JATI DIRI PEREMPUAN KEI YANG TERLUPAKAN (STUDI TENTANG PERUBAHAN IDENTITAS BUDAYA DAN PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN NILAI ADAT, MASYARAKAT ADAT KEI, MALUKU TENGGARA)

Kei women traditionally embody a gentle, calm, and conciliatory identity, as reflected in the legendary figure of Nén Ditsakmas. However, in today’s era of modernization, this identity is increasingly forgotten and eroded by social and cultural changes that bring individualistic values and lifestyles divergent from ancestral traditions. This study aims to examine the role of Kei women in managing customary knowledge and how changes in cultural identity affect the preservation of traditional values. A qualitative method involving in-depth interviews, participatory observation, and analysis of customary documents was used to reveal these dynamics. The results show that although the traditional identity of Kei women is fading, their role in upholding customary norms and social harmony remains significant. The research findings indicate that although the traditional identity of Kei women is beginning to fade, their role in maintaining customary norms and social harmony remains significant. Younger generations of Kei women experience a shift in identity, tending to prioritize education, employment, and economic mobility over involvement in traditional activities. Nonetheless, they continue to play an important role in upholding social norms, conducting traditional ceremonies, mediating conflicts, and passing down cultural values to the younger generation. This participation takes on a more hidden form and adapts to ongoing social changes, reflecting the continued role of women in preserving community harmony. ABSTRAKPerempuan Kei secara tradisional mencerminkan jati diri yang lembut, tenang, dan mendamaikan, sebagaimana tergambar pada sosok legendaris Nén Ditsakmas. Namun, dalam era modernisasi saat ini, jati diri perempuan Kei tersebut mulai terlupakan dan tergerus oleh perubahan sosial dan budaya yang membawa nilai-nilai individualistik serta gaya hidup yang berbeda dari tradisi leluhur. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran perempuan Kei dalam pengelolaan pengetahuan adat dan bagaimana perubahan identitas budaya memengaruhi pelestarian nilai-nilai tradisional. Metode kualitatif dengan wawancara mendalam, dan observasi partisipatif digunakan untuk mengungkap dinamika tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jati diri tradisional perempuan Kei mulai memudar, peran mereka dalam menjaga norma adat dan menjaga harmoni sosial masih signifikan. Perempuan Kei generasi muda mengalami pergeseran identitas, dengan kecenderungan lebih memprioritaskan pendidikan, pekerjaan, dan mobilitas ekonomi dibanding keterlibatan dalam aktivitas adat. Meskipun demikian, mereka tetap memainkan peran penting dalam menjaga norma sosial dan pelaksanaan upacara adat, mediasi konflik, serta pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Partisipasi ini berlangsung dalam bentuk yang lebih tersembunyi dan menyesuaikan diri dengan perubahan sosial yang terjadi, mencerminkan keberlanjutan peran perempuan dalam menjaga harmoni komunitas.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Published
2025-06-28
DOI
https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5738
Primary Topic
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

JATI DIRI PEREMPUAN KEI YANG TERLUPAKAN (STUDI TENTANG PERUBAHAN IDENTITAS BUDAYA DAN PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN NILAI ADAT, MASYARAKAT ADAT KEI, MALUKU TENGGARA)

Jhosephin Virani Triani Rahail, Tri Ngugroho Emanuel Widayat
1 links
SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Cultural and Religious Practices in Indonesia
article

JATI DIRI PEREMPUAN KEI YANG TERLUPAKAN (STUDI TENTANG PERUBAHAN IDENTITAS BUDAYA DAN PERAN PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN NILAI ADAT, MASYARAKAT ADAT KEI, MALUKU TENGGARA)

Jhosephin Virani Triani Rahail, Tri Ngugroho Emanuel Widayat
article en

Abstract

Kei women traditionally embody a gentle, calm, and conciliatory identity, as reflected in the legendary figure of Nén Ditsakmas. However, in today’s era of modernization, this identity is increasingly forgotten and eroded by social and cultural changes that bring individualistic values and lifestyles divergent from ancestral traditions. This study aims to examine the role of Kei women in managing customary knowledge and how changes in cultural identity affect the preservation of traditional values. A qualitative method involving in-depth interviews, participatory observation, and analysis of customary documents was used to reveal these dynamics. The results show that although the traditional identity of Kei women is fading, their role in upholding customary norms and social harmony remains significant. The research findings indicate that although the traditional identity of Kei women is beginning to fade, their role in maintaining customary norms and social harmony remains significant. Younger generations of Kei women experience a shift in identity, tending to prioritize education, employment, and economic mobility over involvement in traditional activities. Nonetheless, they continue to play an important role in upholding social norms, conducting traditional ceremonies, mediating conflicts, and passing down cultural values to the younger generation. This participation takes on a more hidden form and adapts to ongoing social changes, reflecting the continued role of women in preserving community harmony. ABSTRAKPerempuan Kei secara tradisional mencerminkan jati diri yang lembut, tenang, dan mendamaikan, sebagaimana tergambar pada sosok legendaris Nén Ditsakmas. Namun, dalam era modernisasi saat ini, jati diri perempuan Kei tersebut mulai terlupakan dan tergerus oleh perubahan sosial dan budaya yang membawa nilai-nilai individualistik serta gaya hidup yang berbeda dari tradisi leluhur. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran perempuan Kei dalam pengelolaan pengetahuan adat dan bagaimana perubahan identitas budaya memengaruhi pelestarian nilai-nilai tradisional. Metode kualitatif dengan wawancara mendalam, dan observasi partisipatif digunakan untuk mengungkap dinamika tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jati diri tradisional perempuan Kei mulai memudar, peran mereka dalam menjaga norma adat dan menjaga harmoni sosial masih signifikan. Perempuan Kei generasi muda mengalami pergeseran identitas, dengan kecenderungan lebih memprioritaskan pendidikan, pekerjaan, dan mobilitas ekonomi dibanding keterlibatan dalam aktivitas adat. Meskipun demikian, mereka tetap memainkan peran penting dalam menjaga norma sosial dan pelaksanaan upacara adat, mediasi konflik, serta pewarisan nilai budaya kepada generasi muda. Partisipasi ini berlangsung dalam bentuk yang lebih tersembunyi dan menyesuaikan diri dengan perubahan sosial yang terjadi, mencerminkan keberlanjutan peran perempuan dalam menjaga harmoni komunitas.

SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPSVol. 5(2)
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Openalex Percentile: Top 82%
Cultural and Religious Practices in Indonesia
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.