DINAMIKA PERSAINGAN GEOPOLITIK DI LAUT CINA SELATAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN LUAR NEGERI CHINA TERHADAP ASEAN

Abstract. The geopolitical rivalry in the South China Sea (SCS) has emerged as a pivotal concern in international relations, characterized by divergent interests between China and ASEAN nations. This area is strategically important to the world, which makes it hard for ASEAN countries to deal with China's large territorial claims. China wants to improve its position at sea by being more aggressive in its foreign policy. ASEAN countries, on the other hand, are using different strategies, from soft balancing to hard balancing. This study investigates the influence of China's foreign policy on ASEAN responses, highlighting the interplay of economics, security, and diplomacy. The study employs a qualitative methodology by synthesizing neorealism and neoliberalism perspectives, elucidating economic interdependence and the diplomatic framework essential for mitigating regional tensions. Keywords: Geopolitics, South China Sea, China’s Foreign Policy, ASEAN Abstrak. Persaingan geopolitik di Laut Cina Selatan (LCS) telah menjadi isu utama dalam hubungan internasional, yang melibatkan konflik kepentingan antara China dan negara-negara ASEAN. Kawasan ini yang memiliki kepentingan strategis global telah menciptakan dilema bagi negara-negara ASEAN yang menghadapi klaim teritorial China yang meluas. Melalui kebijakan luar negeri yang asertif, China berusaha memperkuat posisi maritimnya, sementara negara-negara ASEAN berupaya merespons melalui strategi yang bervariasi, mulai dari soft balancing hingga hard balancing. Studi ini mengkaji dampak kebijakan luar negeri China terhadap respons ASEAN dengan menyoroti dinamika ekonomi, keamanan, dan diplomasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengintegrasikan perspektif neorealisme dan neoliberalisme yang menawarkan wawasan tentang interdependensi ekonomi dan kerangka kerja diplomatik yang memainkan peran penting dalam meredakan ketegangan regional. Kata Kunci: Geopolitik, Laut Cina Selatan, Kebijakan Luar Negeri China, ASEAN

Institutions

Publication Details

Journal
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
Published
2025-06-21
DOI
https://doi.org/10.61722/jmia.v2i4.5314
Primary Topic
Coastal Management and Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

DINAMIKA PERSAINGAN GEOPOLITIK DI LAUT CINA SELATAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN LUAR NEGERI CHINA TERHADAP ASEAN

JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK
Coastal Management and Development
article

DINAMIKA PERSAINGAN GEOPOLITIK DI LAUT CINA SELATAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN LUAR NEGERI CHINA TERHADAP ASEAN

article en

Abstract

Abstract. The geopolitical rivalry in the South China Sea (SCS) has emerged as a pivotal concern in international relations, characterized by divergent interests between China and ASEAN nations. This area is strategically important to the world, which makes it hard for ASEAN countries to deal with China's large territorial claims. China wants to improve its position at sea by being more aggressive in its foreign policy. ASEAN countries, on the other hand, are using different strategies, from soft balancing to hard balancing. This study investigates the influence of China's foreign policy on ASEAN responses, highlighting the interplay of economics, security, and diplomacy. The study employs a qualitative methodology by synthesizing neorealism and neoliberalism perspectives, elucidating economic interdependence and the diplomatic framework essential for mitigating regional tensions. Keywords: Geopolitics, South China Sea, China’s Foreign Policy, ASEAN Abstrak. Persaingan geopolitik di Laut Cina Selatan (LCS) telah menjadi isu utama dalam hubungan internasional, yang melibatkan konflik kepentingan antara China dan negara-negara ASEAN. Kawasan ini yang memiliki kepentingan strategis global telah menciptakan dilema bagi negara-negara ASEAN yang menghadapi klaim teritorial China yang meluas. Melalui kebijakan luar negeri yang asertif, China berusaha memperkuat posisi maritimnya, sementara negara-negara ASEAN berupaya merespons melalui strategi yang bervariasi, mulai dari soft balancing hingga hard balancing. Studi ini mengkaji dampak kebijakan luar negeri China terhadap respons ASEAN dengan menyoroti dinamika ekonomi, keamanan, dan diplomasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengintegrasikan perspektif neorealisme dan neoliberalisme yang menawarkan wawasan tentang interdependensi ekonomi dan kerangka kerja diplomatik yang memainkan peran penting dalam meredakan ketegangan regional. Kata Kunci: Geopolitik, Laut Cina Selatan, Kebijakan Luar Negeri China, ASEAN

JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKVol. 2(4)
Universitas Airlangga (ID)
Openalex Percentile: Top 80%
Coastal Management and Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.