Calligraffiti on Sarong: The Challenges of Contemporary Batik Creativity in Santri Culture

Calligraphy as motifs on sarongs in the santri environment is a challenge because batik motifs with calligraphy are prone to resemble writing that has a sacred meaning and makes the user feel sorry when wearing it. The purpose of this study is to analyze the creative response of contemporary batik artist, Abyan Farazdaq, in creating the motif “calligrafitty”, which is a combination of calligraphy and graffity aesthetics on sarong which is a product of santri culture. The research uses a qualitative approach on Abyan Farazdaq’s batik artwork by collecting data through observation, interviews and visual documentation of artworks. This research show that the artist created a calligraphy pattern, so that the motif cannot be read literally in order to maintain the cultural ethics of sarong users. As a result, the calligraphy motif becomes a form of visual adaptation that maintains the identity of the students and enriches the expression of contemporary batik art. Kaligrafi di Sarung: Tantangan Kreativitas Batik Kontemporer dalam Budaya Santri. Penggunaan motif kaligrafi pada sarung di lingkungan santri menjadi tantangan karena motif batik dengan kaligrafi rentan menyerupai tulisan yang memiliki makna sakral dan membuat penggunanya merasa iba ketika mengenakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa respons kreatif seniman batik kontemporer, Abyan Farazdaq, dalam menciptakan motif “kaligrafiti”, yang merupakan kombinasi antara kaligrafi dan estetika graffiti pada sarung yang menjadi produk budaya santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif pada karya seni batik Abyan Farazdaq dengan menghimpun data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi visual karya seni. Temuan menunjukkan bahwa seniman menciptakan pola kaligrafiti agar motif tidak terbaca secara literal demi menjaga etika budaya pengguna sarung. Hasilnya, motif Kaligrafiti menjadi bentuk adaptasi visual yang mempertahankan identitas santri serta memperkaya ekspresi seni batik kontemporer.

Authors

Publication Details

Journal
Journal of Urban Society s Arts
Published
2025-06-28
DOI
https://doi.org/10.24821/jousa.v12i1.13284
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Calligraffiti on Sarong: The Challenges of Contemporary Batik Creativity in Santri Culture

Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, Ach. Saidika Taufiqur'anam, Sindung Tjahyadi
Journal of Urban Society s Arts
Cultural and Artistic Studies
article

Calligraffiti on Sarong: The Challenges of Contemporary Batik Creativity in Santri Culture

Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, Ach. Saidika Taufiqur'anam, Sindung Tjahyadi
article en

Abstract

Calligraphy as motifs on sarongs in the santri environment is a challenge because batik motifs with calligraphy are prone to resemble writing that has a sacred meaning and makes the user feel sorry when wearing it. The purpose of this study is to analyze the creative response of contemporary batik artist, Abyan Farazdaq, in creating the motif “calligrafitty”, which is a combination of calligraphy and graffity aesthetics on sarong which is a product of santri culture. The research uses a qualitative approach on Abyan Farazdaq’s batik artwork by collecting data through observation, interviews and visual documentation of artworks. This research show that the artist created a calligraphy pattern, so that the motif cannot be read literally in order to maintain the cultural ethics of sarong users. As a result, the calligraphy motif becomes a form of visual adaptation that maintains the identity of the students and enriches the expression of contemporary batik art. Kaligrafi di Sarung: Tantangan Kreativitas Batik Kontemporer dalam Budaya Santri. Penggunaan motif kaligrafi pada sarung di lingkungan santri menjadi tantangan karena motif batik dengan kaligrafi rentan menyerupai tulisan yang memiliki makna sakral dan membuat penggunanya merasa iba ketika mengenakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa respons kreatif seniman batik kontemporer, Abyan Farazdaq, dalam menciptakan motif “kaligrafiti”, yang merupakan kombinasi antara kaligrafi dan estetika graffiti pada sarung yang menjadi produk budaya santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif pada karya seni batik Abyan Farazdaq dengan menghimpun data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi visual karya seni. Temuan menunjukkan bahwa seniman menciptakan pola kaligrafiti agar motif tidak terbaca secara literal demi menjaga etika budaya pengguna sarung. Hasilnya, motif Kaligrafiti menjadi bentuk adaptasi visual yang mempertahankan identitas santri serta memperkaya ekspresi seni batik kontemporer.

Journal of Urban Society s ArtsVol. 12(1)
Openalex Percentile: Top 82%
Cultural and Artistic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Calligraffiti on Sarong: The Challenges of Contemporary Batik Creativity in Santri Culture — Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, Ach. Saidika Taufiqur'anam, et al. · Journal of Urban Society s Arts (2025) | TGRS Research Map | TGRS