The Meaning of 'Work' in the Qur'an: An Applied Analysis of Bintu Syati’s Anti-Synonymy Theory

<p class="06IsiAbstrak">The term "work" in the Qur'an is represented by several verbs, namely <em>fa'ala</em>, <em>'amala</em>, <em>kasaba</em>, and <em>ṣana'a</em>, which generally convey the idea of performing or acting. However, these terms have yet to be comprehensively conceptualized within academic discourse. This study aims to delve into the nuanced meanings of each term within the Qur'anic context. Employing a qualitative method with a linguistic approach, this research utilizes the anti-synonymity theory popularized by the literary scholar Bintu Syāṭi'. According to this theory, each Qur'anic word has a distinct semantic emphasis, making it irreplaceable even by its closest synonym. The findings reveal that each term possesses unique semantic features, rendering them non-interchangeable within the Qur'anic text. The term <em>fa'ala</em> denotes actions that may be intentional or unintentional, performed by humans, animals, jinn, angels, or inanimate objects. The term <em>'amala</em> refers to deliberate actions carried out by humans, jinn, or animals. The term <em>kasaba </em>signifies effortful work associated with gradual attainment and progression, with its subjects limited to humans. Lastly, the term <em>ṣana'a</em> pertains to skillful creation, involving both divine and human agents.</p><p class="06IsiAbstrak"> </p><p class="06IsiAbstrak">Terminologi kerja dalam al-Qur’an diistilahkan dengan beberapa lafaz yaitu <em>fa‘ala, ‘amala, kasaba, </em>dan<em> </em><em>ṣana‘a </em>yang secara umum bermakna mengerjakan atau berbuat. Pemaknaan demikian belumlah mendapat konsep yang utuh dan komprehensif dalam dunia akademis<em>. </em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang lebih dalam dari setiap term kerja dalam al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan linguistik serta menggunakan teori antisinonimitas yang dipopulerkan oleh Bintu Syāṭi’ yang berpandangan bahwa setiap kosakata memiliki aksentuasi makna yang berbeda sehingga tidak ada satu kata dalam al-Qur’an yang dapat digantikan dengan kata yang lain walaupun dengan sinonimnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap term kerja memiliki karakteristik tersendiri, sehingga setiap term dalam al-Qur’an mustahil untuk saling menggantikan. Term <em>fa‘ala</em> menunjukkan perbuatan yang dapat dilakukan dengan sengaja maupun tidak dan subjeknya terdiri dari manusia, hewan, jin, malaikat, maupun benda mati. Term <em>‘amala </em>merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan sengaja yang subjeknya adalah manusia, jin, dan hewan. Term <em>kasaba </em>merepresentasikan pekerjaan yang sering dikaitkan sebagai usaha untuk mendapatkan sesuatu secara bertahap serta memiliki progres dan subjeknya hanyalah manusia. Term <em>ṣana‘a </em>bermakna membuat sesuatu dengan terampil yang subjeknya adalah Allah dan manusia.</p>

Authors

Publication Details

Journal
HERMENEUTIK
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.21043/hermeneutik.v19i1.31926
Primary Topic
Qur’anic Interpretation Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

The Meaning of 'Work' in the Qur'an: An Applied Analysis of Bintu Syati’s Anti-Synonymy Theory

Raihan Raihan, Wali Ramadhani, Nur Raihan
HERMENEUTIK
Qur’anic Interpretation Studies
article

The Meaning of 'Work' in the Qur'an: An Applied Analysis of Bintu Syati’s Anti-Synonymy Theory

Raihan Raihan, Wali Ramadhani, Nur Raihan
article en

Abstract

<p class="06IsiAbstrak">The term "work" in the Qur'an is represented by several verbs, namely <em>fa'ala</em>, <em>'amala</em>, <em>kasaba</em>, and <em>ṣana'a</em>, which generally convey the idea of performing or acting. However, these terms have yet to be comprehensively conceptualized within academic discourse. This study aims to delve into the nuanced meanings of each term within the Qur'anic context. Employing a qualitative method with a linguistic approach, this research utilizes the anti-synonymity theory popularized by the literary scholar Bintu Syāṭi'. According to this theory, each Qur'anic word has a distinct semantic emphasis, making it irreplaceable even by its closest synonym. The findings reveal that each term possesses unique semantic features, rendering them non-interchangeable within the Qur'anic text. The term <em>fa'ala</em> denotes actions that may be intentional or unintentional, performed by humans, animals, jinn, angels, or inanimate objects. The term <em>'amala</em> refers to deliberate actions carried out by humans, jinn, or animals. The term <em>kasaba </em>signifies effortful work associated with gradual attainment and progression, with its subjects limited to humans. Lastly, the term <em>ṣana'a</em> pertains to skillful creation, involving both divine and human agents.</p><p class="06IsiAbstrak"> </p><p class="06IsiAbstrak">Terminologi kerja dalam al-Qur’an diistilahkan dengan beberapa lafaz yaitu <em>fa‘ala, ‘amala, kasaba, </em>dan<em> </em><em>ṣana‘a </em>yang secara umum bermakna mengerjakan atau berbuat. Pemaknaan demikian belumlah mendapat konsep yang utuh dan komprehensif dalam dunia akademis<em>. </em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang lebih dalam dari setiap term kerja dalam al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan linguistik serta menggunakan teori antisinonimitas yang dipopulerkan oleh Bintu Syāṭi’ yang berpandangan bahwa setiap kosakata memiliki aksentuasi makna yang berbeda sehingga tidak ada satu kata dalam al-Qur’an yang dapat digantikan dengan kata yang lain walaupun dengan sinonimnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap term kerja memiliki karakteristik tersendiri, sehingga setiap term dalam al-Qur’an mustahil untuk saling menggantikan. Term <em>fa‘ala</em> menunjukkan perbuatan yang dapat dilakukan dengan sengaja maupun tidak dan subjeknya terdiri dari manusia, hewan, jin, malaikat, maupun benda mati. Term <em>‘amala </em>merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan sengaja yang subjeknya adalah manusia, jin, dan hewan. Term <em>kasaba </em>merepresentasikan pekerjaan yang sering dikaitkan sebagai usaha untuk mendapatkan sesuatu secara bertahap serta memiliki progres dan subjeknya hanyalah manusia. Term <em>ṣana‘a </em>bermakna membuat sesuatu dengan terampil yang subjeknya adalah Allah dan manusia.</p>

HERMENEUTIKVol. 19(1)
Openalex Percentile: Top 80%
Qur’anic Interpretation Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.