Penguatan Wawasan Lokal Masyarakat Bali di Daerah Perantauan (Studi Kasus Nilai Pendidikan Karakter dalam Gending Rare): Kajian Hermeneutika

This study aims to identify the character education values contained in Gending Rare as well as to understand the meanings embedded within them. A qualitative method was used, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using Palmer’s hermeneutic approach to interpret the meanings found in the lyrics of Gending Rare, which include the songs Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, and Dadong Dauh. The findings indicate that the song Putri Cening Ayu contains six character education values, namely religiosity, discipline, hard work, curiosity, appreciation of achievement, and responsibility. This song conveys the values of Balinese family life, particularly the relationship between mother and child. The mother’s instruction to her child to take care of the house reflects emotional closeness and the teaching of responsibility. The song Juru Pencar presents seven character education values, including religiosity, discipline, hard work, appreciation of achievement, friendliness/communication, social care, and responsibility. It reflects the life of coastal communities in Bali who rely on fishing. Through its simple lyrics, the song conveys values of perseverance, cooperation, and environmental awareness. Meanwhile, the song Meong-Meong contains five character education values: religiosity, hard work, independence, environmental care, and responsibility. It conveys life lessons through the story of a cat trying to catch a mouse. Animal characters are used as metaphors to instill careful, reflective, and responsible thinking in children. The song Dadong Dauh contains six character education values, including religiosity, discipline, hard work, independence, environmental care, and responsibility. Its meaning portrays an elderly woman patiently caring for chickens as part of Balinese daily life. Through its simple narrative, the song conveys values of perseverance, attentiveness, and respect for the role of elders.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Gending Rare serta memahami makna yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan hermeneutika Palmer guna menafsirkan makna dalam syair Gending Rare, yang meliputi lagu Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, dan Dadong Dauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Putri Cening Ayu mengandung 6 nilai pendidikan karakter, di antaranya religius, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Lagu ini mengandung makna kehidupan keluarga Bali yang sarat nilai, khususnya dalam hubungan antara ibu dan anak. Amanah ibu kepada anak untuk menjaga rumah mencerminkan kedekatan emosional sekaligus pembelajaran tanggung jawab. Lagu Juru Pencar memuat 7 nilai pendidikan karakter, termasuk religius, disiplin, kerja keras, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna kehidupan masyarakat pesisir Bali yang menggantungkan hidup pada aktivitas menjala ikan. Melalui syair sederhana, lagu ini menyampaikan nilai perjuangan, kebersamaan, dan kesadaran lingkungan. Sementara itu, lagu Meong-Meong mengandung 5 nilai pendidikan karakter, yakni religius, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna menyampaikan ajaran hidup melalui kisah seekor kucing yang berusaha menangkap tikus. Tokoh binatang digunakan sebagai metafora untuk menanamkan cara berpikir yang cermat, reflektif, dan bertanggung jawab. Lagu Dadong Dauh mengandung 6 nilai-nilai pendidikan karakter seperti religius, disiplin, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Makna dalam lagu ini menggambarkan sosok nenek yang dengan sabar merawat ayam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Melalui kisah sederhana, lagu ini menyampaikan nilai ketekunan, perhatian, dan penghormatan terhadap peran orang tua.

Authors

Publication Details

Journal
SAWERIGADING
Published
2025-06-24
DOI
https://doi.org/10.26499/sawer.v31i1.1552
Primary Topic
Asian Studies and History
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penguatan Wawasan Lokal Masyarakat Bali di Daerah Perantauan (Studi Kasus Nilai Pendidikan Karakter dalam Gending Rare): Kajian Hermeneutika

Moh. Tahir, Gazali Gazali, Gusti Ketut Alit Suputra, Kadek Adi Mahera et al.
SAWERIGADING
Asian Studies and History
article

Penguatan Wawasan Lokal Masyarakat Bali di Daerah Perantauan (Studi Kasus Nilai Pendidikan Karakter dalam Gending Rare): Kajian Hermeneutika

Moh. Tahir, Gazali Gazali, Gusti Ketut Alit Suputra, Kadek Adi Mahera, Juniati Juniati
article en

Abstract

This study aims to identify the character education values contained in Gending Rare as well as to understand the meanings embedded within them. A qualitative method was used, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using Palmer’s hermeneutic approach to interpret the meanings found in the lyrics of Gending Rare, which include the songs Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, and Dadong Dauh. The findings indicate that the song Putri Cening Ayu contains six character education values, namely religiosity, discipline, hard work, curiosity, appreciation of achievement, and responsibility. This song conveys the values of Balinese family life, particularly the relationship between mother and child. The mother’s instruction to her child to take care of the house reflects emotional closeness and the teaching of responsibility. The song Juru Pencar presents seven character education values, including religiosity, discipline, hard work, appreciation of achievement, friendliness/communication, social care, and responsibility. It reflects the life of coastal communities in Bali who rely on fishing. Through its simple lyrics, the song conveys values of perseverance, cooperation, and environmental awareness. Meanwhile, the song Meong-Meong contains five character education values: religiosity, hard work, independence, environmental care, and responsibility. It conveys life lessons through the story of a cat trying to catch a mouse. Animal characters are used as metaphors to instill careful, reflective, and responsible thinking in children. The song Dadong Dauh contains six character education values, including religiosity, discipline, hard work, independence, environmental care, and responsibility. Its meaning portrays an elderly woman patiently caring for chickens as part of Balinese daily life. Through its simple narrative, the song conveys values of perseverance, attentiveness, and respect for the role of elders.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Gending Rare serta memahami makna yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan hermeneutika Palmer guna menafsirkan makna dalam syair Gending Rare, yang meliputi lagu Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, dan Dadong Dauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Putri Cening Ayu mengandung 6 nilai pendidikan karakter, di antaranya religius, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Lagu ini mengandung makna kehidupan keluarga Bali yang sarat nilai, khususnya dalam hubungan antara ibu dan anak. Amanah ibu kepada anak untuk menjaga rumah mencerminkan kedekatan emosional sekaligus pembelajaran tanggung jawab. Lagu Juru Pencar memuat 7 nilai pendidikan karakter, termasuk religius, disiplin, kerja keras, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna kehidupan masyarakat pesisir Bali yang menggantungkan hidup pada aktivitas menjala ikan. Melalui syair sederhana, lagu ini menyampaikan nilai perjuangan, kebersamaan, dan kesadaran lingkungan. Sementara itu, lagu Meong-Meong mengandung 5 nilai pendidikan karakter, yakni religius, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna menyampaikan ajaran hidup melalui kisah seekor kucing yang berusaha menangkap tikus. Tokoh binatang digunakan sebagai metafora untuk menanamkan cara berpikir yang cermat, reflektif, dan bertanggung jawab. Lagu Dadong Dauh mengandung 6 nilai-nilai pendidikan karakter seperti religius, disiplin, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Makna dalam lagu ini menggambarkan sosok nenek yang dengan sabar merawat ayam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Melalui kisah sederhana, lagu ini menyampaikan nilai ketekunan, perhatian, dan penghormatan terhadap peran orang tua.

SAWERIGADINGVol. 31(1)
Openalex Percentile: Top 78%
Asian Studies and History
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.