Analisis Kesuburan Tanah pada Berbagai Kerapatan Tajuk di Jasinga Silvikulture Teaching Industry
Abstract Jasinga Silviculture Teaching Industry is a forest area specifically used as a research forest in mixed stands forest plantation. This forest area must pay attention to the soil's sustainability and fertility. This research aims to analyze soil fertility based on the physical and chemical properties of the soil at various canopy densities. Crown density was measured using a spherical densitometer. Soil samples were taken at three points diagonally in plots measuring 20 m × 20 m based on low, medium, and high canopy density. The parameters used to determine soil fertility are soil texture, pH, C-organic, potential P2O5, potential K2O, exchangeable cations, cation exchange capacity, and base saturation. The research results showed that the soil conditions under the tree canopy covers had varying soil textures from dust to sandy loam, acid soil pH, low until very low C-organic, low P2O5, low exchangeable cations, moderate until high K2O, and very low base saturation. The CEC value at low, medium, and high canopy density was very high, with 50.30 me/100 g, 52.96 me/100 g, and 53.93 me/100 g, respectively. The soil fertility status at each canopy density has the same results: soil fertility is classified as low. Keywords: Forest plantations, fertility, soil nutrients, CEC Abstrak Jasinga Silviculture Teaching Industry merupakan kawasan hutan yang dimanfaatkan secara khusus menjadi hutan penelitian di kawasan hutan tanaman tegakan campuran. Kawasan hutan ini harus tetap memperhatikan kelestarian dan kesuburan tanahnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesuburan tanah berdasarkan sifat fisik dan kimia tanah pada berbagai kerapatan tajuk. Kerapatan tajuk diukur menggunakan spherical densiometer. Sampel tanah diambil di tiga titik secara diagonal pada petak berukuran 20 m × 20 m berdasarkan kerapatan tajuk rendah, sedang, dan tinggi. Parameter yang digunakan untuk menentukan kesuburan tanah yaitu tekstur tanah, pH tanah, C-organik, P2O5 potensial, K2O potensial, kation yang dapat ditukar, kapasitas tukar kation, dan kejenuhan basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tanah di ketiga tutupan tajuk memiliki tekstur tanah beragam dari debu hingga lempung berpasir, pH tanah masam, C-organik yang rendah hingga sangat rendah, P2O5 yang sangat rendah, dan kation dapat ditukar yang rendah, K2O yang sedang hingga tinggi, dan kejenuhan basa yang sangat rendah. Nilai KTK pada kerapatan tajuk rendah, sedang, dan tinggi tergolong sangat tinggi dengan nilai berturut-turut 50,30 me/100 g, 52,96 me/100 g, dan 53,93 me/100 g. Status kesuburan tanah di setiap kerapatan tajuk memiliki hasil yang sama, yaitu kesuburan tanah yang tergolong rendah. Kata kunci: Hutan tanaman, kesuburan, hara tanah, KTK
Authors
- Nina Mindawati (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-7368-1351)
- Omo Rusdiana (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-7876-9210)
- Navista Arumtanzia
Publication Details
- Journal
- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
- Published
- 2024-12-30
- DOI
- https://doi.org/10.59465/jpht.v21i2.366
- Primary Topic
- 3D Modeling in Geospatial Applications
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00