SOSIALISASI EKONOMI KREATIF “PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN BAKU KACANG-KACANGAN LOKAL” DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA WATU LANUR

ABSTRACT The community of Watu Lanur village, like many rural communities in Indonesia, faces various challenges, particularly a lack of knowledge and skills in utilizing local resources such as legumes to increase their economic value. This condition requires cognitive stimulation and behavioral change, as well as support from external parties to help them create added value from agricultural products To achieve this goal, students from the Manggarai Student Association (IMAPELMA) of Ende Regency, through the Student Service Camp (KKBM) program, came to provide knowledge and skills training through a socialization activity on making tempeh from non-soybean legumes. Another aim of this student-led initiative was to improve community welfare so that their financial needs could be met more effectively, while also instilling a spirit of creativity and innovation toward self-reliance. The method used in the socialization began with a dialogue with the villagers and a pre-test before the training. After that, the students conducted a training session on how to make tempeh using legumes cultivated by the villagers themselves. At the end of the activity, a post-test was given to assess the villagers’ understanding and commitment to utilizing local resources, as well as to measure the growth of their creativity and innovation in line with their increasing knowledge and skills. Although it was their first time learning to make tempeh from non-soybean legumes, the villagers successfully produced it and showed a notable improvement in understanding compared to before the training. ABSTRAK Masyarakat desa Watu Lanur, seperti halnya masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya, menghadapi berbagai persoalan, terutama kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola potensi lokal seperti kacang-kacangan agar memiliki nilai ekonomis. Kondisi ini membutuhkan stimulasi kognitif dan perubahan perilaku, serta dukungan dari pihak luar untuk membantu mereka menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian. Untuk memenuhi tujuan itu, mahasiswa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Manggarai (IMAPELMA) Kabupaten Ende dalam kegiatan Kemah Kerja Bhakti Mahasiswa (KKBM) hadir untuk memberikan bantuan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan sosialisasi pembuatan Tempe berbahan baku kacang nonkedelai. Adapun tujuan lain dari kegiatan mahasiswa dalam sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan secara finansial kebutuhannya dapat terpenuhi dengan baik. Juga menanamkan jiwa kreatif, dan inovatif menuju kemandirian. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini, diawali dialog kepada masyarakat desa dan melakukan test diawal sebelum sosialsiasi. Setelah itu, memberikan pelatihan pembuatan tempe dari kacang-kacangan yang dihasilkan sendiri oleh warga desa. Pada akhir kegiatan sosialisasi, warga desa diberikan test untuk mengetahui sejauhmana mereka paham dan komit untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di lingkungannya dan kreativitas, serta inovasinya berkembang seiring dengan maju dan berkembangnya pengetahuan dan keterampilan yang mampu mereka tampilkan. Meskipun baru pertama kali mereka belajar membuat tempe dari kacang-kacangan selain kedele, namun mereka berhasil membuatnya secara sempurna, dan pemahamannya juga ada perubahan yang lebih baik dari sebelum dilakukan sosialisasi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published
2025-06-20
DOI
https://doi.org/10.51878/community.v5i1.5570
Citations
1
Primary Topic
Agricultural Development and Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
4.83
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

SOSIALISASI EKONOMI KREATIF “PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN BAKU KACANG-KACANGAN LOKAL” DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA WATU LANUR

Iram Fatima, Vinsensius Jeradu
1 citations
COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Agricultural Development and Management
4.83
article

SOSIALISASI EKONOMI KREATIF “PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN BAKU KACANG-KACANGAN LOKAL” DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA WATU LANUR

Iram Fatima, Vinsensius Jeradu
article en
1 citations

Abstract

ABSTRACT The community of Watu Lanur village, like many rural communities in Indonesia, faces various challenges, particularly a lack of knowledge and skills in utilizing local resources such as legumes to increase their economic value. This condition requires cognitive stimulation and behavioral change, as well as support from external parties to help them create added value from agricultural products To achieve this goal, students from the Manggarai Student Association (IMAPELMA) of Ende Regency, through the Student Service Camp (KKBM) program, came to provide knowledge and skills training through a socialization activity on making tempeh from non-soybean legumes. Another aim of this student-led initiative was to improve community welfare so that their financial needs could be met more effectively, while also instilling a spirit of creativity and innovation toward self-reliance. The method used in the socialization began with a dialogue with the villagers and a pre-test before the training. After that, the students conducted a training session on how to make tempeh using legumes cultivated by the villagers themselves. At the end of the activity, a post-test was given to assess the villagers’ understanding and commitment to utilizing local resources, as well as to measure the growth of their creativity and innovation in line with their increasing knowledge and skills. Although it was their first time learning to make tempeh from non-soybean legumes, the villagers successfully produced it and showed a notable improvement in understanding compared to before the training. ABSTRAK Masyarakat desa Watu Lanur, seperti halnya masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya, menghadapi berbagai persoalan, terutama kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola potensi lokal seperti kacang-kacangan agar memiliki nilai ekonomis. Kondisi ini membutuhkan stimulasi kognitif dan perubahan perilaku, serta dukungan dari pihak luar untuk membantu mereka menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian. Untuk memenuhi tujuan itu, mahasiswa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Manggarai (IMAPELMA) Kabupaten Ende dalam kegiatan Kemah Kerja Bhakti Mahasiswa (KKBM) hadir untuk memberikan bantuan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan sosialisasi pembuatan Tempe berbahan baku kacang nonkedelai. Adapun tujuan lain dari kegiatan mahasiswa dalam sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan secara finansial kebutuhannya dapat terpenuhi dengan baik. Juga menanamkan jiwa kreatif, dan inovatif menuju kemandirian. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini, diawali dialog kepada masyarakat desa dan melakukan test diawal sebelum sosialsiasi. Setelah itu, memberikan pelatihan pembuatan tempe dari kacang-kacangan yang dihasilkan sendiri oleh warga desa. Pada akhir kegiatan sosialisasi, warga desa diberikan test untuk mengetahui sejauhmana mereka paham dan komit untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di lingkungannya dan kreativitas, serta inovasinya berkembang seiring dengan maju dan berkembangnya pengetahuan dan keterampilan yang mampu mereka tampilkan. Meskipun baru pertama kali mereka belajar membuat tempe dari kacang-kacangan selain kedele, namun mereka berhasil membuatnya secara sempurna, dan pemahamannya juga ada perubahan yang lebih baik dari sebelum dilakukan sosialisasi.

COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatVol. 5(1)
Universitas Flores (ID)
Openalex Percentile: Top 6%
Agricultural Development and Management
4.83
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.