A Narrative Study of Teachers' Challenges in Teaching Indonesian Language in Remote Areas: Challenges, Institutional Support, Teaching Strategies

This study aims to explore the challenges teachers face in teaching Indonesian in remote areas, as well as identify the forms of institutional support and learning strategies implemented. Using a qualitative method with a narrative study approach, data were collected through observation and in-depth interviews with teachers and principals in public and private junior secondary schools in remote areas. Data analysis refers to the Miles and Huberman interactive model. The results showed that teachers face challenges in the form of limited infrastructure, books, learning support tools, minimal institutional support for professional development, and low student interest in learning. Support from the government and educational institutions is still limited. In dealing with these conditions, teachers tend to use lecture, question-and-answer, and discussion strategies that are adjusted to the limitations in the field. This research is expected to be an input for policymakers in improving shared learning in remote areas. Studi Naratif t entang Tantangan Guru d alam Mengajar Bahasa Indonesia d i Daerah Terpencil: Tantangan, Dukungan Kelembagaan, Strategi Pengajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi guru dalam mengajar Bahasa Indonesia di daerah terpencil, serta mengidentifikasi bentuk dukungan institusional dan strategi pembelajaran yang diterapkan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah di SMP negeri dan swasta di wilayah terpencil. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana prasarana, buku, alat penunjang pembelajaran, minimalnya dukungan institusi untuk pengembangan profesional, serta rendahnya minat belajar siswa. Dukungan dari pemerintah dan lembaga pendidikan dinilai masih terbatas. Dalam menghadapi kondisi tersebut, guru cenderung menggunakan strategi ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang disesuaikan dengan keterbatasan di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan pembelajaran bersama di daerah terpencil.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Indonesian Language Education and Literature
Published
2025-05-23
DOI
https://doi.org/10.24235/ileal.v10i2.19620
Primary Topic
English Language Learning and Teaching
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

A Narrative Study of Teachers' Challenges in Teaching Indonesian Language in Remote Areas: Challenges, Institutional Support, Teaching Strategies

Sri Maryani, Baiq Yuliatin Ihsani, Putri Hafidzah
Indonesian Language Education and Literature
English Language Learning and Teaching
article

A Narrative Study of Teachers' Challenges in Teaching Indonesian Language in Remote Areas: Challenges, Institutional Support, Teaching Strategies

Sri Maryani, Baiq Yuliatin Ihsani, Putri Hafidzah
article en

Abstract

This study aims to explore the challenges teachers face in teaching Indonesian in remote areas, as well as identify the forms of institutional support and learning strategies implemented. Using a qualitative method with a narrative study approach, data were collected through observation and in-depth interviews with teachers and principals in public and private junior secondary schools in remote areas. Data analysis refers to the Miles and Huberman interactive model. The results showed that teachers face challenges in the form of limited infrastructure, books, learning support tools, minimal institutional support for professional development, and low student interest in learning. Support from the government and educational institutions is still limited. In dealing with these conditions, teachers tend to use lecture, question-and-answer, and discussion strategies that are adjusted to the limitations in the field. This research is expected to be an input for policymakers in improving shared learning in remote areas. Studi Naratif t entang Tantangan Guru d alam Mengajar Bahasa Indonesia d i Daerah Terpencil: Tantangan, Dukungan Kelembagaan, Strategi Pengajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi guru dalam mengajar Bahasa Indonesia di daerah terpencil, serta mengidentifikasi bentuk dukungan institusional dan strategi pembelajaran yang diterapkan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah di SMP negeri dan swasta di wilayah terpencil. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana prasarana, buku, alat penunjang pembelajaran, minimalnya dukungan institusi untuk pengembangan profesional, serta rendahnya minat belajar siswa. Dukungan dari pemerintah dan lembaga pendidikan dinilai masih terbatas. Dalam menghadapi kondisi tersebut, guru cenderung menggunakan strategi ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang disesuaikan dengan keterbatasan di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam meningkatkan pembelajaran bersama di daerah terpencil.

Indonesian Language Education and LiteratureVol. 10(2)
University of Mataram (ID), University of Muhammadiyah Mataram (ID)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 75%
English Language Learning and Teaching
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.