Epistemology of Feminist Theory: The Perspective of Amina Wadud

ENGLISH: This study aims to analyze how Amina Wadud formulates a more equitable and inclusive paradigm of religious interpretation through an ethical and contextual approach and an intellectual movement that transforms religious interpretation toward a more equitable and just understanding. The method used is qualitative with a library research approach, relying on Wadud's main works, such as the Qur'an and Woman, as the primary source and supported by other academic literature. The study results show that Wadud's feminist epistemology encourages understanding the Qur'an as a dynamic text that transcends gender boundaries and promotes social transformation. The study's conclusion reveals that Wadud's approach critiques traditional interpretations and provides a new, more inclusive and fairer framework. The implications of this research highlight the importance of a feminist perspective in Islamic education curricula to introduce more progressive interpretations, which can lead to a more just and equitable understanding of religion for all individuals, regardless of gender.INDONESIAN: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Amina Wadud merumuskan paradigma penafsiran agama yang lebih adil dan inklusif melalui pendekatan etis dan kontekstual, serta sebagai gerakan intelektual yang mentransformasi penafsiran agama menuju pemahaman yang lebih setara dan adil. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian perpustakaan, yang mengandalkan karya utama Wadud, seperti Qur'an and Woman, sebagai sumber utama, dan didukung oleh literatur akademik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi feminis Wadud mengajak pemahaman Al-Qur'an sebagai teks dinamis yang melampaui batas gender dan mendorong transformasi sosial. Kesimpulan penelitian mengungkapkan bahwa pendekatan Wadud tidak hanya mengkritik tafsir tradisional, tetapi juga menyediakan kerangka kerja baru yang lebih inklusif dan adil. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya perspektif feminis dalam kurikulum pendidikan Islam untuk memperkenalkan tafsir yang lebih progresif, yang dapat menghasilkan pemahaman agama yang lebih adil dan setara bagi semua individu, tanpa memandang gender.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.29300/hawapsga.v7i1.7829
Primary Topic
Jewish and Middle Eastern Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Epistemology of Feminist Theory: The Perspective of Amina Wadud

Rafiatul Hasanah
Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
Jewish and Middle Eastern Studies
article

Epistemology of Feminist Theory: The Perspective of Amina Wadud

Rafiatul Hasanah
article en

Abstract

ENGLISH: This study aims to analyze how Amina Wadud formulates a more equitable and inclusive paradigm of religious interpretation through an ethical and contextual approach and an intellectual movement that transforms religious interpretation toward a more equitable and just understanding. The method used is qualitative with a library research approach, relying on Wadud's main works, such as the Qur'an and Woman, as the primary source and supported by other academic literature. The study results show that Wadud's feminist epistemology encourages understanding the Qur'an as a dynamic text that transcends gender boundaries and promotes social transformation. The study's conclusion reveals that Wadud's approach critiques traditional interpretations and provides a new, more inclusive and fairer framework. The implications of this research highlight the importance of a feminist perspective in Islamic education curricula to introduce more progressive interpretations, which can lead to a more just and equitable understanding of religion for all individuals, regardless of gender.INDONESIAN: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Amina Wadud merumuskan paradigma penafsiran agama yang lebih adil dan inklusif melalui pendekatan etis dan kontekstual, serta sebagai gerakan intelektual yang mentransformasi penafsiran agama menuju pemahaman yang lebih setara dan adil. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian perpustakaan, yang mengandalkan karya utama Wadud, seperti Qur'an and Woman, sebagai sumber utama, dan didukung oleh literatur akademik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi feminis Wadud mengajak pemahaman Al-Qur'an sebagai teks dinamis yang melampaui batas gender dan mendorong transformasi sosial. Kesimpulan penelitian mengungkapkan bahwa pendekatan Wadud tidak hanya mengkritik tafsir tradisional, tetapi juga menyediakan kerangka kerja baru yang lebih inklusif dan adil. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya perspektif feminis dalam kurikulum pendidikan Islam untuk memperkenalkan tafsir yang lebih progresif, yang dapat menghasilkan pemahaman agama yang lebih adil dan setara bagi semua individu, tanpa memandang gender.

Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan AnakVol. 7(1)
Openalex Percentile: Top 76%
Jewish and Middle Eastern Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Epistemology of Feminist Theory: The Perspective of Amina Wadud — Rafiatul Hasanah · Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak (2025) | TGRS Research Map | TGRS