PENERAPAN TEKNIK TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ON-TASK PADA ANAK DENGAN PENCAPAIAN AKADEMIK RENDAH

ABSTRACT On-task behavior is essential for children's academic success, as it promotes engagement and task completion within a specified time. Daily training of on-task behavior builds discipline, which contributes significantly to academic achievement. This study aimed to enhance on-task behavior in a child with low academic performance using the token economy technique. The participant was a 9-year-4-month-old girl who often avoided academic tasks, especially during home study sessions. A single case A-B design with a follow-up phase was used in this quantitative study. The intervention consisted of 11 sessions, each lasting one hour, with gradually increasing targets in both task quantity and accuracy. The token economy served as a positive reinforcement strategy—participants received star-shaped tokens upon achieving session targets, which were later exchanged for preferred rewards. Baseline data indicated the participant completed only 44.3% of tasks accurately within one hour. After the implementation of the program, there was a significant increase in the intensity of task completion to 100%, even with a shorter processing time. This result also consistently occurred during the follow-up session, which was two weeks after the intervention. The effect of this study made participants able to demonstrate on-task behavior during the learning process. ABSTRAK Perilaku on-task memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan akademik anak, karena perilaku ini mendorong keterlibatan dan penyelesaian tugas dalam waktu yang ditentukan. Adanya perilaku on-task yang dilatih setiap harinya menjadikan anak disiplin, yang berkontribusi signifikan terhadap prestasi akademis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas perilaku on-task pada anak dengan pencapaian akademik rendah melalui teknik token ekonomi. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia 9 tahun 4 bulan yang menunjukkan kecenderungan untuk menghindari tugas akademik, terutama saat belajar di rumah. Penelitian ini menggunakan desain single case A-B with follow-up design dengan pendekatan kuantitatif. Intervensi dilakukan selama 11 sesi, yang berdurasi satu jam, dengan target bertahap untuk meningkatkan jumlah dan akurasi soal yang diselesaikan. Teknik token ekonomi digunakan sebagai strategi penguatan positif, di mana anak memperoleh token (stiker bintang) ketika mencapai target perilaku, yang kemudian dapat ditukar dengan berbagai hadiah (backup reinforcers). Data baseline menunjukkan bahwa partisipan hanya mampu menyelesaikan 44,3% soal dengan benar dalam satu jam. Setelah penerapan program, terjadi peningkatan signifikan dalam intensitas penyelesaian tugas hingga mencapai 100%, bahkan dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat. Hasil ini juga konsisten terjadi saat sesi follow-up yaitu dua minggu setelah intervensi. Efek dari penelitian ini membuat partisipan dapat menunjukkan perilaku on task saat proses pembelajaran.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Published
2025-07-13
DOI
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i2.6087
Primary Topic
Child Development and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENERAPAN TEKNIK TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ON-TASK PADA ANAK DENGAN PENCAPAIAN AKADEMIK RENDAH

Wenny Aidina, Syifa Salsabila
PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Child Development and Education
article

PENERAPAN TEKNIK TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ON-TASK PADA ANAK DENGAN PENCAPAIAN AKADEMIK RENDAH

Wenny Aidina, Syifa Salsabila
article en

Abstract

ABSTRACT On-task behavior is essential for children's academic success, as it promotes engagement and task completion within a specified time. Daily training of on-task behavior builds discipline, which contributes significantly to academic achievement. This study aimed to enhance on-task behavior in a child with low academic performance using the token economy technique. The participant was a 9-year-4-month-old girl who often avoided academic tasks, especially during home study sessions. A single case A-B design with a follow-up phase was used in this quantitative study. The intervention consisted of 11 sessions, each lasting one hour, with gradually increasing targets in both task quantity and accuracy. The token economy served as a positive reinforcement strategy—participants received star-shaped tokens upon achieving session targets, which were later exchanged for preferred rewards. Baseline data indicated the participant completed only 44.3% of tasks accurately within one hour. After the implementation of the program, there was a significant increase in the intensity of task completion to 100%, even with a shorter processing time. This result also consistently occurred during the follow-up session, which was two weeks after the intervention. The effect of this study made participants able to demonstrate on-task behavior during the learning process. ABSTRAK Perilaku on-task memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan akademik anak, karena perilaku ini mendorong keterlibatan dan penyelesaian tugas dalam waktu yang ditentukan. Adanya perilaku on-task yang dilatih setiap harinya menjadikan anak disiplin, yang berkontribusi signifikan terhadap prestasi akademis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas perilaku on-task pada anak dengan pencapaian akademik rendah melalui teknik token ekonomi. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia 9 tahun 4 bulan yang menunjukkan kecenderungan untuk menghindari tugas akademik, terutama saat belajar di rumah. Penelitian ini menggunakan desain single case A-B with follow-up design dengan pendekatan kuantitatif. Intervensi dilakukan selama 11 sesi, yang berdurasi satu jam, dengan target bertahap untuk meningkatkan jumlah dan akurasi soal yang diselesaikan. Teknik token ekonomi digunakan sebagai strategi penguatan positif, di mana anak memperoleh token (stiker bintang) ketika mencapai target perilaku, yang kemudian dapat ditukar dengan berbagai hadiah (backup reinforcers). Data baseline menunjukkan bahwa partisipan hanya mampu menyelesaikan 44,3% soal dengan benar dalam satu jam. Setelah penerapan program, terjadi peningkatan signifikan dalam intensitas penyelesaian tugas hingga mencapai 100%, bahkan dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat. Hasil ini juga konsisten terjadi saat sesi follow-up yaitu dua minggu setelah intervensi. Efek dari penelitian ini membuat partisipan dapat menunjukkan perilaku on task saat proses pembelajaran.

PAEDAGOGY Jurnal Ilmu Pendidikan dan PsikologiVol. 5(2)
Universitas Syiah Kuala (ID), César Ritz Colleges (CH)
Openalex Percentile: Top 81%
Child Development and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.