The Existence of Jamu Gendong (Herbal Medicine) as Cultural Heritage: Jamu Wejahan as a Traditional Herb for Postpartum Mothers in Semarang City

ENGLISH: The purpose of this study is to describe the existence of jamu gendong as a cultural heritage in Semarang City, with a focus on jamu wejahan as a postpartum herb. The research method used ethnographic study. This research was conducted from the end of September to the end of November 2024. The research subjects were residents in the Thematic Village of Jamu Gendong, Wonolopo Village. Data collection used in-depth interviews. Data analysis used content analysis. The conclusion of the research revealed that Jamu gendong has an important role as a cultural heritage that represents the local wisdom of the Indonesian people, especially in Semarang City. Jamu wejahan, which is traditionally made, has become an essential element in postnatal maternal health practices. This research has an important contribution in strengthening the role of jamu gendong as part of a cultural heritage that can continue to live and thrive in the midst of modernization, and provide benefits for public health, especially postpartum mothers.INDONESIAN: Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan eksistensi jamu gendong sebagai warisan budaya di Kota Semarang, dengan fokus pada jamu wejahan sebagai ramuan pasca melahirkan. Metode penelitian menggunakan studi etnografi. Penelitian ini dilakukan dari akhir bulan September hingga akhir bulan November 2024. Subjek penelitian yaitu warga di Kampung Tematik Jamu Gendong Kelurahan Wonolopo. Pengumpulan data menggunakan awancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis isi. Kesimpulan hasil penelitian mengungkap bahwa Jamu gendong memiliki peran penting sebagai warisan budaya yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Indonesia, terutama di Kota Semarang. Jamu wejahan, yang dibuat secara tradisional, telah menjadi elemen esensial dalam praktik kesehatan ibu pasca melahirkan. Penelitian ini memiliki kontribusi penting dalam memperkuat peran jamu gendong sebagai bagian dari warisan budaya yang dapat terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi, serta memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, khususnya ibu-ibu pasca melahirkan.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
Published
2024-12-27
DOI
https://doi.org/10.29300/hawapsga.v6i2.6124
Citations
1
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
4.29
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

The Existence of Jamu Gendong (Herbal Medicine) as Cultural Heritage: Jamu Wejahan as a Traditional Herb for Postpartum Mothers in Semarang City

Suryani Suryani
1 citations
Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak
Cultural and Religious Practices in Indonesia
4.29
article

The Existence of Jamu Gendong (Herbal Medicine) as Cultural Heritage: Jamu Wejahan as a Traditional Herb for Postpartum Mothers in Semarang City

Suryani Suryani
article en
1 citations

Abstract

ENGLISH: The purpose of this study is to describe the existence of jamu gendong as a cultural heritage in Semarang City, with a focus on jamu wejahan as a postpartum herb. The research method used ethnographic study. This research was conducted from the end of September to the end of November 2024. The research subjects were residents in the Thematic Village of Jamu Gendong, Wonolopo Village. Data collection used in-depth interviews. Data analysis used content analysis. The conclusion of the research revealed that Jamu gendong has an important role as a cultural heritage that represents the local wisdom of the Indonesian people, especially in Semarang City. Jamu wejahan, which is traditionally made, has become an essential element in postnatal maternal health practices. This research has an important contribution in strengthening the role of jamu gendong as part of a cultural heritage that can continue to live and thrive in the midst of modernization, and provide benefits for public health, especially postpartum mothers.INDONESIAN: Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan eksistensi jamu gendong sebagai warisan budaya di Kota Semarang, dengan fokus pada jamu wejahan sebagai ramuan pasca melahirkan. Metode penelitian menggunakan studi etnografi. Penelitian ini dilakukan dari akhir bulan September hingga akhir bulan November 2024. Subjek penelitian yaitu warga di Kampung Tematik Jamu Gendong Kelurahan Wonolopo. Pengumpulan data menggunakan awancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis isi. Kesimpulan hasil penelitian mengungkap bahwa Jamu gendong memiliki peran penting sebagai warisan budaya yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Indonesia, terutama di Kota Semarang. Jamu wejahan, yang dibuat secara tradisional, telah menjadi elemen esensial dalam praktik kesehatan ibu pasca melahirkan. Penelitian ini memiliki kontribusi penting dalam memperkuat peran jamu gendong sebagai bagian dari warisan budaya yang dapat terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi, serta memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, khususnya ibu-ibu pasca melahirkan.

Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan AnakVol. 6(2)
Openalex Percentile: Top 4%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
4.29
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

The Existence of Jamu Gendong (Herbal Medicine) as Cultural Heritage: Jamu Wejahan as a Traditional Herb for Postpartum Mothers in Semarang City — Suryani Suryani · Jurnal Hawa Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak (2024) | TGRS Research Map | TGRS