Characteristics of Patients with Placenta Accreta Spectrum at Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital in 2019-2023

Objective: This study aimed to describe the epidemiological characteristics of placenta accrete spectrum (PAS) and to identify contributing factors of the patients treated at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. PAS is a serious obstetric complication caused by abnormal trophoblast invasion into the myometrium. Historically rare—1 in 30,000 conceptions in 1960—its incidence has increased significantly, now occurring in 1 in 500 to 1 in 533 pregnancies. Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary data from 2019–2023. Patient characteristics were analyzed using descriptive statistics. Result: This study shows the median age of patients was 35 years (23 – 45 years). Nearly half (49.1%) had a history of one prior cesarean section. Urinary tract complications occurred in 8.5% and digestive tract involvement in 9.4% of cases. Additionally, 84.9% of neonates had low birth weight. Higher degrees of PAS were more frequently managed with hysterectomy. However, so far there is no guideline stating the definite indications for conservative management and hysterectomy.Conclusion: The study highlights the importance of risk identification and prenatal care in managing PAS cases and reducing adverse outcomes. Further longitudinal research is necessary to explore associations between identified risk factors and maternal-fetal outcomes.Karakteristik Pasien dengan Spektrum Plasenta Akreta di RSUD Dr. Hasan Sadikin Tahun 2019 – 2023AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik epidemiologis kasus spektrum plasenta akreta (Placenta Accreta Spectrum/PAS) dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Bandung. PAS merupakan komplikasi obstetri serius yang disebabkan oleh invasi abnormal trofoblas ke dalam miometrium. Dahulu kondisi ini sangat jarang terjadi—sekira 1 dari 30.000 konsepsi pada tahun 1960—namun kini insidennya meningkat secara signifikan menjadi 1 dari 500 hingga 1 dari 533 kehamilan. Metode: Penelitian dilakukan secara potong lintang menggunakan data sekunder dari tahun 2019 hingga 2023. Karakteristik pasien dianalisis menggunakan statistik deskriptif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan median usia pasien 35 tahun (23 – 45 tahun). Hampir setengah dari pasien (49,1%) memiliki riwayat satu kali operasi sesar. Komplikasi saluran kemih ditemukan pada 8,5% pasien, dan keterlibatan saluran pencernaan pada 9,4% kasus. Selain itu, 84,9% neonatus lahir dengan berat badan lahir rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat PAS dengan jenis penatalaksanaan yang diterima pasien. Namun, hingga kini belum ada pedoman yang menyatakan secara pasti indikasi penggunaan manajemen konservatif atau histerektomi.Kesimpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya identifikasi faktor risiko dan perawatan antenatal dalam menangani kasus PAS guna mengurangi komplikasi. Penelitian longitudinal lebih lanjut diperlukan untuk menilai hubungan antara faktor risiko yang teridentifikasi dengan luaran maternal dan janin.Kata Kunci: Deskripsi; Epidemiologi; Karakteristik; Spektrum Plasenta Akreta

Authors

Publication Details

Journal
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Published
2025-07-24
DOI
https://doi.org/10.24198/obgynia.v8i2.926
Primary Topic
Maternal and fetal healthcare
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Characteristics of Patients with Placenta Accreta Spectrum at Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital in 2019-2023

Hadi Susiarno, Setyorini Irianti, Muhammad Hasan Passamula
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Maternal and fetal healthcare
article

Characteristics of Patients with Placenta Accreta Spectrum at Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital in 2019-2023

Hadi Susiarno, Setyorini Irianti, Muhammad Hasan Passamula
article en

Abstract

Objective: This study aimed to describe the epidemiological characteristics of placenta accrete spectrum (PAS) and to identify contributing factors of the patients treated at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. PAS is a serious obstetric complication caused by abnormal trophoblast invasion into the myometrium. Historically rare—1 in 30,000 conceptions in 1960—its incidence has increased significantly, now occurring in 1 in 500 to 1 in 533 pregnancies. Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary data from 2019–2023. Patient characteristics were analyzed using descriptive statistics. Result: This study shows the median age of patients was 35 years (23 – 45 years). Nearly half (49.1%) had a history of one prior cesarean section. Urinary tract complications occurred in 8.5% and digestive tract involvement in 9.4% of cases. Additionally, 84.9% of neonates had low birth weight. Higher degrees of PAS were more frequently managed with hysterectomy. However, so far there is no guideline stating the definite indications for conservative management and hysterectomy.Conclusion: The study highlights the importance of risk identification and prenatal care in managing PAS cases and reducing adverse outcomes. Further longitudinal research is necessary to explore associations between identified risk factors and maternal-fetal outcomes.Karakteristik Pasien dengan Spektrum Plasenta Akreta di RSUD Dr. Hasan Sadikin Tahun 2019 – 2023AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik epidemiologis kasus spektrum plasenta akreta (Placenta Accreta Spectrum/PAS) dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Bandung. PAS merupakan komplikasi obstetri serius yang disebabkan oleh invasi abnormal trofoblas ke dalam miometrium. Dahulu kondisi ini sangat jarang terjadi—sekira 1 dari 30.000 konsepsi pada tahun 1960—namun kini insidennya meningkat secara signifikan menjadi 1 dari 500 hingga 1 dari 533 kehamilan. Metode: Penelitian dilakukan secara potong lintang menggunakan data sekunder dari tahun 2019 hingga 2023. Karakteristik pasien dianalisis menggunakan statistik deskriptif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan median usia pasien 35 tahun (23 – 45 tahun). Hampir setengah dari pasien (49,1%) memiliki riwayat satu kali operasi sesar. Komplikasi saluran kemih ditemukan pada 8,5% pasien, dan keterlibatan saluran pencernaan pada 9,4% kasus. Selain itu, 84,9% neonatus lahir dengan berat badan lahir rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat PAS dengan jenis penatalaksanaan yang diterima pasien. Namun, hingga kini belum ada pedoman yang menyatakan secara pasti indikasi penggunaan manajemen konservatif atau histerektomi.Kesimpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya identifikasi faktor risiko dan perawatan antenatal dalam menangani kasus PAS guna mengurangi komplikasi. Penelitian longitudinal lebih lanjut diperlukan untuk menilai hubungan antara faktor risiko yang teridentifikasi dengan luaran maternal dan janin.Kata Kunci: Deskripsi; Epidemiologi; Karakteristik; Spektrum Plasenta Akreta

Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology ScienceVol. 8(2)
Openalex Percentile: Top 74%
Maternal and fetal healthcare
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.