Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi: Solusi Mengurangi Kebiasaan Membolos di Kalangan Pelajar

Truancy behavior is a form of student indiscipline that can hurt learning achievement and academic future. The purpose of this study was to determine how the application of group guidance services using discussion techniques to overcome students' truant behavior at Srijaya Negara High School, Palembang. This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design, involving 9 (nine) students of class XI.6 as samples. Then selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through the administration of a pretest and a posttest, which underwent validity and reliability tests. Data analysis was carried out using a paired sample t-test to determine the difference in students' skipping behavior before and after getting group guidance services with discussion techniques. The results of the hypothesis test indicated that the p-value was obtained as <0.001, which means it is smaller than 0.05. The pretest results showed that the average score before being given treatment was 533, while after being given treatment, it became an average of 433. The findings of this study indicate a decrease in truant behavior in students after attending group guidance services with discussion techniques. Future research is recommended to involve a larger sample size and reach different school settings so that the results are more general and can be compared more broadly. ___________________________________________________________________Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk ketidakdisiplinan siswa yang dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar dan masa depan akademiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik diskusi untuk mengatasi perilaku membolos siswa di SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest - posttest design, dengan melibatkan 9 (sembilan) orang siswa kelas XI.6 sebagai sampel. Kemudian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan perilaku membolos siswa sebelum dan sesudah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Hasil uji hipotesis menyatakan diperoleh nilai sig < 0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pretest menunjukkan bahwa skor rata-rata sebelum diberikan perlakuan adalah 533, sedangkan setelah diberikan perlakuan menjadi rata-rata 433. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya penurunan perilaku membolos pada siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar serta menjangkau latar sekolah yang berbeda agar hasilnya lebih general dan dapat dibandingkan secara lebih luas.

Authors

Publication Details

Journal
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN
Published
2025-06-28
DOI
https://doi.org/10.31602/jbkr.v11i1.19569
Primary Topic
Child Development and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi: Solusi Mengurangi Kebiasaan Membolos di Kalangan Pelajar

Elda Dita Felysa Br Tarigan, Silvia AR
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN
Child Development and Education
article

Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi: Solusi Mengurangi Kebiasaan Membolos di Kalangan Pelajar

Elda Dita Felysa Br Tarigan, Silvia AR
article en

Abstract

Truancy behavior is a form of student indiscipline that can hurt learning achievement and academic future. The purpose of this study was to determine how the application of group guidance services using discussion techniques to overcome students' truant behavior at Srijaya Negara High School, Palembang. This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design, involving 9 (nine) students of class XI.6 as samples. Then selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through the administration of a pretest and a posttest, which underwent validity and reliability tests. Data analysis was carried out using a paired sample t-test to determine the difference in students' skipping behavior before and after getting group guidance services with discussion techniques. The results of the hypothesis test indicated that the p-value was obtained as <0.001, which means it is smaller than 0.05. The pretest results showed that the average score before being given treatment was 533, while after being given treatment, it became an average of 433. The findings of this study indicate a decrease in truant behavior in students after attending group guidance services with discussion techniques. Future research is recommended to involve a larger sample size and reach different school settings so that the results are more general and can be compared more broadly. ___________________________________________________________________Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk ketidakdisiplinan siswa yang dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar dan masa depan akademiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik diskusi untuk mengatasi perilaku membolos siswa di SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest - posttest design, dengan melibatkan 9 (sembilan) orang siswa kelas XI.6 sebagai sampel. Kemudian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan perilaku membolos siswa sebelum dan sesudah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Hasil uji hipotesis menyatakan diperoleh nilai sig < 0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pretest menunjukkan bahwa skor rata-rata sebelum diberikan perlakuan adalah 533, sedangkan setelah diberikan perlakuan menjadi rata-rata 433. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya penurunan perilaku membolos pada siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar serta menjangkau latar sekolah yang berbeda agar hasilnya lebih general dan dapat dibandingkan secara lebih luas.

JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMANVol. 11(1)
Openalex Percentile: Top 83%
Child Development and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.