PROGRAM PENGOLAHAN KREATIF SOSIS IKAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN HASIL LAUT DI DESA NIPA-NIPA, KABUPATEN BANTAENG

In this era, changes in people's consumption patterns of fast food, such as sausages, have developed rapidly. Sausages are popular because of their savory taste, chewy texture, and unique shape. Generally, sausages are made from beef or chicken. Given the high price of beef, it is necessary to find alternative ingredients that are more economical, such as mackerel. This program was carried out for the community in Pajukukang District, Bantaeng Regency, by inviting approximately 15 participants from the Family Welfare Development (PKK) group in Nipa-Nipa Village, Bantaeng Regency. The community service activity included socialization on sausage-making and training on producing fish sausages as a processed food product made from mackerel. The participants also acted as panelists, filling out a questionnaire to conduct organoleptic tests on the sausages they had made. These tests aimed to evaluate the quality of the sausages and assess their potential for development into a home-based industry. Through this initiative, the participants' skills and knowledge in fish processing improved significantly. Based on the results of hedonic tests and sausage-making demonstrations, the housewives rated the fish sausages favorably, with an average sensory score of 7.5. Furthermore, the participants showed great enthusiasm for starting home-based businesses, creating other fish-based snacks as a solution for developing processed fish products in Bantaeng and its surrounding areas. --- Di era modern saat ini perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap asupan protein hewani seperti sosis Ikan adalah salah satu sumber protein hewani dari laut yang produksinya melimpah di daerah pesisir seperti wilayah kabupaten bantaeng. Salah satu upoaya untuk meningkatkan nilai jual dari hasil laut dengan mengoptimalakan pemanfaatan ikan melalui diversifikasi produk seperti dengan membuat nugget atau sosis. Sosis banyak digemari dikarenakan rasa yang gurih dengan keparaktisan dalam penyajiannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada IRT sekitar desa Pajukukang untuk mencari alternatif protein hewani sosis sapi/ayam dengan menggunakan bahan dari hasil laut yang me;impah di Desa Nipa-nipa seperti daging ikan tenggiri. Pengabdian ini dilakukan pada masyarakat sekitar Kec. Pajukukang Kab Bantaeng dengan mengundang sekitar sebanyak 15 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Nipa-Nipa Kab. Bantaeng. Pengabdian dilakukan melalui mini workshop dengan mengenalkan teknologi pengenalan ikan dan mengajarkan pembuatan sosis ikan. Peserta yang juga sekaligus panelis mengisi angket untuk melakukan uji organoleptik terhadap sosis yang telah dibuat untuk melihat seberapa berhasil sosis yang dibuat untuk berpotensi dikembangkan untuk menjadi industri rumah tangga. Melalui tindakan yang dilakukan ibu-ibu peserta telah bertambah keterampilan dan pengetahuaannya dalam bidang pengolahan ikan. Berdasarkan hasil uji hedonik dan demonstrasi pengolahan menjadi sosis ikan, ibu-ibu memberikan penilaian suka atau range nilai 7 dengan nilai sonsoris pada sosis ikan rata-rata 7,5. Selain itu ibu-ibu juga antusias untuk membuat usaha rumahan dengan membuat kudapan lain dari ikan sebagai solusi terhadap pengembangan pengolahan produk awetan dari ikan di daerah Bantaeng dan sekitarnya.

Authors

Publication Details

Journal
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published
2025-04-29
DOI
https://doi.org/10.20956/pa.v9i2.26839
Primary Topic
Marine and Coastal Ecosystems
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PROGRAM PENGOLAHAN KREATIF SOSIS IKAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN HASIL LAUT DI DESA NIPA-NIPA, KABUPATEN BANTAENG

Neny Rasnyanti M Aras
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Marine and Coastal Ecosystems
article

PROGRAM PENGOLAHAN KREATIF SOSIS IKAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN HASIL LAUT DI DESA NIPA-NIPA, KABUPATEN BANTAENG

Neny Rasnyanti M Aras
article en

Abstract

In this era, changes in people's consumption patterns of fast food, such as sausages, have developed rapidly. Sausages are popular because of their savory taste, chewy texture, and unique shape. Generally, sausages are made from beef or chicken. Given the high price of beef, it is necessary to find alternative ingredients that are more economical, such as mackerel. This program was carried out for the community in Pajukukang District, Bantaeng Regency, by inviting approximately 15 participants from the Family Welfare Development (PKK) group in Nipa-Nipa Village, Bantaeng Regency. The community service activity included socialization on sausage-making and training on producing fish sausages as a processed food product made from mackerel. The participants also acted as panelists, filling out a questionnaire to conduct organoleptic tests on the sausages they had made. These tests aimed to evaluate the quality of the sausages and assess their potential for development into a home-based industry. Through this initiative, the participants' skills and knowledge in fish processing improved significantly. Based on the results of hedonic tests and sausage-making demonstrations, the housewives rated the fish sausages favorably, with an average sensory score of 7.5. Furthermore, the participants showed great enthusiasm for starting home-based businesses, creating other fish-based snacks as a solution for developing processed fish products in Bantaeng and its surrounding areas. --- Di era modern saat ini perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap asupan protein hewani seperti sosis Ikan adalah salah satu sumber protein hewani dari laut yang produksinya melimpah di daerah pesisir seperti wilayah kabupaten bantaeng. Salah satu upoaya untuk meningkatkan nilai jual dari hasil laut dengan mengoptimalakan pemanfaatan ikan melalui diversifikasi produk seperti dengan membuat nugget atau sosis. Sosis banyak digemari dikarenakan rasa yang gurih dengan keparaktisan dalam penyajiannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada IRT sekitar desa Pajukukang untuk mencari alternatif protein hewani sosis sapi/ayam dengan menggunakan bahan dari hasil laut yang me;impah di Desa Nipa-nipa seperti daging ikan tenggiri. Pengabdian ini dilakukan pada masyarakat sekitar Kec. Pajukukang Kab Bantaeng dengan mengundang sekitar sebanyak 15 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Nipa-Nipa Kab. Bantaeng. Pengabdian dilakukan melalui mini workshop dengan mengenalkan teknologi pengenalan ikan dan mengajarkan pembuatan sosis ikan. Peserta yang juga sekaligus panelis mengisi angket untuk melakukan uji organoleptik terhadap sosis yang telah dibuat untuk melihat seberapa berhasil sosis yang dibuat untuk berpotensi dikembangkan untuk menjadi industri rumah tangga. Melalui tindakan yang dilakukan ibu-ibu peserta telah bertambah keterampilan dan pengetahuaannya dalam bidang pengolahan ikan. Berdasarkan hasil uji hedonik dan demonstrasi pengolahan menjadi sosis ikan, ibu-ibu memberikan penilaian suka atau range nilai 7 dengan nilai sonsoris pada sosis ikan rata-rata 7,5. Selain itu ibu-ibu juga antusias untuk membuat usaha rumahan dengan membuat kudapan lain dari ikan sebagai solusi terhadap pengembangan pengolahan produk awetan dari ikan di daerah Bantaeng dan sekitarnya.

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada MasyarakatVol. 9(2)
Openalex Percentile: Top 83%
Marine and Coastal Ecosystems
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.