PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SISWA SMP SEBAGAI BEKAL MENUJU BONUS DEMOGRAFI 2045

Indonesia has entered the peak of the 2045 demographic bonus, as indicated by the increasing number of productive-age individuals between 15 and 64 years old. The potential of the demographic bonus can be optimized through skills development as a strategic step toward achieving Golden Indonesia 2045. One of the essential skills can be developed to address the challenges of the 2045 demographic bonus is entrepreneurial skills development. The goal of developing entrepreneurial skills is not only to foster an entrepreneurial spirit but also to equip students with fundamental cognitive, emotional, and physical abilities necessary for navigating the 2045 demographic bonus. This activity was conducted through entrepreneurship education, including lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The target participants of this pogram were junior high school students (aged 15-16 years). The specific object of this entrepreneurship training was students of SMP Negeri 16 Malang, with a total of 20 participants. To measure the success indicators of this activity, pre-test and post-test assessments were administered. The result of both assessments were compared to evaluate the effectiveness of the training. Based on the analysis from questionnaire results, there was a significant improvement in students' entrepreneurial skills, with the average pre-test score is 45.50 increasing to 82 from the post-test. This demonstrates that the entrepreneurship training program was effective in equipping students with essential entrepreneurial skills. --- Indonesia telah memasuki puncak bonus demografi 2045, hal itu ditunjukan dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif dengan rentang usia 16-64 tahun. Potensi bonus demografi dapat dioptimalkan melalui pengembangan keterampilan sebagai langkah strategis menuju tercapainya Indonesia Emas 2045. Salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan untuk menghadapi tantangan bonus demografi 2045 yakni melalui pengemba-ngan keterampilan berwirausaha. Adanya pengembangan keterampilan berwirausaha juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka serta diharapkan peserta didik memiliki kualitas dasar seperti kemampuan berpikir, kemampuan emosional, serta kemampuan fisik dalam menghadapi bonus demografi 2045 mendatang. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan materi seputar kewirausahaan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Targer peserta dari kegiatan ini adalah siswa SMP yang saat ini berusia 15-16 tahun. Maka dari itu, Objek pelaksanaan kegiatan pelatihan kewirausahaan ini yaitu siswa SMP Negeri 16 Malang sejumlah 20 anak. Untuk mengukur indikator keberhasilan pada kegiatan ini dilakukan dengan menyebarkan lembar pre-test dan post-test. Hasil dari lembar pre-test dan post-test tersebut kemudian dibandingkan dengan kedua hasilnya untuk mengetahui keberhasilan dari kegiatan yang telah terlaksana. Berdasarkan hasil penyebaran kedua angket tersebut diketahui bahwa terdapat kenaikan hasil yang signifikan terhadap keterampilan berwirausaha dengan hasil rata-rata nilai sebesar 45,50 pada hasil pre-test dan 82 untuk hasil post-test, yang membuktikan bahwa kegiatan pelatihan kewirausahaan yang telah dilaksanakan efektif dalam membekali siswa dengan keterampilan berwirausaha.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published
2025-04-29
DOI
https://doi.org/10.20956/pa.v9i2.36564
Citations
1
Primary Topic
SMEs Development and Digital Marketing
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
5.59
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SISWA SMP SEBAGAI BEKAL MENUJU BONUS DEMOGRAFI 2045

Ismi Novita Sari, Deni Ainur Rokhim, Hayuni Retno Widarti, Imro’atun Nadzifah et al.
1 citations
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
SMEs Development and Digital Marketing
5.59
article

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SISWA SMP SEBAGAI BEKAL MENUJU BONUS DEMOGRAFI 2045

Ismi Novita Sari, Deni Ainur Rokhim, Hayuni Retno Widarti, Imro’atun Nadzifah, Fitria Anggraini, Khairil Taribu, Izzatul Layla Syamsi
article en
1 citations

Abstract

Indonesia has entered the peak of the 2045 demographic bonus, as indicated by the increasing number of productive-age individuals between 15 and 64 years old. The potential of the demographic bonus can be optimized through skills development as a strategic step toward achieving Golden Indonesia 2045. One of the essential skills can be developed to address the challenges of the 2045 demographic bonus is entrepreneurial skills development. The goal of developing entrepreneurial skills is not only to foster an entrepreneurial spirit but also to equip students with fundamental cognitive, emotional, and physical abilities necessary for navigating the 2045 demographic bonus. This activity was conducted through entrepreneurship education, including lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The target participants of this pogram were junior high school students (aged 15-16 years). The specific object of this entrepreneurship training was students of SMP Negeri 16 Malang, with a total of 20 participants. To measure the success indicators of this activity, pre-test and post-test assessments were administered. The result of both assessments were compared to evaluate the effectiveness of the training. Based on the analysis from questionnaire results, there was a significant improvement in students' entrepreneurial skills, with the average pre-test score is 45.50 increasing to 82 from the post-test. This demonstrates that the entrepreneurship training program was effective in equipping students with essential entrepreneurial skills. --- Indonesia telah memasuki puncak bonus demografi 2045, hal itu ditunjukan dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif dengan rentang usia 16-64 tahun. Potensi bonus demografi dapat dioptimalkan melalui pengembangan keterampilan sebagai langkah strategis menuju tercapainya Indonesia Emas 2045. Salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan untuk menghadapi tantangan bonus demografi 2045 yakni melalui pengemba-ngan keterampilan berwirausaha. Adanya pengembangan keterampilan berwirausaha juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka serta diharapkan peserta didik memiliki kualitas dasar seperti kemampuan berpikir, kemampuan emosional, serta kemampuan fisik dalam menghadapi bonus demografi 2045 mendatang. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan materi seputar kewirausahaan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Targer peserta dari kegiatan ini adalah siswa SMP yang saat ini berusia 15-16 tahun. Maka dari itu, Objek pelaksanaan kegiatan pelatihan kewirausahaan ini yaitu siswa SMP Negeri 16 Malang sejumlah 20 anak. Untuk mengukur indikator keberhasilan pada kegiatan ini dilakukan dengan menyebarkan lembar pre-test dan post-test. Hasil dari lembar pre-test dan post-test tersebut kemudian dibandingkan dengan kedua hasilnya untuk mengetahui keberhasilan dari kegiatan yang telah terlaksana. Berdasarkan hasil penyebaran kedua angket tersebut diketahui bahwa terdapat kenaikan hasil yang signifikan terhadap keterampilan berwirausaha dengan hasil rata-rata nilai sebesar 45,50 pada hasil pre-test dan 82 untuk hasil post-test, yang membuktikan bahwa kegiatan pelatihan kewirausahaan yang telah dilaksanakan efektif dalam membekali siswa dengan keterampilan berwirausaha.

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada MasyarakatVol. 9(2)
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (ID)
Openalex Percentile: Top 5%
SMEs Development and Digital Marketing
5.59
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.