat. Pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran dengan membuat berbagai variasi konsentrasi (10%, 15%, dan 20%). Sedangkan untuk uji in silico menggunakan metode molecular docking. Proses molecuar docking menggunakan PyRx dengan menambatkan senyawa stigmasterol dan ciprofloxacin dengan reseptor DNA gyrase (PDB ID: 6M1J). Berdasarkan hasil uji in silico yang diperoleh bahwa senyawa stigmasterol menghasilkan binding affinity sebesar -8.3 kkal/mol dan ciprofloxacin sebesar -7.5. Sedangkan untuk uji antibakteri dihasilkan bahwa ekstrak dan fraksi kulit batang Chisocheton memilki aktivitas antibakteri yang dikategorikan sedang hingga sangat kuat.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
CHEMISTRY PROGRESS
Published
2025-07-30
DOI
https://doi.org/10.35799/cp.18.1.2025.60362
Citations
1
Primary Topic
Food and Agricultural Sciences
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
1.16
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Chisocheton sp. (C.DC) Harms terhadap Pseudomonas aeruginosa Secara In Silico dan In Vitro

Dewa Gede Katja, Max R. J. Runtuwene, Harry S. J. Koleangan, Jonathan Cavin Ezra Sinaga
1 citations
CHEMISTRY PROGRESS
Food and Agricultural Sciences
1.16
article

Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Chisocheton sp. (C.DC) Harms terhadap Pseudomonas aeruginosa Secara In Silico dan In Vitro

Dewa Gede Katja, Max R. J. Runtuwene, Harry S. J. Koleangan, Jonathan Cavin Ezra Sinaga
article en
1 citations

Abstract

Pseudomonas aeruginosa bacterium was studied as one of the bacteria that causes pneumonia. Pneumonia treatment currently still uses antibiotics that can cause resistance to bacteria, so determining new drugs that are safer for the body needs to be done. One of them is using natural Indonesian materials. Chisocheton is a natural ingredient that has been proven to have antibacterial activity. This research aims to determine the potential of the bioactive compounds contained in Chisocheton in inhibiting bacterial action in silico and in vitro. A total of 1.5 kg of Chisocheton bark powder was extracted by maceration using methanol solvent and produced a yield of 10.52%. Next, it was fractionated using n-hexane and ethyl acetate solvents. Antibacterial testing uses the well method by making various concentration variations (10%, 15% and 20%). Meanwhile, for the in silico test using the molecular docking method. The molecular docking process uses PyRx by docking the stigmasterol and ciprofloxacin compounds with the DNA gyrase receptor (PDB ID: 6M1J). Based on the results of the in silico test obtained, the stigmasterol compound produces a binding affinity of -8.3 kcal/mol and ciprofloxacin of -7.5. Meanwhile, for the antibacterial test, it was found that the extract and bark fraction of Chisocheton had antibacterial activity, which was categorized as moderate to very strong. Bakteri Pseudomonas aeruginosa telah diteliti sebagai salah satu bakteri yang menyebabkan penyakit pneumonia. Pengobatan pneumonia sampai saat ini masih menggunakan obat antibiotik yang dapat menimbulkan resistensi terhadap bakteri, sehingga penentuan obat baru yang lebih aman bagi tubuh perlu dilakukan. Salah satunya yaitu memanfaatkan bahan alam Indonesia. Chisocheton merupakan salah satu bahan alam yang telah terbukti memiliki aktvitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam Chisocheton dalam menghambat kerja bakteri secara in silico dan in vitro. Sebanyak 1.5 kg serbuk kulit batang Chisocheton diekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol dan menghasilkan rendemen sebesar 10.52%. Selanjutnya difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat. Pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran dengan membuat berbagai variasi konsentrasi (10%, 15%, dan 20%). Sedangkan untuk uji in silico menggunakan metode molecular docking. Proses molecuar docking menggunakan PyRx dengan menambatkan senyawa stigmasterol dan ciprofloxacin dengan reseptor DNA gyrase (PDB ID: 6M1J). Berdasarkan hasil uji in silico yang diperoleh bahwa senyawa stigmasterol menghasilkan binding affinity sebesar -8.3 kkal/mol dan ciprofloxacin sebesar -7.5. Sedangkan untuk uji antibakteri dihasilkan bahwa ekstrak dan fraksi kulit batang Chisocheton memilki aktivitas antibakteri yang dikategorikan sedang hingga sangat kuat.

CHEMISTRY PROGRESSVol. 18(1)
Sam Ratulangi University (ID)
Openalex Percentile: Top 19%
Food and Agricultural Sciences
1.16
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.