Distribusi Spasial Harga Lahan Berbasis Jarak Ke Pusat Kota (Studi Kasus di Yogyakarta)

Abstract The development of Yogyakarta city as a hub for economic, cultural, and tourism activities has led to changes in land use patterns and property values. Nol Kilometer Point in Malioboro symbolizes the city center's pivotal role in determining the spatial distribution of land prices, consistent with the theories of Von Thunen, which depict the relationship between distance and property value. This study aims to investigate the relationship between distance to the Nol Kilometer point as the urban center in Yogyakarta and land prices. Primary data was collected through field surveys using online interviews with property owners, supplemented by GPS applications to determine the geographical coordinates of land locations. Spatial analysis was conducted using ArcGIS 10.8 software to map land price contours and generate isochrone maps of land distances to the city center. Linear regression models were used to examine the relationship between distance from the city center and land prices based on land use categories. The results of the analysis show consistent patterns with theoretical expectations, where land values tend to decrease with increasing distance from the Nol Kilometer point. Residential areas closer to the city center exhibit higher land prices compared to more distant areas, while business and industrial categories show significant price variability depending on accessibility to the city center. Abstrak Perkembangan kota Yogyakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi, budaya, dan pariwisata telah menyebabkan perubahan dalam pola penggunaan lahan dan nilai properti. Titik Nol di Malioboro menjadi simbol pusat kota yang berperan penting dalam menentukan distribusi spasial harga tanah, seiring dengan teori model Von Thunen yang menggambarkan hubungan antara jarak dan nilai properti. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara jarak ke Titik Nol sebagai pusat perkotaan di Yogyakarta dengan nilai harga tanah. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan menggunakan teknik wawancara online dengan pemilik properti, serta penggunaan aplikasi GPS untuk menentukan koordinat geografis lokasi lahan. Analisis spasial dilakukan dengan memanfaatkan software ArcGIS 10.8 untuk memetakan kontur harga lahan dan menghasilkan peta isochrone jarak lahan ke pusat kota. Model regresi linear digunakan untuk memeriksa hubungan antara jarak dari pusat kota dan harga tanah berdasarkan kategori penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan pola yang konsisten dengan teori, di mana nilai tanah cenderung menurun seiring dengan meningkatnya jarak dari Titik Nol. Kawasan residensial yang lebih dekat ke pusat kota menunjukkan harga tanah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan yang lebih jauh, sementara kategori bisnis dan industri menunjukkan variabilitas harga yang signifikan tergantung pada aksesibilitas ke pusat kota.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Published
2024-12-31
DOI
https://doi.org/10.19184/jrsl.v8i2.52079
Primary Topic
Geotechnical and construction materials studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Distribusi Spasial Harga Lahan Berbasis Jarak Ke Pusat Kota (Studi Kasus di Yogyakarta)

Kusuma Aji Radiansyah, Ilma Aurarisa, Dhany Aristawati, Namira Paradhiba et al.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Geotechnical and construction materials studies
article

Distribusi Spasial Harga Lahan Berbasis Jarak Ke Pusat Kota (Studi Kasus di Yogyakarta)

Kusuma Aji Radiansyah, Ilma Aurarisa, Dhany Aristawati, Namira Paradhiba, Zha Zha Noor Zavitri
article en

Abstract

Abstract The development of Yogyakarta city as a hub for economic, cultural, and tourism activities has led to changes in land use patterns and property values. Nol Kilometer Point in Malioboro symbolizes the city center's pivotal role in determining the spatial distribution of land prices, consistent with the theories of Von Thunen, which depict the relationship between distance and property value. This study aims to investigate the relationship between distance to the Nol Kilometer point as the urban center in Yogyakarta and land prices. Primary data was collected through field surveys using online interviews with property owners, supplemented by GPS applications to determine the geographical coordinates of land locations. Spatial analysis was conducted using ArcGIS 10.8 software to map land price contours and generate isochrone maps of land distances to the city center. Linear regression models were used to examine the relationship between distance from the city center and land prices based on land use categories. The results of the analysis show consistent patterns with theoretical expectations, where land values tend to decrease with increasing distance from the Nol Kilometer point. Residential areas closer to the city center exhibit higher land prices compared to more distant areas, while business and industrial categories show significant price variability depending on accessibility to the city center. Abstrak Perkembangan kota Yogyakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi, budaya, dan pariwisata telah menyebabkan perubahan dalam pola penggunaan lahan dan nilai properti. Titik Nol di Malioboro menjadi simbol pusat kota yang berperan penting dalam menentukan distribusi spasial harga tanah, seiring dengan teori model Von Thunen yang menggambarkan hubungan antara jarak dan nilai properti. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara jarak ke Titik Nol sebagai pusat perkotaan di Yogyakarta dengan nilai harga tanah. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan menggunakan teknik wawancara online dengan pemilik properti, serta penggunaan aplikasi GPS untuk menentukan koordinat geografis lokasi lahan. Analisis spasial dilakukan dengan memanfaatkan software ArcGIS 10.8 untuk memetakan kontur harga lahan dan menghasilkan peta isochrone jarak lahan ke pusat kota. Model regresi linear digunakan untuk memeriksa hubungan antara jarak dari pusat kota dan harga tanah berdasarkan kategori penggunaan lahan. Hasil analisis menunjukkan pola yang konsisten dengan teori, di mana nilai tanah cenderung menurun seiring dengan meningkatnya jarak dari Titik Nol. Kawasan residensial yang lebih dekat ke pusat kota menunjukkan harga tanah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan yang lebih jauh, sementara kategori bisnis dan industri menunjukkan variabilitas harga yang signifikan tergantung pada aksesibilitas ke pusat kota.

Jurnal Rekayasa Sipil dan LingkunganVol. 8(2)
Openalex Percentile: Top 66%
Geotechnical and construction materials studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.