Penggunaan Wayang untuk Mendukung Pembelajaran Iklusivitas Penyandang Siswa Disabilitas di Sekolah

[email protected] Abstract: Bullying against disabled students often arises due to their visible differences or distinctive ways of functioning compared to their peers. An approach is required to raise awareness, fostering acceptance among students towards their disabled counterparts. This paper aims to investigate the utilization of wayang kulit, a traditional Javanese shadow puppetry, as a means to promote acceptance for disabled students among their peers. Within wayang stories, characters with disabilities, such as Batara Guru, who rides a bull due to his crippled legs, and Semar, who has a hunched back, play significant roles. These disabled characters hold influence and wisdom, portraying them as powerful individuals. Beyond encouraging acceptance among peers, wayang narratives can inspire disabled children, nurturing their spirits. This research employs a literature review methodology with a narrative approach. While previous studies have explored wayang as a cultural phenomenon, its potential for fostering acceptance among disabled individuals in schools remains unexplored. This study anticipates providing educators with insights to enhance inclusivity in schools. Considering wayang's enduring cultural significance in Java and Bali, used in important celebrations and conveying societal values, it serves as a powerful tool for promoting acceptance and understanding within educational settings. Abstrak: Para siswa penyandang disabilitas sering menerima bullying karena mereka nampak berbeda, atau berfungsi dengan cara yang berbeda dengan rekan-rekan yang lain. Dibutuhkan pendekatan untuk memberikan “awareness” sehingga siswa dapat menerima rekannya yang disabilitas. Makalah ini bertujuan untuk meneliti penggunaan budaya wayang untuk mendorong penerimaan bagi siswa disabilitas di antara rekan-rekan mereka. Beberapa karakter dalam wayang jawa adalah penyandang disabilitas, seperti Batara Guru yang mengendarai lembu karena kakinya lumpuh dan Semar yang punggungnya bungkuk. Tokoh disabilitas dalam wayang menjalankan peran penting dalam masyarakat, dan beberapa digambarkan sebagai pribadi yang memiliki kekuasaan dan bijak. Penelitian ini menggunakan metoda penelitian literatur dengan pendekatan naratif. Penelitian-penelitian sebelumnya meneliti wayang sebagai budaya, namun belum dikaitkan untuk mendorong penerimaan kaum disabilitas di sekolah-sekolah. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan oleh para pendidik untuk mendorong inklusivitas yang lebih besar di sekolah-sekolah, mengingat wayang masih sangat berperan dalam masyarakat Jawa dan Bali, digunakan dalam perayaan penting maupun untuk menyampaikan nilai-nilai pada masyarakat. Melalui pendidikan inklusif di sekolah siswa penyandang disabilitas bukan hanya pihak yang selalu menerima pertolongan, namun mereka dapat pula menolong orang lain dalam kapasitas mereka. Sedangkan siswa non disabilitas didorong untuk dapat melihat para difabel sebagai orang yang mampu, dan perlu diberi kesempatan.

Authors

Publication Details

Journal
LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan Budaya
Published
2025-06-17
DOI
https://doi.org/10.53827/lz.v8i1.6
Primary Topic
Child Development and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penggunaan Wayang untuk Mendukung Pembelajaran Iklusivitas Penyandang Siswa Disabilitas di Sekolah

Esther Idayanti, Herman Poroe, Evinta Hotmarlina
LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan Budaya
Child Development and Education
article

Penggunaan Wayang untuk Mendukung Pembelajaran Iklusivitas Penyandang Siswa Disabilitas di Sekolah

Esther Idayanti, Herman Poroe, Evinta Hotmarlina
article en

Abstract

[email protected] Abstract: Bullying against disabled students often arises due to their visible differences or distinctive ways of functioning compared to their peers. An approach is required to raise awareness, fostering acceptance among students towards their disabled counterparts. This paper aims to investigate the utilization of wayang kulit, a traditional Javanese shadow puppetry, as a means to promote acceptance for disabled students among their peers. Within wayang stories, characters with disabilities, such as Batara Guru, who rides a bull due to his crippled legs, and Semar, who has a hunched back, play significant roles. These disabled characters hold influence and wisdom, portraying them as powerful individuals. Beyond encouraging acceptance among peers, wayang narratives can inspire disabled children, nurturing their spirits. This research employs a literature review methodology with a narrative approach. While previous studies have explored wayang as a cultural phenomenon, its potential for fostering acceptance among disabled individuals in schools remains unexplored. This study anticipates providing educators with insights to enhance inclusivity in schools. Considering wayang's enduring cultural significance in Java and Bali, used in important celebrations and conveying societal values, it serves as a powerful tool for promoting acceptance and understanding within educational settings. Abstrak: Para siswa penyandang disabilitas sering menerima bullying karena mereka nampak berbeda, atau berfungsi dengan cara yang berbeda dengan rekan-rekan yang lain. Dibutuhkan pendekatan untuk memberikan “awareness” sehingga siswa dapat menerima rekannya yang disabilitas. Makalah ini bertujuan untuk meneliti penggunaan budaya wayang untuk mendorong penerimaan bagi siswa disabilitas di antara rekan-rekan mereka. Beberapa karakter dalam wayang jawa adalah penyandang disabilitas, seperti Batara Guru yang mengendarai lembu karena kakinya lumpuh dan Semar yang punggungnya bungkuk. Tokoh disabilitas dalam wayang menjalankan peran penting dalam masyarakat, dan beberapa digambarkan sebagai pribadi yang memiliki kekuasaan dan bijak. Penelitian ini menggunakan metoda penelitian literatur dengan pendekatan naratif. Penelitian-penelitian sebelumnya meneliti wayang sebagai budaya, namun belum dikaitkan untuk mendorong penerimaan kaum disabilitas di sekolah-sekolah. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan oleh para pendidik untuk mendorong inklusivitas yang lebih besar di sekolah-sekolah, mengingat wayang masih sangat berperan dalam masyarakat Jawa dan Bali, digunakan dalam perayaan penting maupun untuk menyampaikan nilai-nilai pada masyarakat. Melalui pendidikan inklusif di sekolah siswa penyandang disabilitas bukan hanya pihak yang selalu menerima pertolongan, namun mereka dapat pula menolong orang lain dalam kapasitas mereka. Sedangkan siswa non disabilitas didorong untuk dapat melihat para difabel sebagai orang yang mampu, dan perlu diberi kesempatan.

LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan BudayaVol. 8(1)
Openalex Percentile: Top 85%
Child Development and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.