Potensi Jenis Tanaman Pangan Tahunan di Zona Penyangga Kawasan Hutan untuk Ibu Kota Negara Baru: Sebuah Analisis Keberlanjutan Secara Sosial, Ekonomi dan Ekologis

Abstract Rice cultivation has proven less profitable due to landscape incompatibility in forest-surrounded areas and high pest prevalence. Most local communities in the Kayan Sembakung area, which is prioritized for food buffers, prefer cultivating perennial crops over the government’s commodity directives. Therefore, it is essential to identify suitable perennial food commodities that align with community preferences, social conditions, and economic, and ecological factors to support the National Capital (IKN) food buffer program. This study aims to identify superior, socially acceptable, economically viable, and ecologically suitable commodities. Primary and secondary data were analyzed using locations quotient, observation, and cost-benefit analysis. Superior commodities across research locations showed considerable diversity, which could be well-identified using triangulation methods, specifically location quotient, interview, and observation. The research reveals that perennial food commodities, specifically Citrus nobilis (mandarin oranges), Citrus aurantifolia (lime), Psidium guajava (guava), Piper nigrum (pepper), and Coffea liberica. (Liberica coffee) exhibit development potential, though technical cultivation assistance, marketing support, and scale enhancement are still required. Perennial food crops demonstrated better resilience in agricultural land characterized by alluvial soil, thin peat and moderate peat, tidal swamps, and seasonal flooding. Annual food crops should be prioritized as key commodities in regional food buffer programs in forest buffer zones to ensure sustainability. Keywords: Farming business, perennial crops, triangulation, sustainable analysis Abstrak Budidaya padi terbukti kurang menguntungkan karena ketidaksesuaian lanskap di kawasan yang dikelilingi hutan dan tingginya prevalensi hama. Sebagian besar masyarakat lokal di daerah kawasan Delta Kayan Sembakung, daerah yang diprioritaskan untuk penyangga pangan, lebih memilih budidaya tanaman tahunan dibandingkan arahan komoditas dari pemerintah. Oleh karena itu, perlu identifikasi komoditas pangan tahunan yang sesuai dengan preferensi, kondisi sosial masyarakat, ekonomi, dan ekologinya untuk mendukung program penyangga pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi komoditas unggulan yang dapat diterima secara sosial, layak secara ekonomi, dan sesuai secara ekologis. Data primer dan sekunder dianalisis menggunakan location quotient, observasi, dan cost benefit analysis. Komoditas unggulan di lokasi penelitian menunjukkan beragam, yang dapat diidentifikasi menggunakan metode triangulasi khususnya location quotient, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas pangan tahunan seperti Citrus nobilis (jeruk siam), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Psidium guajava (jambu biji), Piper nigrum (lada), dan Coffea liberica. (kopi liberika) berpotensi untuk dikembangkan, namun masih memerlukan pendampingan baik dalam teknik budidaya, pemasaran, dan peningkatan skala usahanya. Tanaman pangan tahunan mampu tumbuh baik di areal tanah aluvial, gambut tipis, dan gambut sedang, rawa pasang surut, dan banjir musiman. Tanaman pangan tahunan dapat menjadi komoditas prioritas pada program daerah penyangga pangan di atas zona penyangga kawasan hutan agar dapat berkelanjutan. Kata kunci: Usaha tani, pangan tahunan, triangulasi, pertanian berkelanjutan

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Published
2024-12-30
DOI
https://doi.org/10.59465/jpht.v21i2.436
Primary Topic
Food Security and Socioeconomic Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Potensi Jenis Tanaman Pangan Tahunan di Zona Penyangga Kawasan Hutan untuk Ibu Kota Negara Baru: Sebuah Analisis Keberlanjutan Secara Sosial, Ekonomi dan Ekologis

Dian Charity Hidayat, Dony Rachmanadi, Surati Surati, Tri Astuti Wisudayati et al.
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Food Security and Socioeconomic Dynamics
article

Potensi Jenis Tanaman Pangan Tahunan di Zona Penyangga Kawasan Hutan untuk Ibu Kota Negara Baru: Sebuah Analisis Keberlanjutan Secara Sosial, Ekonomi dan Ekologis

Dian Charity Hidayat, Dony Rachmanadi, Surati Surati, Tri Astuti Wisudayati, Shine Pintor Siolemba Patiro, Kresno Agus Hendarto, Dewi Ratna Kurnia Sari, Supriadi Supriadi, A Susianto, Agus Hendarto
article en

Abstract

Abstract Rice cultivation has proven less profitable due to landscape incompatibility in forest-surrounded areas and high pest prevalence. Most local communities in the Kayan Sembakung area, which is prioritized for food buffers, prefer cultivating perennial crops over the government’s commodity directives. Therefore, it is essential to identify suitable perennial food commodities that align with community preferences, social conditions, and economic, and ecological factors to support the National Capital (IKN) food buffer program. This study aims to identify superior, socially acceptable, economically viable, and ecologically suitable commodities. Primary and secondary data were analyzed using locations quotient, observation, and cost-benefit analysis. Superior commodities across research locations showed considerable diversity, which could be well-identified using triangulation methods, specifically location quotient, interview, and observation. The research reveals that perennial food commodities, specifically Citrus nobilis (mandarin oranges), Citrus aurantifolia (lime), Psidium guajava (guava), Piper nigrum (pepper), and Coffea liberica. (Liberica coffee) exhibit development potential, though technical cultivation assistance, marketing support, and scale enhancement are still required. Perennial food crops demonstrated better resilience in agricultural land characterized by alluvial soil, thin peat and moderate peat, tidal swamps, and seasonal flooding. Annual food crops should be prioritized as key commodities in regional food buffer programs in forest buffer zones to ensure sustainability. Keywords: Farming business, perennial crops, triangulation, sustainable analysis Abstrak Budidaya padi terbukti kurang menguntungkan karena ketidaksesuaian lanskap di kawasan yang dikelilingi hutan dan tingginya prevalensi hama. Sebagian besar masyarakat lokal di daerah kawasan Delta Kayan Sembakung, daerah yang diprioritaskan untuk penyangga pangan, lebih memilih budidaya tanaman tahunan dibandingkan arahan komoditas dari pemerintah. Oleh karena itu, perlu identifikasi komoditas pangan tahunan yang sesuai dengan preferensi, kondisi sosial masyarakat, ekonomi, dan ekologinya untuk mendukung program penyangga pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi komoditas unggulan yang dapat diterima secara sosial, layak secara ekonomi, dan sesuai secara ekologis. Data primer dan sekunder dianalisis menggunakan location quotient, observasi, dan cost benefit analysis. Komoditas unggulan di lokasi penelitian menunjukkan beragam, yang dapat diidentifikasi menggunakan metode triangulasi khususnya location quotient, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas pangan tahunan seperti Citrus nobilis (jeruk siam), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Psidium guajava (jambu biji), Piper nigrum (lada), dan Coffea liberica. (kopi liberika) berpotensi untuk dikembangkan, namun masih memerlukan pendampingan baik dalam teknik budidaya, pemasaran, dan peningkatan skala usahanya. Tanaman pangan tahunan mampu tumbuh baik di areal tanah aluvial, gambut tipis, dan gambut sedang, rawa pasang surut, dan banjir musiman. Tanaman pangan tahunan dapat menjadi komoditas prioritas pada program daerah penyangga pangan di atas zona penyangga kawasan hutan agar dapat berkelanjutan. Kata kunci: Usaha tani, pangan tahunan, triangulasi, pertanian berkelanjutan

Jurnal Penelitian Hutan TanamanVol. 21(2)
Openalex Percentile: Top 44%
Food Security and Socioeconomic Dynamics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.