Impact of Weather Variability on the Income of Salt Farmers (Case Study: Rawa Urip Village, Pangenan District, Cirebon Regency)

Weather variability has adversely impacted the agricultural and marine sectors. In Cirebon Regency, especially Rawa Urip Village, extreme rainfall illustrates this variability and is suspected to reduce salt production, which heavily depends on weather conditions. Consequently, salt production and business revenues have declined, prompting farmers to adapt. Data were collected through purposive interviews with 52 smallholder salt farmers meeting predefined criteria. The study applied income analysis, paired t-tests, and quantitative descriptive analysis. Results showed significant differences in farmers’ income between normal and variable weather conditions. The most common adaptation strategies involved social coping mechanisms, including borrowing from relatives, receiving remittances, and taking loans from neighbours and farmer group members. Variabilitas cuaca telah memberikan pengaruh negatif terhadap sektor pertanian dan kelautan. Kejadian cuaca ekstrim berupa curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Cirebon terutama di Desa Rawa Urip merupakan wujud dari adanya variabilitas cuaca. Variabilitas cuaca yang terjadi diduga berdampak pada proses produksi garam karena garam merupakan komoditas yang sangat tergantung terhadap kondisi cuaca. Produksi garam menurun karena variabilitas cuaca yang berimbas pada penurunan pendapatan usaha tambak garam. Variabilitas cuaca juga mendorong petani garam untuk mampu beradaptasi. Adaptasi yang dilakukan petani garam bervariasi dan kemampuan adaptasi tersebut berpengaruh terhadap keberlanjutan penghidupan petani garam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan, uji t berpasangan, serta analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani garam saat kondisi normal dan saat kondisi variabilitas cuaca. Adaptasi yang banyak dilakukan petani garam dalam menghadapi variabilitas cuaca berupa adaptasi sosial dengan mengandalkan pinjaman kepada kerabat, mengandalkan kiriman keluarga, meminjam uang ke anggota kelompok tani, serta mengandalkan pinjaman ke tetangga.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics
Published
2025-06-28
DOI
https://doi.org/10.29244/ijaree.v4i1.58075
Primary Topic
Agricultural Development and Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Impact of Weather Variability on the Income of Salt Farmers (Case Study: Rawa Urip Village, Pangenan District, Cirebon Regency)

Nuva Nuva, Nia Kurniawati Hidayat, Heni Wahyuni Ayuningsih
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics
Agricultural Development and Management
article

Impact of Weather Variability on the Income of Salt Farmers (Case Study: Rawa Urip Village, Pangenan District, Cirebon Regency)

Nuva Nuva, Nia Kurniawati Hidayat, Heni Wahyuni Ayuningsih
article en

Abstract

Weather variability has adversely impacted the agricultural and marine sectors. In Cirebon Regency, especially Rawa Urip Village, extreme rainfall illustrates this variability and is suspected to reduce salt production, which heavily depends on weather conditions. Consequently, salt production and business revenues have declined, prompting farmers to adapt. Data were collected through purposive interviews with 52 smallholder salt farmers meeting predefined criteria. The study applied income analysis, paired t-tests, and quantitative descriptive analysis. Results showed significant differences in farmers’ income between normal and variable weather conditions. The most common adaptation strategies involved social coping mechanisms, including borrowing from relatives, receiving remittances, and taking loans from neighbours and farmer group members. Variabilitas cuaca telah memberikan pengaruh negatif terhadap sektor pertanian dan kelautan. Kejadian cuaca ekstrim berupa curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Cirebon terutama di Desa Rawa Urip merupakan wujud dari adanya variabilitas cuaca. Variabilitas cuaca yang terjadi diduga berdampak pada proses produksi garam karena garam merupakan komoditas yang sangat tergantung terhadap kondisi cuaca. Produksi garam menurun karena variabilitas cuaca yang berimbas pada penurunan pendapatan usaha tambak garam. Variabilitas cuaca juga mendorong petani garam untuk mampu beradaptasi. Adaptasi yang dilakukan petani garam bervariasi dan kemampuan adaptasi tersebut berpengaruh terhadap keberlanjutan penghidupan petani garam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan, uji t berpasangan, serta analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani garam saat kondisi normal dan saat kondisi variabilitas cuaca. Adaptasi yang banyak dilakukan petani garam dalam menghadapi variabilitas cuaca berupa adaptasi sosial dengan mengandalkan pinjaman kepada kerabat, mengandalkan kiriman keluarga, meminjam uang ke anggota kelompok tani, serta mengandalkan pinjaman ke tetangga.

Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental EconomicsVol. 4(1)
IPB University (ID), China First Heavy Industries (China) (CN)
Openalex Percentile: Top 77%
Agricultural Development and Management
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.