Pendugaan Keterkaitan antara Kerusakan Pohon dan Faktor Keamanan Pohon

Abstract Trees play a vital role in maintaining ecosystem balance. Internal and external factors can damage trees, ultimately affecting their structural stability. The Bogor Botanical Garden (BBG), recognized as the oldest botanical garden in Southeast Asia, attracts many visitors daily. Tree damage caused by biotic and abiotic factors may increase the risk of hazards to visitors. Therefore, preventive measures to mitigate the risk of a fallen tree are essential. Therefore, analyzing the correlation between tree damage and safety factors is necessary to predict potential risks. Observations were conducted on trees within four clusters to determine the tree damage index, based on recorded data including location, type, and severity of damage, resulting in four categories of damage. Sixteen selected target trees were further analyzed to assess their safety factor values. The result indicated that the majority of trees were categorized as healthy. The correlation between the damage index and the safety factor was 0.6, suggesting a moderately strong relationship; however, additional influencing factors should be considered. This study recommends further research on crown density for each tree species and improvement of the Forest Health Monitoring (FHM) methodology used to estimate tree damage index values. Keywords: Monitoring, tree health, risk, tree stability Abstrak Pohon memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem. Faktor internal dan faktor eksternal dapat menyebabkan kerusakan pohon yang pada akhirnya akan mengganggu kestabilan pohon. Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan kebun raya tertua di Asia Tenggara yang menarik banyak wisatawan setiap harinya. Kerusakan yang terjadi pada pohon akibat faktor biotik maupun abiotik dapat meningkatkan resiko ancaman pada pengunjung. Hal ini menyebabkan perlunya dilakukan tindakan pencegahan tumbangnya pohon, oleh karena itu perlu dilakukan analisis hubungan antara kerusakan dengan faktor keamanan pohon untuk memprediksi risiko yang dapat ditimbulkan. Pengamatan dilakukan pada pohon-pohon di empat klaster untuk menentukan nilai indeks kerusakan pohon dengan mencatat lokasi, jenis, dan tingkat keparahan kerusakan pohon yang menghasilkan empat kategori kerusakan. Enam belas pohon target digunakan untuk menganalisis nilai faktor keamanan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pohon berada dalam kategori sehat. Korelasi antara nilai indeks kerusakan dengan safety factor menunjukkan nilai 0,6 yang berarti korelasi antara keduanya cukup kuat, namun masih ada faktor lain yang memengaruhi yang harus dipertimbangkan. Penelitian ini menyarankan agar dilakukan pengembangan penelitian kerapatan tajuk pada pohon-pohon yang lebih spesifik dan perbaikan metode Forest Health Monitoring yang digunakan untuk mengestimasi nilai indeks kerusakan pohon. Kata kunci: Pemantauan, kesehatan pohon, risiko, stabilitas pohon

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.59465/jpht.v22i1.583
Primary Topic
Management and Optimization Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pendugaan Keterkaitan antara Kerusakan Pohon dan Faktor Keamanan Pohon

Arief Noor Rachmadiyanto, Elis Nina Herliyana, Erianto Indra Putra, Safira Nabawiah
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Management and Optimization Techniques
article

Pendugaan Keterkaitan antara Kerusakan Pohon dan Faktor Keamanan Pohon

Arief Noor Rachmadiyanto, Elis Nina Herliyana, Erianto Indra Putra, Safira Nabawiah
article en

Abstract

Abstract Trees play a vital role in maintaining ecosystem balance. Internal and external factors can damage trees, ultimately affecting their structural stability. The Bogor Botanical Garden (BBG), recognized as the oldest botanical garden in Southeast Asia, attracts many visitors daily. Tree damage caused by biotic and abiotic factors may increase the risk of hazards to visitors. Therefore, preventive measures to mitigate the risk of a fallen tree are essential. Therefore, analyzing the correlation between tree damage and safety factors is necessary to predict potential risks. Observations were conducted on trees within four clusters to determine the tree damage index, based on recorded data including location, type, and severity of damage, resulting in four categories of damage. Sixteen selected target trees were further analyzed to assess their safety factor values. The result indicated that the majority of trees were categorized as healthy. The correlation between the damage index and the safety factor was 0.6, suggesting a moderately strong relationship; however, additional influencing factors should be considered. This study recommends further research on crown density for each tree species and improvement of the Forest Health Monitoring (FHM) methodology used to estimate tree damage index values. Keywords: Monitoring, tree health, risk, tree stability Abstrak Pohon memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem. Faktor internal dan faktor eksternal dapat menyebabkan kerusakan pohon yang pada akhirnya akan mengganggu kestabilan pohon. Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan kebun raya tertua di Asia Tenggara yang menarik banyak wisatawan setiap harinya. Kerusakan yang terjadi pada pohon akibat faktor biotik maupun abiotik dapat meningkatkan resiko ancaman pada pengunjung. Hal ini menyebabkan perlunya dilakukan tindakan pencegahan tumbangnya pohon, oleh karena itu perlu dilakukan analisis hubungan antara kerusakan dengan faktor keamanan pohon untuk memprediksi risiko yang dapat ditimbulkan. Pengamatan dilakukan pada pohon-pohon di empat klaster untuk menentukan nilai indeks kerusakan pohon dengan mencatat lokasi, jenis, dan tingkat keparahan kerusakan pohon yang menghasilkan empat kategori kerusakan. Enam belas pohon target digunakan untuk menganalisis nilai faktor keamanan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pohon berada dalam kategori sehat. Korelasi antara nilai indeks kerusakan dengan safety factor menunjukkan nilai 0,6 yang berarti korelasi antara keduanya cukup kuat, namun masih ada faktor lain yang memengaruhi yang harus dipertimbangkan. Penelitian ini menyarankan agar dilakukan pengembangan penelitian kerapatan tajuk pada pohon-pohon yang lebih spesifik dan perbaikan metode Forest Health Monitoring yang digunakan untuk mengestimasi nilai indeks kerusakan pohon. Kata kunci: Pemantauan, kesehatan pohon, risiko, stabilitas pohon

Jurnal Penelitian Hutan TanamanVol. 22(1)
IPB University (ID)
Openalex Percentile: Top 77%
Management and Optimization Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.