POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBELAJARAN SOSIAL ANAK GENERASI ALPHA DI GKJ JENAWI SRAGEN

ABSTRACT The rapid development of digital technology has shaped the unique characteristics of Generation Alpha children born into a world already saturated with gadgets and the internet. Their high exposure to digital media has led to a decline in essential social skills such as empathy, communication, and interpersonal relationships. In this context, parents play a vital role as the primary social educators who influence their children’s character development through the parenting styles they apply. This study aims to describe and analyze parenting styles in relation to the social learning of Generation Alpha children in the context of Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jenawi, Sragen. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with five parents and five children aged 7–12 who actively participate in church activities. The results show that most parents adopt a democratic parenting style characterized by role modeling, two-way communication, logical discipline, and positive reinforcement through praise. In addition, parents actively regulate gadget usage, reflect on their own behaviors, and provide non-digital alternative activities for their children. These practices create a family microsystem environment that supports holistic social learning. In conclusion, active parental involvement using a balanced and adaptive parenting approach in the digital era can effectively foster children’s social competencies. These findings highlight the need for church and community-based support programs to assist parents in contextual and sustainable parenting practices. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membentuk karakteristik unik pada Generasi Alpha, yakni anak-anak yang sejak lahir akrab dengan gawai dan internet. Tingginya keterpaparan terhadap media digital berdampak pada menurunnya keterampilan sosial anak, seperti empati, komunikasi, dan relasi interpersonal. Dalam konteks ini, orang tua memegang peranan penting sebagai pendidik sosial pertama yang dapat membentuk karakter anak melalui pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola asuh orang tua terhadap pembelajaran sosial anak Generasi Alpha di lingkungan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jenawi, Sragen. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima orang tua dan lima anak usia 7–12 tahun yang aktif mengikuti kegiatan gereja. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis yang diwujudkan melalui keteladanan, komunikasi dua arah, disiplin yang edukatif, serta pemberian pujian sebagai bentuk penguatan positif. Selain itu, orang tua secara aktif mengatur penggunaan gadget dengan bijak, melakukan refleksi terhadap perilaku mereka sendiri, dan menyediakan alternatif kegiatan non-digital bagi anak-anak. Pola pengasuhan ini membentuk lingkungan mikrosistem keluarga yang mendukung proses pembelajaran sosial secara holistik. Kesimpulannya, peran aktif orang tua dengan pendekatan pengasuhan yang seimbang dan adaptif terhadap era digital mampu mengembangkan kemampuan sosial anak secara efektif. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya peran gereja dan komunitas dalam mendukung orang tua melalui program pendampingan pengasuhan yang kontekstual dan berkelanjutan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
TEACHER Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
Published
2025-07-05
DOI
https://doi.org/10.51878/teacher.v5i2.5869
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBELAJARAN SOSIAL ANAK GENERASI ALPHA DI GKJ JENAWI SRAGEN

Eliana Setyanti, Kristriyanto Kristriyanto, Yustika Widia Natalia
TEACHER Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
Education and Character Development
article

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBELAJARAN SOSIAL ANAK GENERASI ALPHA DI GKJ JENAWI SRAGEN

Eliana Setyanti, Kristriyanto Kristriyanto, Yustika Widia Natalia
article en

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology has shaped the unique characteristics of Generation Alpha children born into a world already saturated with gadgets and the internet. Their high exposure to digital media has led to a decline in essential social skills such as empathy, communication, and interpersonal relationships. In this context, parents play a vital role as the primary social educators who influence their children’s character development through the parenting styles they apply. This study aims to describe and analyze parenting styles in relation to the social learning of Generation Alpha children in the context of Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jenawi, Sragen. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with five parents and five children aged 7–12 who actively participate in church activities. The results show that most parents adopt a democratic parenting style characterized by role modeling, two-way communication, logical discipline, and positive reinforcement through praise. In addition, parents actively regulate gadget usage, reflect on their own behaviors, and provide non-digital alternative activities for their children. These practices create a family microsystem environment that supports holistic social learning. In conclusion, active parental involvement using a balanced and adaptive parenting approach in the digital era can effectively foster children’s social competencies. These findings highlight the need for church and community-based support programs to assist parents in contextual and sustainable parenting practices. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membentuk karakteristik unik pada Generasi Alpha, yakni anak-anak yang sejak lahir akrab dengan gawai dan internet. Tingginya keterpaparan terhadap media digital berdampak pada menurunnya keterampilan sosial anak, seperti empati, komunikasi, dan relasi interpersonal. Dalam konteks ini, orang tua memegang peranan penting sebagai pendidik sosial pertama yang dapat membentuk karakter anak melalui pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola asuh orang tua terhadap pembelajaran sosial anak Generasi Alpha di lingkungan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Jenawi, Sragen. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima orang tua dan lima anak usia 7–12 tahun yang aktif mengikuti kegiatan gereja. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis yang diwujudkan melalui keteladanan, komunikasi dua arah, disiplin yang edukatif, serta pemberian pujian sebagai bentuk penguatan positif. Selain itu, orang tua secara aktif mengatur penggunaan gadget dengan bijak, melakukan refleksi terhadap perilaku mereka sendiri, dan menyediakan alternatif kegiatan non-digital bagi anak-anak. Pola pengasuhan ini membentuk lingkungan mikrosistem keluarga yang mendukung proses pembelajaran sosial secara holistik. Kesimpulannya, peran aktif orang tua dengan pendekatan pengasuhan yang seimbang dan adaptif terhadap era digital mampu mengembangkan kemampuan sosial anak secara efektif. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya peran gereja dan komunitas dalam mendukung orang tua melalui program pendampingan pengasuhan yang kontekstual dan berkelanjutan.

TEACHER Jurnal Inovasi Karya Ilmiah GuruVol. 5(2)
Universitas Kristen Indonesia (ID)
Openalex Percentile: Top 82%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.