Analysis of Student Errors in Solving SPLDV Problems Reviewed from Critical Thinking Skills Based on Newman’s Criteria

This research aims to provide a clear mapping of errors frequently made by students in solving Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) problems, to examine students critical thinking skills using Newman's criteria, and to identify mathematical errors committed by eighth-grade students at the private Methodist El Shadday Junior High School in Perbaungan. This research uses descriptive qualitative research methods. The study involved a sample of five students who were administered a test instrument consisting of open-ended questions. The analysis results indicate that the average percentage of students’ success in demonstrating critical thinking skills in solving problems is 42.109%, while the average error rate is 57.891%. These findings reveal that students' error rate in answering questions is higher than their success rate in answering questions. This suggests that students' problem-solving and critical thinking abilities remain relatively low. These results align with the research objective, which is to examine the extent to which students can think critically when solving problems, as measured by indicators of critical thinking skills. In light of these results, it is recommended that innovative instructional approaches such as problem-based learning, contextual learning, and interactive methods involving the use of technology be implemented to enhance students’ understanding and foster the development of their critical thinking skills. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemetaan yang jelas mengenai kesalahan- kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan kriteria Newman dan mengecek kesalahan matematis siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama swasta Methodist El Shadday Perbaungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini diambil sampel sebanyak 5 orang siswa yang kemudian diberikan instrumen tes untuk diselesaikan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa tes yang berisi soal-soal uraian. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata- rata persentase keberhasilan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal mencapai 42,109% sementara rata-rata persentase kesalahan siswa sebesar 57,891%. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kesalahan siswa menjawab soal lebih tinggi dibandingkan tingkat keberhasilan. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Hasil ini selaras dengan tujuan penelitian, yaitu menganalisis sejauh mana siswa mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan soal berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis dan Newman. Berdasarkan temuan tersebut, perlunya penggunaan pendekatan pembelajaran yang inovatif seperti pembelajaran berbasis masalah atau kontekstual serta pembelajaran interaktif dan menarik seperti menggunakan teknologi yang diharapkan dapat membantu siswa agar lebih memahami dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
MaPan
Published
2025-06-28
DOI
https://doi.org/10.24252/mapan.2025v13n1a7
Primary Topic
Educational Research and Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analysis of Student Errors in Solving SPLDV Problems Reviewed from Critical Thinking Skills Based on Newman’s Criteria

KMS. Muhammad Amin Fauzi, Mindo Manullang, Elia Elfani
MaPan
Educational Research and Methods
article

Analysis of Student Errors in Solving SPLDV Problems Reviewed from Critical Thinking Skills Based on Newman’s Criteria

KMS. Muhammad Amin Fauzi, Mindo Manullang, Elia Elfani
article en

Abstract

This research aims to provide a clear mapping of errors frequently made by students in solving Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) problems, to examine students critical thinking skills using Newman's criteria, and to identify mathematical errors committed by eighth-grade students at the private Methodist El Shadday Junior High School in Perbaungan. This research uses descriptive qualitative research methods. The study involved a sample of five students who were administered a test instrument consisting of open-ended questions. The analysis results indicate that the average percentage of students’ success in demonstrating critical thinking skills in solving problems is 42.109%, while the average error rate is 57.891%. These findings reveal that students' error rate in answering questions is higher than their success rate in answering questions. This suggests that students' problem-solving and critical thinking abilities remain relatively low. These results align with the research objective, which is to examine the extent to which students can think critically when solving problems, as measured by indicators of critical thinking skills. In light of these results, it is recommended that innovative instructional approaches such as problem-based learning, contextual learning, and interactive methods involving the use of technology be implemented to enhance students’ understanding and foster the development of their critical thinking skills. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemetaan yang jelas mengenai kesalahan- kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan kriteria Newman dan mengecek kesalahan matematis siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama swasta Methodist El Shadday Perbaungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini diambil sampel sebanyak 5 orang siswa yang kemudian diberikan instrumen tes untuk diselesaikan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa tes yang berisi soal-soal uraian. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata- rata persentase keberhasilan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal mencapai 42,109% sementara rata-rata persentase kesalahan siswa sebesar 57,891%. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kesalahan siswa menjawab soal lebih tinggi dibandingkan tingkat keberhasilan. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah. Hasil ini selaras dengan tujuan penelitian, yaitu menganalisis sejauh mana siswa mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan soal berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis dan Newman. Berdasarkan temuan tersebut, perlunya penggunaan pendekatan pembelajaran yang inovatif seperti pembelajaran berbasis masalah atau kontekstual serta pembelajaran interaktif dan menarik seperti menggunakan teknologi yang diharapkan dapat membantu siswa agar lebih memahami dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

MaPanVol. 13(1)
State University of Medan (ID)
Openalex Percentile: Top 81%
Educational Research and Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.