PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS MICROLEARNING PADA MATERI OPERATOR KONDISI MATA PELAJARAN INFORMATIKA KELAS X SMA

Abstract. The purpose of this research is to ascertain if microlearning-based instructional video materials on conditional operators that are tailored for SMAN 8 Malang students in Grades X–5 are feasible. The educational materials are made up of brief movies that are under ten minutes long. Essential learning elements including learning goals, succinct core content, visual idea representation, and real-world application examples are all included in each video. In keeping with the traits of the digital age, which is more drawn to succinct and visual information, this method aims to assist students in rapidly and efficiently understanding the subject matter. Students in class X-5 at SMAN 8 Malang served as the study's participants. The five steps of the ADDIE development model—analysis, design, development, implementation, and evaluation—were used in the research. Finding the requirements of the students and the difficulties they had in comprehending the subject matter were part of the analysis step. Choosing relevant information and organizing the video's framework were the main goals of the design phase. Videos were produced throughout the development phase utilizing simple video editing tools. Students were used to test the movies throughout installation. Lastly, the evaluation was carried out using student input and feasibility analyses by media and subject area specialists. Observation, teacher interviews, and expert and student surveys were among the data gathering techniques used. The study's findings demonstrate how extremely practical the instructional films based on microlearning are for usage in classrooms. The films' visual design, substance, and delivery all fulfilled the necessary requirements, according to expert reviews. As a result, this medium may be used as a creative substitute to improve the efficiency of technology-based instruction in classrooms. Keywords: Development; Microlearning Instructional Video; Conditional Operators. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah video pembelajaran berbasis microlearning yang dirancang untuk siswa SMAN 8 Malang di kelas X-5 layak digunakan. Materi pembelajaran terdiri dari film singkat yang berdurasi kurang dari sepuluh menit. Elemen-elemen pembelajaran yang penting termasuk tujuan pembelajaran, konten inti yang ringkas, representasi ide visual, dan contoh aplikasi di dunia nyata, semuanya disertakan dalam setiap video. Sesuai dengan ciri-ciri era digital, yang lebih tertarik pada informasi yang ringkas dan visual, metode ini bertujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran dengan cepat dan efisien. Siswa kelas X-5 di SMAN 8 Malang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Lima langkah dari model pengembangan ADDIE - analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi - digunakan dalam penelitian ini. Menemukan kebutuhan siswa dan kesulitan yang mereka hadapi dalam memahami materi pelajaran adalah bagian dari langkah analisis. Memilih informasi yang relevan dan mengatur kerangka kerja video merupakan tujuan utama dari tahap desain. Video diproduksi selama tahap pengembangan dengan menggunakan alat pengeditan video sederhana. Para siswa digunakan untuk menguji video selama instalasi. Terakhir, evaluasi dilakukan dengan menggunakan masukan dari siswa dan analisis kelayakan oleh ahli media dan bidang studi. Observasi, wawancara guru, dan survei ahli dan siswa adalah beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan. Temuan penelitian ini menunjukkan betapa sangat praktisnya film instruksional berdasarkan pembelajaran mikro untuk digunakan di ruang kelas. Desain visual, substansi, dan penyampaian film semuanya memenuhi persyaratan yang diperlukan, menurut tinjauan para ahli. Hasilnya, media ini dapat digunakan sebagai pengganti yang kreatif untuk meningkatkan efisiensi pengajaran berbasis teknologi di ruang kelas. Kata Kunci: Pengembangan; Video Pembelajaran Microlearning; Operator Kondisi

Authors

Publication Details

Journal
HINEF Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan
Published
2025-07-24
DOI
https://doi.org/10.37792/hinef.v4i2.1551
Primary Topic
Educational Methods and Media Use
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS MICROLEARNING PADA MATERI OPERATOR KONDISI MATA PELAJARAN INFORMATIKA KELAS X SMA

Dwi Widiyasari, Siti Sendari, Yudhi Christianto
HINEF Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan
Educational Methods and Media Use
article

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS MICROLEARNING PADA MATERI OPERATOR KONDISI MATA PELAJARAN INFORMATIKA KELAS X SMA

Dwi Widiyasari, Siti Sendari, Yudhi Christianto
article en

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to ascertain if microlearning-based instructional video materials on conditional operators that are tailored for SMAN 8 Malang students in Grades X–5 are feasible. The educational materials are made up of brief movies that are under ten minutes long. Essential learning elements including learning goals, succinct core content, visual idea representation, and real-world application examples are all included in each video. In keeping with the traits of the digital age, which is more drawn to succinct and visual information, this method aims to assist students in rapidly and efficiently understanding the subject matter. Students in class X-5 at SMAN 8 Malang served as the study's participants. The five steps of the ADDIE development model—analysis, design, development, implementation, and evaluation—were used in the research. Finding the requirements of the students and the difficulties they had in comprehending the subject matter were part of the analysis step. Choosing relevant information and organizing the video's framework were the main goals of the design phase. Videos were produced throughout the development phase utilizing simple video editing tools. Students were used to test the movies throughout installation. Lastly, the evaluation was carried out using student input and feasibility analyses by media and subject area specialists. Observation, teacher interviews, and expert and student surveys were among the data gathering techniques used. The study's findings demonstrate how extremely practical the instructional films based on microlearning are for usage in classrooms. The films' visual design, substance, and delivery all fulfilled the necessary requirements, according to expert reviews. As a result, this medium may be used as a creative substitute to improve the efficiency of technology-based instruction in classrooms. Keywords: Development; Microlearning Instructional Video; Conditional Operators. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah video pembelajaran berbasis microlearning yang dirancang untuk siswa SMAN 8 Malang di kelas X-5 layak digunakan. Materi pembelajaran terdiri dari film singkat yang berdurasi kurang dari sepuluh menit. Elemen-elemen pembelajaran yang penting termasuk tujuan pembelajaran, konten inti yang ringkas, representasi ide visual, dan contoh aplikasi di dunia nyata, semuanya disertakan dalam setiap video. Sesuai dengan ciri-ciri era digital, yang lebih tertarik pada informasi yang ringkas dan visual, metode ini bertujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran dengan cepat dan efisien. Siswa kelas X-5 di SMAN 8 Malang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Lima langkah dari model pengembangan ADDIE - analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi - digunakan dalam penelitian ini. Menemukan kebutuhan siswa dan kesulitan yang mereka hadapi dalam memahami materi pelajaran adalah bagian dari langkah analisis. Memilih informasi yang relevan dan mengatur kerangka kerja video merupakan tujuan utama dari tahap desain. Video diproduksi selama tahap pengembangan dengan menggunakan alat pengeditan video sederhana. Para siswa digunakan untuk menguji video selama instalasi. Terakhir, evaluasi dilakukan dengan menggunakan masukan dari siswa dan analisis kelayakan oleh ahli media dan bidang studi. Observasi, wawancara guru, dan survei ahli dan siswa adalah beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan. Temuan penelitian ini menunjukkan betapa sangat praktisnya film instruksional berdasarkan pembelajaran mikro untuk digunakan di ruang kelas. Desain visual, substansi, dan penyampaian film semuanya memenuhi persyaratan yang diperlukan, menurut tinjauan para ahli. Hasilnya, media ini dapat digunakan sebagai pengganti yang kreatif untuk meningkatkan efisiensi pengajaran berbasis teknologi di ruang kelas. Kata Kunci: Pengembangan; Video Pembelajaran Microlearning; Operator Kondisi

HINEF Jurnal Rumpun Ilmu PendidikanVol. 4(2)
Openalex Percentile: Top 73%
Educational Methods and Media Use
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.