BUDAYA ORGANISASI YAYASAN PENDIDIKAN: KAJIAN DIAGNOSTIK DALAM KONTEKS ORGANISASI PENDIDIKAN

This study explores the organizational culture within an educational foundation through a preliminary diagnostic approach. Data were collected through semi-structured interviews with two key stakeholders: a teacher and a curriculum staff member. Thematic analysis revealed a strong internal culture characterized by openness to innovation, structured evaluations, collaborative decision-making, and a supportive environment that values both personal and professional well-being. The foundation also emphasizes process over mere results, fostering a culture of continuous learning and teamwork. However, the findings highlight a limitation in external adaptability, particularly in addressing the challenges posed by international education standards. This suggests a need for strategic development in aligning the organization’s mission with a more globally responsive outlook. Overall, the study concludes that while the foundation’s internal organizational culture is solid and cohesive, enhancing its adaptability and outward engagement is vital for sustained effectiveness and long-term growth in a competitive educational landscape. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi budaya organisasi dalam sebuah yayasan pendidikan melalui pendekatan diagnostik awal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan dua pemangku kepentingan utama, yaitu seorang guru dan staf kurikulum. Analisis tematik menunjukkan adanya budaya internal yang kuat, ditandai dengan keterbukaan terhadap inovasi, evaluasi yang terstruktur, pengambilan keputusan secara kolaboratif, serta lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan pribadi dan profesional. Yayasan juga menekankan pentingnya proses daripada sekadar hasil akhir, mendorong terciptanya budaya pembelajaran berkelanjutan dan kerja sama tim. Namun, temuan juga mengungkapkan keterbatasan dalam hal adaptabilitas eksternal, khususnya dalam merespons tantangan dari standar pendidikan internasional. Hal ini menunjukkan perlunya pengembangan strategis dalam menyelaraskan misi organisasi dengan perspektif global yang lebih responsif. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa meskipun budaya organisasi internal yayasan tergolong solid dan kohesif, peningkatan adaptabilitas dan keterlibatan eksternal sangat penting untuk menjaga efektivitas serta pertumbuhan jangka panjang dalam lanskap pendidikan yang kompetitif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
Published
2025-06-28
DOI
https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.5744
Primary Topic
School Leadership and Teacher Performance
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

BUDAYA ORGANISASI YAYASAN PENDIDIKAN: KAJIAN DIAGNOSTIK DALAM KONTEKS ORGANISASI PENDIDIKAN

Ishmah Rafidatuddini, Umi Anugerah Izzati
MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
School Leadership and Teacher Performance
article

BUDAYA ORGANISASI YAYASAN PENDIDIKAN: KAJIAN DIAGNOSTIK DALAM KONTEKS ORGANISASI PENDIDIKAN

Ishmah Rafidatuddini, Umi Anugerah Izzati
article en

Abstract

This study explores the organizational culture within an educational foundation through a preliminary diagnostic approach. Data were collected through semi-structured interviews with two key stakeholders: a teacher and a curriculum staff member. Thematic analysis revealed a strong internal culture characterized by openness to innovation, structured evaluations, collaborative decision-making, and a supportive environment that values both personal and professional well-being. The foundation also emphasizes process over mere results, fostering a culture of continuous learning and teamwork. However, the findings highlight a limitation in external adaptability, particularly in addressing the challenges posed by international education standards. This suggests a need for strategic development in aligning the organization’s mission with a more globally responsive outlook. Overall, the study concludes that while the foundation’s internal organizational culture is solid and cohesive, enhancing its adaptability and outward engagement is vital for sustained effectiveness and long-term growth in a competitive educational landscape. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi budaya organisasi dalam sebuah yayasan pendidikan melalui pendekatan diagnostik awal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan dua pemangku kepentingan utama, yaitu seorang guru dan staf kurikulum. Analisis tematik menunjukkan adanya budaya internal yang kuat, ditandai dengan keterbukaan terhadap inovasi, evaluasi yang terstruktur, pengambilan keputusan secara kolaboratif, serta lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan pribadi dan profesional. Yayasan juga menekankan pentingnya proses daripada sekadar hasil akhir, mendorong terciptanya budaya pembelajaran berkelanjutan dan kerja sama tim. Namun, temuan juga mengungkapkan keterbatasan dalam hal adaptabilitas eksternal, khususnya dalam merespons tantangan dari standar pendidikan internasional. Hal ini menunjukkan perlunya pengembangan strategis dalam menyelaraskan misi organisasi dengan perspektif global yang lebih responsif. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa meskipun budaya organisasi internal yayasan tergolong solid dan kohesif, peningkatan adaptabilitas dan keterlibatan eksternal sangat penting untuk menjaga efektivitas serta pertumbuhan jangka panjang dalam lanskap pendidikan yang kompetitif.

MANAJERIAL Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi PendidikanVol. 5(2)
Universitas Negeri Surabaya (ID)
Openalex Percentile: Top 84%
School Leadership and Teacher Performance
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.