Penerapan Model Cerita Islami untuk Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Akhlak Terpuji Siswa Kelas V MIS Tuhfatul Athfal

This study aims to enhance awareness and transform the behavior of fifth-grade students at MIS Tuhfatul Athfal Sungai Raya through the implementation of Islamic storytelling methods. The background of this research is based on the phenomenon of declining morals among early childhood due to the influence of globalization and the lack of effective approaches in moral education. The method employed is Classroom Action Research (CAR), based on the model of Kemmis and McTaggart, using three cycles (planning, implementation, observation, and reflection) with 22 student participants. Data collection techniques include participatory observation, group discussions, and documentation. The results show significant improvements in each cycle: (1) Cycle I, students began showing interest in Islamic stories but remained passive in discussions; (2) Cycle II, students became more active in discussions and better understood moral values; (3) Cycle III, students were able to identify and confidently practice proper etiquette and morals in their daily routines. Descriptive qualitative data analysis revealed that the Islamic storytelling method effectively enhanced both cognitive understanding (values of honesty, responsibility) and affective attitudes (politeness, cooperation) among students. This success was supported by the use of visual media, structured discussions, and reflective applications. The conclusion of this research is that the Islamic storytelling method can serve as an innovative solution to develop Islamic character in students in an enjoyable and meaningful way. The implication is that teachers should integrate this method into moral education with a contextual approach. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku. Akhlak terpuji siswa kelas V di MIS Tuhfatul Athfal Sungai Raya melalui penerapan metode cerita Islami. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena penurunan akhlak di kalangan anak usia dini akibat pengaruh globalisasi dan kurangnya pendekatan pembelajaran yang efektif dalam pendidikan moral. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, digunakan dengan tiga siklus (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi).dengan subjek 22 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, diskusi kelompok, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus: (1) Siklus I, siswa mulai tertarik dengan cerita Islami tetapi masih pasif dalam diskusi; (2) Siklus II, siswa lebih aktif berdiskusi dan memahami nilai akhlak; (3) Siklus III, siswa mampu mengidentifikasi dan Mempraktikkan adab dan moral yang baik dalam rutinitas harian dengan percaya diri. Analisis data kualitatif deskriptif mengungkap bahwa metode cerita Islami efektif meningkatkan pemahaman kognitif (nilai kejujuran, tanggung jawab) dan sikap afektif (sopan santun, kerjasama) siswa. Keberhasilan ini didukung oleh penggunaan media visual, diskusi terstruktur, dan refleksi aplikatif. Simpulan penelitian ini adalah metode cerita Islami dapat menjadi solusi inovatif untuk membentuk karakter islami siswa secara menyenangkan dan bermakna. Implikasinya, guru perlu mengintegrasikan metode ini dalam pembelajaran akhlak dengan pendekatan kontekstual. Kata kunci: Cerita Islami; Pendidikan Akhlak; Penelitian Tindakan Kelas; Perubahan Perilaku

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Ngaji Jurnal Pendidikan Islam
Published
2025-06-18
DOI
https://doi.org/10.24260/ngaji.v5i1.99
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penerapan Model Cerita Islami untuk Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Akhlak Terpuji Siswa Kelas V MIS Tuhfatul Athfal

Muqoddas Muqoddas
Ngaji Jurnal Pendidikan Islam
Education and Character Development
article

Penerapan Model Cerita Islami untuk Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Akhlak Terpuji Siswa Kelas V MIS Tuhfatul Athfal

Muqoddas Muqoddas
article en

Abstract

This study aims to enhance awareness and transform the behavior of fifth-grade students at MIS Tuhfatul Athfal Sungai Raya through the implementation of Islamic storytelling methods. The background of this research is based on the phenomenon of declining morals among early childhood due to the influence of globalization and the lack of effective approaches in moral education. The method employed is Classroom Action Research (CAR), based on the model of Kemmis and McTaggart, using three cycles (planning, implementation, observation, and reflection) with 22 student participants. Data collection techniques include participatory observation, group discussions, and documentation. The results show significant improvements in each cycle: (1) Cycle I, students began showing interest in Islamic stories but remained passive in discussions; (2) Cycle II, students became more active in discussions and better understood moral values; (3) Cycle III, students were able to identify and confidently practice proper etiquette and morals in their daily routines. Descriptive qualitative data analysis revealed that the Islamic storytelling method effectively enhanced both cognitive understanding (values of honesty, responsibility) and affective attitudes (politeness, cooperation) among students. This success was supported by the use of visual media, structured discussions, and reflective applications. The conclusion of this research is that the Islamic storytelling method can serve as an innovative solution to develop Islamic character in students in an enjoyable and meaningful way. The implication is that teachers should integrate this method into moral education with a contextual approach. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku. Akhlak terpuji siswa kelas V di MIS Tuhfatul Athfal Sungai Raya melalui penerapan metode cerita Islami. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena penurunan akhlak di kalangan anak usia dini akibat pengaruh globalisasi dan kurangnya pendekatan pembelajaran yang efektif dalam pendidikan moral. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, digunakan dengan tiga siklus (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi).dengan subjek 22 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, diskusi kelompok, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus: (1) Siklus I, siswa mulai tertarik dengan cerita Islami tetapi masih pasif dalam diskusi; (2) Siklus II, siswa lebih aktif berdiskusi dan memahami nilai akhlak; (3) Siklus III, siswa mampu mengidentifikasi dan Mempraktikkan adab dan moral yang baik dalam rutinitas harian dengan percaya diri. Analisis data kualitatif deskriptif mengungkap bahwa metode cerita Islami efektif meningkatkan pemahaman kognitif (nilai kejujuran, tanggung jawab) dan sikap afektif (sopan santun, kerjasama) siswa. Keberhasilan ini didukung oleh penggunaan media visual, diskusi terstruktur, dan refleksi aplikatif. Simpulan penelitian ini adalah metode cerita Islami dapat menjadi solusi inovatif untuk membentuk karakter islami siswa secara menyenangkan dan bermakna. Implikasinya, guru perlu mengintegrasikan metode ini dalam pembelajaran akhlak dengan pendekatan kontekstual. Kata kunci: Cerita Islami; Pendidikan Akhlak; Penelitian Tindakan Kelas; Perubahan Perilaku

Ngaji Jurnal Pendidikan IslamVol. 5(1)
French School at Athens (GR)
Partnerships for the goals
Openalex Percentile: Top 85%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.