Variability of Oceanographic Parameters During and After Tropical Cyclone Kammuri in Talaud Islands Waters

Tropical cyclones are meteorological phenomena in tropical regions that can bring extreme weather, including heavy rain, thunderstorms, and strong winds along their path. These conditions can pose a threat to human safety, particularly fishermen and other maritime activities. The waters of the Talaud Islands, located near the western Pacific Ocean, are frequently traversed by tropical cyclones. This study aims to analyze the variability of oceanographic parameters spatially dan temporally during and after Tropical Cyclone Kammuri in the Talaud Islands waters. The oceanographic parameter data, including wind direction and speed, current direction and speed, sea surface temperature, and chlorophyll-a, are obtained from remote sensing data and numerical modeling, which can be accessed through the CMEMS website. Result of this study shows that During the cyclone, maximum wind speed reached 9.1 m/s, triggering an increase in surface currents up to 0.55 m/s. Sea surface temperature decreased by 0.6 °C due to vertical mixing, while chlorophyll-a concentrations dropped to 0.06 mg/m³ before rising again to 0.11 mg/m³. After the cyclone passed, wind and current speeds declined, while sea surface temperature and chlorophyll-a concentrations increased over the following three weeks. Keywords: Cyclone; Wind; SST; Chlorophyll-a; Talaud Abstrak Siklon tropis merupakan fenomena meteorologi di kawasan tropis yang dapat membawa cuaca ekstrem, termasuk hujan deras, badai petir, dan angin kencang di sepanjang jalurnya. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan manusia, terutama nelayan dan aktivitas pelayaran lainnya. Perairan Kepulauan Talaud terletak di dekat Samudera Pasifik Bagian Barat dimana pada wilayah tersebut sering menjadi jalur lintasan siklon tropis. Walaupun tidak termasuk lintasan siklon tropis, kondisi oseanografi di Perairan Kepulauan Talaud dapat menerima dampak tidak langsung dari fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas parameter oseanografi secara spasial dan temporal pada saat dan setelah terjadinya Siklon Tropis Kammuri di perairan Kepulauan Talaud. Data parameter oseanografi berupa arah dan kecepatan angin, arah dan kecepatan arus, suhu permukaan laut, serta klorofil-a diambil dari data penginderaan jarak jauh dan pemodelan numerik yang dapat diakses melalui website CMEMS. Hasil penelitian menunjukaan bahwa pada saat siklon tropis kecepatan angin meningkat yaitu mencapai 9,1 m/s, memicu peningkatan kecepatan arus permukaan hingga 0,55 m/s. Suhu permukaan laut menurun 0,6 °C akibat pencampuran vertikal, sedangkan klorofil-a sempat turun menjadi 0,06 mg/m³ sebelum kembali naik ke 0,11 mg/m³. Setelah siklon berlalu, kecepatan angin dan arus menurun, sementara suhu laut dan klorofil-a meningkat dalam tiga minggu berikutnya. Kata kunci: Siklon; Angin; SPL; Klorofil-a; Talaud

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Published
2025-06-29
DOI
https://doi.org/10.35800/jplt.13.2.2025.62642
Primary Topic
Tropical and Extratropical Cyclones Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Variability of Oceanographic Parameters During and After Tropical Cyclone Kammuri in Talaud Islands Waters

Indri S. Manembu, Rignolda Djamaluddin, Johannes E.X. Rogi, Wilhelmina Patty et al.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Tropical and Extratropical Cyclones Research
article

Variability of Oceanographic Parameters During and After Tropical Cyclone Kammuri in Talaud Islands Waters

Indri S. Manembu, Rignolda Djamaluddin, Johannes E.X. Rogi, Wilhelmina Patty, Diane J. Kusen, Deiske A. Sumilat, James J. H. Paulus, Khoirul Insan
article en

Abstract

Tropical cyclones are meteorological phenomena in tropical regions that can bring extreme weather, including heavy rain, thunderstorms, and strong winds along their path. These conditions can pose a threat to human safety, particularly fishermen and other maritime activities. The waters of the Talaud Islands, located near the western Pacific Ocean, are frequently traversed by tropical cyclones. This study aims to analyze the variability of oceanographic parameters spatially dan temporally during and after Tropical Cyclone Kammuri in the Talaud Islands waters. The oceanographic parameter data, including wind direction and speed, current direction and speed, sea surface temperature, and chlorophyll-a, are obtained from remote sensing data and numerical modeling, which can be accessed through the CMEMS website. Result of this study shows that During the cyclone, maximum wind speed reached 9.1 m/s, triggering an increase in surface currents up to 0.55 m/s. Sea surface temperature decreased by 0.6 °C due to vertical mixing, while chlorophyll-a concentrations dropped to 0.06 mg/m³ before rising again to 0.11 mg/m³. After the cyclone passed, wind and current speeds declined, while sea surface temperature and chlorophyll-a concentrations increased over the following three weeks. Keywords: Cyclone; Wind; SST; Chlorophyll-a; Talaud Abstrak Siklon tropis merupakan fenomena meteorologi di kawasan tropis yang dapat membawa cuaca ekstrem, termasuk hujan deras, badai petir, dan angin kencang di sepanjang jalurnya. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan manusia, terutama nelayan dan aktivitas pelayaran lainnya. Perairan Kepulauan Talaud terletak di dekat Samudera Pasifik Bagian Barat dimana pada wilayah tersebut sering menjadi jalur lintasan siklon tropis. Walaupun tidak termasuk lintasan siklon tropis, kondisi oseanografi di Perairan Kepulauan Talaud dapat menerima dampak tidak langsung dari fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas parameter oseanografi secara spasial dan temporal pada saat dan setelah terjadinya Siklon Tropis Kammuri di perairan Kepulauan Talaud. Data parameter oseanografi berupa arah dan kecepatan angin, arah dan kecepatan arus, suhu permukaan laut, serta klorofil-a diambil dari data penginderaan jarak jauh dan pemodelan numerik yang dapat diakses melalui website CMEMS. Hasil penelitian menunjukaan bahwa pada saat siklon tropis kecepatan angin meningkat yaitu mencapai 9,1 m/s, memicu peningkatan kecepatan arus permukaan hingga 0,55 m/s. Suhu permukaan laut menurun 0,6 °C akibat pencampuran vertikal, sedangkan klorofil-a sempat turun menjadi 0,06 mg/m³ sebelum kembali naik ke 0,11 mg/m³. Setelah siklon berlalu, kecepatan angin dan arus menurun, sementara suhu laut dan klorofil-a meningkat dalam tiga minggu berikutnya. Kata kunci: Siklon; Angin; SPL; Klorofil-a; Talaud

JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPISVol. 13(2)
Sam Ratulangi University (ID)
Openalex Percentile: Top 79%
Tropical and Extratropical Cyclones Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.