Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development

Integrating local wisdom into education systems is crucial for preserving cultural identity and enhancing educational quality in the modern era. Madura Island possesses traditional values potentially applicable to pedagogical project management. However, the effective utilization of these values in contemporary pedagogical project management remains poorly understood. Existing research predominantly focuses on specific aspects of the curriculum or teaching methods, such as integrating cultural values into learning materials, employing local wisdom-based teaching methods, and adopting learning approaches contextual to Madurese culture. Still, there is a noticeable gap in the literature regarding how Madurese local wisdom values can be systematically operationalized in education project management, including planning processes that involve local stakeholders, implementation that respects local customs, and evaluation methods rooted in local values. To explore how Madurese cultural values can be effectively utilized in pedagogical project management to create a more in-depth and contextually relevant approach, this study employed a mixed-method approach with a sequential explanatory design. The first phase involved a quantitative survey of 230 education stakeholders in Madura using Structural Equation Modeling (SEM). The second phase included in-depth interviews and participatory observations in five schools, analyzed using NVivo 14. SEM results revealed a significant positive relationship between the integration of Madurese local wisdom values and pedagogical project management effectiveness. Qualitative analysis showed these values strengthen decision-making structures and community commitment to educational projects. This research demonstrates that incorporating Madurese local wisdom values can enhance pedagogical project management effectiveness, making an important contribution to developing a contextualized and sustainable pedagogical project management model. This model has potential applications across various cultural contexts in Indonesia and globally. By adopting this model, education in Madura is expected to be not only more effective but also rich with local cultural values, creating a deep and meaningful learning experience for students. Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan sangat penting untuk menjaga identitas budaya dan meningkatkan kualitas pendidikan di era modern. Pulau Madura memiliki nilai-nilai tradisional yang berpotensi diterapkan dalam manajemen proyek pedagogis. Namun, pemanfaatan nilai-nilai tersebut secara efektif dalam manajemen proyek pedagogis kontemporer masih kurang dipahami. Penelitian yang ada sebagian besar berfokus pada aspek-aspek spesifik kurikulum atau metode pengajaran, seperti mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam materi pembelajaran, menerapkan metode pengajaran berbasis kearifan lokal, dan mengadopsi pendekatan pembelajaran yang kontekstual dengan budaya Madura. Meski begitu, terdapat kesenjangan yang mencolok dalam literatur terkait bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Madura dapat dioperasionalisasikan secara sistematis dalam manajemen proyek pendidikan, termasuk proses perencanaan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal, pelaksanaan yang menghormati adat setempat, dan metode evaluasi yang berakar pada nilai-nilai lokal. Untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai budaya Madura dapat dimanfaatkan secara efektif dalam manajemen proyek pedagogis guna menciptakan pendekatan yang lebih mendalam dan relevan secara kontekstual, penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain eksplanatori berurutan. Tahap pertama melibatkan survei kuantitatif terhadap 230 pemangku kepentingan pendidikan di Madura menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Tahap kedua mencakup wawancara mendalam dan observasi partisipatif di lima sekolah, yang dianalisis menggunakan NVivo 14. Hasil SEM mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi nilai-nilai kearifan lokal Madura dan efektivitas manajemen proyek pedagogis. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa nilai-nilai ini memperkuat struktur pengambilan keputusan dan komitmen masyarakat terhadap proyek pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Madura dapat meningkatkan efektivitas manajemen proyek pedagogis, memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model manajemen proyek pedagogis yang kontekstual dan berkelanjutan. Model ini memiliki potensi penerapan di berbagai konteks budaya di Indonesia dan secara global. Dengan mengadopsi model ini, pendidikan di Madura diharapkan tidak hanya lebih efektif tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya lokal, menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna bagi siswa.

Authors

Publication Details

Journal
el Harakah Jurnal Budaya Islam
Published
2025-06-20
DOI
https://doi.org/10.18860/eh.v27i1.28266
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development

Ahmad Imam Khairi, Jun Surjanti, Nasution Nasution, Shirai Katsuhisa
1 links
el Harakah Jurnal Budaya Islam
Educational Curriculum and Learning Methods
article

Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development

Ahmad Imam Khairi, Jun Surjanti, Nasution Nasution, Shirai Katsuhisa
article en

Abstract

Integrating local wisdom into education systems is crucial for preserving cultural identity and enhancing educational quality in the modern era. Madura Island possesses traditional values potentially applicable to pedagogical project management. However, the effective utilization of these values in contemporary pedagogical project management remains poorly understood. Existing research predominantly focuses on specific aspects of the curriculum or teaching methods, such as integrating cultural values into learning materials, employing local wisdom-based teaching methods, and adopting learning approaches contextual to Madurese culture. Still, there is a noticeable gap in the literature regarding how Madurese local wisdom values can be systematically operationalized in education project management, including planning processes that involve local stakeholders, implementation that respects local customs, and evaluation methods rooted in local values. To explore how Madurese cultural values can be effectively utilized in pedagogical project management to create a more in-depth and contextually relevant approach, this study employed a mixed-method approach with a sequential explanatory design. The first phase involved a quantitative survey of 230 education stakeholders in Madura using Structural Equation Modeling (SEM). The second phase included in-depth interviews and participatory observations in five schools, analyzed using NVivo 14. SEM results revealed a significant positive relationship between the integration of Madurese local wisdom values and pedagogical project management effectiveness. Qualitative analysis showed these values strengthen decision-making structures and community commitment to educational projects. This research demonstrates that incorporating Madurese local wisdom values can enhance pedagogical project management effectiveness, making an important contribution to developing a contextualized and sustainable pedagogical project management model. This model has potential applications across various cultural contexts in Indonesia and globally. By adopting this model, education in Madura is expected to be not only more effective but also rich with local cultural values, creating a deep and meaningful learning experience for students. Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan sangat penting untuk menjaga identitas budaya dan meningkatkan kualitas pendidikan di era modern. Pulau Madura memiliki nilai-nilai tradisional yang berpotensi diterapkan dalam manajemen proyek pedagogis. Namun, pemanfaatan nilai-nilai tersebut secara efektif dalam manajemen proyek pedagogis kontemporer masih kurang dipahami. Penelitian yang ada sebagian besar berfokus pada aspek-aspek spesifik kurikulum atau metode pengajaran, seperti mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam materi pembelajaran, menerapkan metode pengajaran berbasis kearifan lokal, dan mengadopsi pendekatan pembelajaran yang kontekstual dengan budaya Madura. Meski begitu, terdapat kesenjangan yang mencolok dalam literatur terkait bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Madura dapat dioperasionalisasikan secara sistematis dalam manajemen proyek pendidikan, termasuk proses perencanaan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal, pelaksanaan yang menghormati adat setempat, dan metode evaluasi yang berakar pada nilai-nilai lokal. Untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai budaya Madura dapat dimanfaatkan secara efektif dalam manajemen proyek pedagogis guna menciptakan pendekatan yang lebih mendalam dan relevan secara kontekstual, penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain eksplanatori berurutan. Tahap pertama melibatkan survei kuantitatif terhadap 230 pemangku kepentingan pendidikan di Madura menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Tahap kedua mencakup wawancara mendalam dan observasi partisipatif di lima sekolah, yang dianalisis menggunakan NVivo 14. Hasil SEM mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi nilai-nilai kearifan lokal Madura dan efektivitas manajemen proyek pedagogis. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa nilai-nilai ini memperkuat struktur pengambilan keputusan dan komitmen masyarakat terhadap proyek pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Madura dapat meningkatkan efektivitas manajemen proyek pedagogis, memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model manajemen proyek pedagogis yang kontekstual dan berkelanjutan. Model ini memiliki potensi penerapan di berbagai konteks budaya di Indonesia dan secara global. Dengan mengadopsi model ini, pendidikan di Madura diharapkan tidak hanya lebih efektif tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya lokal, menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna bagi siswa.

el Harakah Jurnal Budaya IslamVol. 27(1)
Openalex Percentile: Top 83%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.