Integrating the values of Islamic Religious Education in the daily lives of rural families: a gender study

This study explores how values of Islamic Religious Education (IRE) are integrated into the everyday lives of rural Indonesian families, focusing particularly on gender dynamics and coping strategies in response to contemporary challenges such as social media influence, urbanization, and shifting lifestyles. Employing a qualitative design, data were gathered through participatory observation and in-depth interviews with male and female family members across multiple generations. Guided by a feminist analytical framework, thematic and gender-comparative analyses reveal that core IRE values—tawḥīd (the Oneness of Allah), noble character, ritual worship, social ethics, and the pursuit of knowledge—are deeply embedded in all aspects of family life: women predominantly drive religious education within the home, while men more often lead communal religious practices. Despite modern pressures, rural families demonstrate resilience and adaptability by holding regular family discussions on digital media use, supervising children’s online activities, and preserving traditional religious customs. The novelty of this research lies in its holistic integration of gender analysis within a rural setting combined with an explicit focus on contemporary socio-cultural challenges, offering empirically grounded insights for the development of responsive Islamic education policies and programs. Penelitian ini berfokus pada bagaimana nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari keluarga pedesaan di Indonesia, dengan menitikberatkan pada perbedaan peran gender dan respons terhadap tantangan kontemporer—termasuk pengaruh media sosial, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup. Tujuan studi adalah mendapatkan gambaran komprehensif tentang dinamika transmisi nilai keagamaan dalam setting tradisional dan merumuskan strategi yang tepat untuk pelestarian serta pengembangan PAI di era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota keluarga pedesaan—laki-laki dan perempuan—dari berbagai generasi. Analisis dilakukan dengan kerangka Feminist Approach, memadukan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai dan analisis komparatif gender untuk menelaah perbedaan kontribusi masing-masing gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai PAI—seperti tauhid, akhlak mulia, kewajiban ibadah, etika sosial, dan pentingnya ilmu—telah menjiwai setiap aspek kehidupan keluarga, membentuk landasan moral yang kuat. Perempuan memainkan peran sentral dalam pendidikan agama di ranah domestik, sementara laki-laki lebih aktif memimpin praktik keagamaan di ruang publik. Di samping itu, keluarga pedesaan terbukti resilien dan adaptif; mereka mengadakan diskusi keluarga untuk membahas dampak media sosial, mengawasi konten digital anak, dan mempertahankan tradisi keagamaan sebagai upaya menjaga kesinambungan nilai di tengah modernitas. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi analisis gender yang mendalam dalam konteks pedesaan sekaligus penekanan pada tantangan kontemporer, sehingga memberikan landasan empiris untuk merancang kebijakan dan program Pendidikan Agama Islam yang relevan dan responsif terhadap perubahan sosial zaman sekarang

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.18326/ijims.v15i1.57-83
Citations
1
Primary Topic
Education and Islamic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
8.93
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Integrating the values of Islamic Religious Education in the daily lives of rural families: a gender study

Muamar Asykur, Wan Mohd Ashraf Adlin Wan Draman, Simpson Hr, Nur Syamsiah et al.
1 citations
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Education and Islamic Studies
8.93
article

Integrating the values of Islamic Religious Education in the daily lives of rural families: a gender study

Muamar Asykur, Wan Mohd Ashraf Adlin Wan Draman, Simpson Hr, Nur Syamsiah, Abdul Rahman
article en
1 citations

Abstract

This study explores how values of Islamic Religious Education (IRE) are integrated into the everyday lives of rural Indonesian families, focusing particularly on gender dynamics and coping strategies in response to contemporary challenges such as social media influence, urbanization, and shifting lifestyles. Employing a qualitative design, data were gathered through participatory observation and in-depth interviews with male and female family members across multiple generations. Guided by a feminist analytical framework, thematic and gender-comparative analyses reveal that core IRE values—tawḥīd (the Oneness of Allah), noble character, ritual worship, social ethics, and the pursuit of knowledge—are deeply embedded in all aspects of family life: women predominantly drive religious education within the home, while men more often lead communal religious practices. Despite modern pressures, rural families demonstrate resilience and adaptability by holding regular family discussions on digital media use, supervising children’s online activities, and preserving traditional religious customs. The novelty of this research lies in its holistic integration of gender analysis within a rural setting combined with an explicit focus on contemporary socio-cultural challenges, offering empirically grounded insights for the development of responsive Islamic education policies and programs. Penelitian ini berfokus pada bagaimana nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari keluarga pedesaan di Indonesia, dengan menitikberatkan pada perbedaan peran gender dan respons terhadap tantangan kontemporer—termasuk pengaruh media sosial, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup. Tujuan studi adalah mendapatkan gambaran komprehensif tentang dinamika transmisi nilai keagamaan dalam setting tradisional dan merumuskan strategi yang tepat untuk pelestarian serta pengembangan PAI di era modern. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota keluarga pedesaan—laki-laki dan perempuan—dari berbagai generasi. Analisis dilakukan dengan kerangka Feminist Approach, memadukan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai dan analisis komparatif gender untuk menelaah perbedaan kontribusi masing-masing gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai PAI—seperti tauhid, akhlak mulia, kewajiban ibadah, etika sosial, dan pentingnya ilmu—telah menjiwai setiap aspek kehidupan keluarga, membentuk landasan moral yang kuat. Perempuan memainkan peran sentral dalam pendidikan agama di ranah domestik, sementara laki-laki lebih aktif memimpin praktik keagamaan di ruang publik. Di samping itu, keluarga pedesaan terbukti resilien dan adaptif; mereka mengadakan diskusi keluarga untuk membahas dampak media sosial, mengawasi konten digital anak, dan mempertahankan tradisi keagamaan sebagai upaya menjaga kesinambungan nilai di tengah modernitas. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi analisis gender yang mendalam dalam konteks pedesaan sekaligus penekanan pada tantangan kontemporer, sehingga memberikan landasan empiris untuk merancang kebijakan dan program Pendidikan Agama Islam yang relevan dan responsif terhadap perubahan sosial zaman sekarang

Indonesian Journal of Islam and Muslim SocietiesVol. 15(1)
Management and Science University (MY), Universitas Tidar (ID), Universitas Islam Makassar (ID)
Openalex Percentile: Top 4%
Education and Islamic Studies
8.93
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.