THE METHODOLOGY OF HAMMAD IBN SALAMAH IN PRESERVING HADITH IN THE ERA OF TABI’ AL-TABI’IN

<p class="06IsiAbstrak">The methodology of Hammad ibn Salamah in preserving hadith during the <em>tabi’ al-tabi’in</em> era was marked by the widespread fabrication of hadith, triggered by political conflicts and animosity among Islamic groups. This condition raised concerns about the authenticity of Islamic teachings, particularly hadith. In response to this challenge, the <em>ulama</em>, including Hammad ibn Salamah, strived diligently to maintain the originality of hadith by exercising caution in accepting narrations. This research aims to identify and analyze in-depth the steps taken by Hammad ibn Salamah in narrating and preserving the authenticity of hadith in his time. The research method employed is a literature review with a qualitative approach. The research results indicate that Hammad ibn Salamah possessed a strict methodology in receiving and transmitting hadith. This was reflected in his meticulousness regarding the credibility of narrators, his careful verification of their memorization strength, and his known expertise in disciplines such as <em>rijal al-hadits</em>, <em>tadlis</em><em> al-hadits</em>, <em>asma’ al-rijal</em>, <em>sanad</em> criticism, and deep understanding of hadith texts. These findings suggest the significant role of Hammad ibn Salamah in safeguarding the genuineness of hadith amidst the potential emergence of false and weak hadith during the <em>tabi’ al-tabi’in </em>period. This research is expected to provide a better contribution regarding the efforts of the early Muslim scholars <em>(</em><em>salaf</em><em>)</em> in preserving the prophetic heritage and its relevance to contemporary hadith studies.</p><p class="06IsiAbstrak"> </p><p class="06IsiAbstrak"><span lang="EN-US">[Metodologi Hammad ibn Salamah dalam menjaga hadis pada era <em>tabi’ al-tabi’in </em>diwarnai dengan maraknya pemalsuan hadis yang dipicu oleh konflik politik dan permusuhan antar kelompok Islam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keautentikan ajaran Islam, terutama hadis. Sebagai respons terhadap tantangan ini, para <em>ulama</em>, termasuk Hammad ibn Salamah, berupaya keras untuk menjaga keaslian hadis dengan menerapkan kehati-hatian dalam menerima periwayatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam langkah-langkah yang ditempuh oleh Hammad ibn Salamah dalam meriwayatkan dan memelihara keautentikan hadis pada masanya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hammad ibn Salamah memiliki metodologi yang ketat dalam menerima dan menyampaikan hadis, yang tercermin dalam kehati-hatiannya dalam kredibilitas rawi dalam memverifikasi verifikasi kekuatan hafalan mereka, dan juga dikenal mendalami disiplin ilmu seperti </span><em><span lang="EN-US">rijal al-hadits</span></em><span lang="EN-US">, </span><em><span lang="EN-US">tadlis al-hadits,</span></em><em><span lang="EN-US">asma’ al-rijal</span></em><span lang="EN-US">, kritik sanad, dan pemahaman mendalam terhadap matan hadis. Temuan ini mengindikasikan peran signifikan Hammad ibn Salamah dalam menjaga keaslian hadis di tengah potensi munculnya hadis palsu dan lemah pada periode <em>tabi’ al-tabi’in</em>. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik mengenai upaya-upaya <em>ulama</em> salaf dalam menjaga warisan kenabian dan relevansinya bagi studi hadis kontemporer.]</span></p>

Authors

Publication Details

Journal
Riwayah Jurnal Studi Hadis
Published
2025-06-29
DOI
https://doi.org/10.21043/riwayah.v11i1.31753
Primary Topic
Qur’anic Interpretation Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

THE METHODOLOGY OF HAMMAD IBN SALAMAH IN PRESERVING HADITH IN THE ERA OF TABI’ AL-TABI’IN

Afif Khoirul Hisam, Helmi Amirudin
Riwayah Jurnal Studi Hadis
Qur’anic Interpretation Studies
article

THE METHODOLOGY OF HAMMAD IBN SALAMAH IN PRESERVING HADITH IN THE ERA OF TABI’ AL-TABI’IN

Afif Khoirul Hisam, Helmi Amirudin
article en

Abstract

<p class="06IsiAbstrak">The methodology of Hammad ibn Salamah in preserving hadith during the <em>tabi’ al-tabi’in</em> era was marked by the widespread fabrication of hadith, triggered by political conflicts and animosity among Islamic groups. This condition raised concerns about the authenticity of Islamic teachings, particularly hadith. In response to this challenge, the <em>ulama</em>, including Hammad ibn Salamah, strived diligently to maintain the originality of hadith by exercising caution in accepting narrations. This research aims to identify and analyze in-depth the steps taken by Hammad ibn Salamah in narrating and preserving the authenticity of hadith in his time. The research method employed is a literature review with a qualitative approach. The research results indicate that Hammad ibn Salamah possessed a strict methodology in receiving and transmitting hadith. This was reflected in his meticulousness regarding the credibility of narrators, his careful verification of their memorization strength, and his known expertise in disciplines such as <em>rijal al-hadits</em>, <em>tadlis</em><em> al-hadits</em>, <em>asma’ al-rijal</em>, <em>sanad</em> criticism, and deep understanding of hadith texts. These findings suggest the significant role of Hammad ibn Salamah in safeguarding the genuineness of hadith amidst the potential emergence of false and weak hadith during the <em>tabi’ al-tabi’in </em>period. This research is expected to provide a better contribution regarding the efforts of the early Muslim scholars <em>(</em><em>salaf</em><em>)</em> in preserving the prophetic heritage and its relevance to contemporary hadith studies.</p><p class="06IsiAbstrak"> </p><p class="06IsiAbstrak"><span lang="EN-US">[Metodologi Hammad ibn Salamah dalam menjaga hadis pada era <em>tabi’ al-tabi’in </em>diwarnai dengan maraknya pemalsuan hadis yang dipicu oleh konflik politik dan permusuhan antar kelompok Islam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keautentikan ajaran Islam, terutama hadis. Sebagai respons terhadap tantangan ini, para <em>ulama</em>, termasuk Hammad ibn Salamah, berupaya keras untuk menjaga keaslian hadis dengan menerapkan kehati-hatian dalam menerima periwayatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam langkah-langkah yang ditempuh oleh Hammad ibn Salamah dalam meriwayatkan dan memelihara keautentikan hadis pada masanya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hammad ibn Salamah memiliki metodologi yang ketat dalam menerima dan menyampaikan hadis, yang tercermin dalam kehati-hatiannya dalam kredibilitas rawi dalam memverifikasi verifikasi kekuatan hafalan mereka, dan juga dikenal mendalami disiplin ilmu seperti </span><em><span lang="EN-US">rijal al-hadits</span></em><span lang="EN-US">, </span><em><span lang="EN-US">tadlis al-hadits,</span></em><em><span lang="EN-US">asma’ al-rijal</span></em><span lang="EN-US">, kritik sanad, dan pemahaman mendalam terhadap matan hadis. Temuan ini mengindikasikan peran signifikan Hammad ibn Salamah dalam menjaga keaslian hadis di tengah potensi munculnya hadis palsu dan lemah pada periode <em>tabi’ al-tabi’in</em>. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik mengenai upaya-upaya <em>ulama</em> salaf dalam menjaga warisan kenabian dan relevansinya bagi studi hadis kontemporer.]</span></p>

Riwayah Jurnal Studi HadisVol. 11(1)
Openalex Percentile: Top 80%
Qur’anic Interpretation Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.