Gambar Allah yang Ternoda: Menggugat Human Trafficking dengan dasar Teologi Imago Dei dalam Perspektif Perjanjian Baru

Abstract The New Testament, through verses such as Colossians 1:15 and Hebrews 1:3, emphasizes the importance of understanding and living out the concept of Imago Dei (the image of God) as a theological and ethical foundation in Christian life. Christ, as "the image of the invisible God" and "the radiance of God's glory," exemplifies how human life should be valued and honored, as well as how the dignity of every individual must be restored and liberated from all forms of oppression. As part of the church's mission, embodying the image of God leads to a tangible response to modern slavery, which is a form of human exploitation that undermines the essence of humanity. The church is called to raise awareness of this social evil and engage in efforts to free victims of modern slavery. This includes advocacy, support for institutions assisting victims, and the development of communities that uphold the values of justice, love, and human dignity. Living out the image of God is not merely a theological doctrine but a call to action in liberating humanity from modern slavery, upholding divine principles that prioritize human dignity in a world filled with injustice. Abstrak Kitab Perjanjian Baru, melalui ayat-ayat seperti Kolose 1:15 dan Ibrani 1:3, menekankan pentingnya pemahaman dan penghidupan konsep Imago Dei (gambar Allah) sebagai landasan teologis dan etis dalam kehidupan Kristen. Kristus, sebagai "gambar Allah yang tidak kelihatan" dan "cahaya kemuliaan Allah," menunjukkan teladan bagaimana seharusnya hidup manusia dihargai dan dihormati, serta bagaimana martabat setiap individu harus dipulihkan dan dibebaskan dari segala bentuk penindasan. Sebagai bagian dari misi gereja, penghidupan gambar Allah mengarah pada respons nyata terhadap perbudakan modern, yang merupakan bentuk eksploitasi manusia yang merusak esensi kemanusiaan. Gereja dipanggil untuk mengangkat kesadaran tentang kejahatan sosial ini dan terlibat dalam upaya pembebasan korban perbudakan modern. Ini melibatkan tindakan advokasi, dukungan terhadap lembaga yang membantu korban, serta pembangunan komunitas yang mendukung nilai-nilai keadilan, kasih, dan martabat manusia. Penghidupan gambar Allah bukan hanya sebuah ajaran teologis, tetapi panggilan untuk bertindak dalam membebaskan umat manusia dari perbudakan modern, dengan menegakkan prinsip-prinsip ilahi yang mengutamakan martabat manusia dalam dunia yang penuh ketidakadilan.

Authors

Publication Details

Journal
LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan Budaya
Published
2025-06-18
DOI
https://doi.org/10.53827/lz.v8i1.9
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Gambar Allah yang Ternoda: Menggugat Human Trafficking dengan dasar Teologi Imago Dei dalam Perspektif Perjanjian Baru

Meyrlin Saefatu
1 links
LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan Budaya
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Gambar Allah yang Ternoda: Menggugat Human Trafficking dengan dasar Teologi Imago Dei dalam Perspektif Perjanjian Baru

Meyrlin Saefatu
article en

Abstract

Abstract The New Testament, through verses such as Colossians 1:15 and Hebrews 1:3, emphasizes the importance of understanding and living out the concept of Imago Dei (the image of God) as a theological and ethical foundation in Christian life. Christ, as "the image of the invisible God" and "the radiance of God's glory," exemplifies how human life should be valued and honored, as well as how the dignity of every individual must be restored and liberated from all forms of oppression. As part of the church's mission, embodying the image of God leads to a tangible response to modern slavery, which is a form of human exploitation that undermines the essence of humanity. The church is called to raise awareness of this social evil and engage in efforts to free victims of modern slavery. This includes advocacy, support for institutions assisting victims, and the development of communities that uphold the values of justice, love, and human dignity. Living out the image of God is not merely a theological doctrine but a call to action in liberating humanity from modern slavery, upholding divine principles that prioritize human dignity in a world filled with injustice. Abstrak Kitab Perjanjian Baru, melalui ayat-ayat seperti Kolose 1:15 dan Ibrani 1:3, menekankan pentingnya pemahaman dan penghidupan konsep Imago Dei (gambar Allah) sebagai landasan teologis dan etis dalam kehidupan Kristen. Kristus, sebagai "gambar Allah yang tidak kelihatan" dan "cahaya kemuliaan Allah," menunjukkan teladan bagaimana seharusnya hidup manusia dihargai dan dihormati, serta bagaimana martabat setiap individu harus dipulihkan dan dibebaskan dari segala bentuk penindasan. Sebagai bagian dari misi gereja, penghidupan gambar Allah mengarah pada respons nyata terhadap perbudakan modern, yang merupakan bentuk eksploitasi manusia yang merusak esensi kemanusiaan. Gereja dipanggil untuk mengangkat kesadaran tentang kejahatan sosial ini dan terlibat dalam upaya pembebasan korban perbudakan modern. Ini melibatkan tindakan advokasi, dukungan terhadap lembaga yang membantu korban, serta pembangunan komunitas yang mendukung nilai-nilai keadilan, kasih, dan martabat manusia. Penghidupan gambar Allah bukan hanya sebuah ajaran teologis, tetapi panggilan untuk bertindak dalam membebaskan umat manusia dari perbudakan modern, dengan menegakkan prinsip-prinsip ilahi yang mengutamakan martabat manusia dalam dunia yang penuh ketidakadilan.

LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan BudayaVol. 8(1)
Gender equality, Decent work and economic growth
Openalex Percentile: Top 88%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.