Dekonstruksi Family Time dalam Keluarga Kristen dengan Ekonomi Menengah ke Bawah di PPA LG IO-0777

Abstract: Family time is often taken for granted as a uniform, coherent concept and a universally desired goal. Economic conditions are the biggest reason for the difficulty in implementing family time within families. There is a striking mismatch between the expectations and reality of family time. Although families hope to have positive togetherness experiences, they often feel that it is not enough, namely in meeting the needs of children, and they feel obliged to do so. There is a structural contradiction between the expectations and the experience of family time, which is often expressed through disappointment and guilt. To fully understand the shift in meaning (deconstruction) of family time in experience, observations and in-depth interviews were conducted with parents in 28 dual-income Christian families, and observations were conducted with children from the survival age group up to 13 years old at PPA LG IO-0777. This research uses a descriptive research method by describing the attitudes of Christian families receiving benefits at PPA LG IO-0777 Yogyakarta, in realizing family time in terms of frequency, duration, and types of family time activities. The results show that families feel the benefits of family time, such as strengthening family bonds, helping to reduce work-related stress and fatigue, and providing the opportunity to educate children directly. Additionally, 19 families are committed to redefining the goals of family time from objectives to opportunities, flexibility and time adaptation, as well as equality and active participation by the family. Abstrak:Family time sering kali diterima begitu saja sebagai konsep yang seragam, koheren, dan tujuan yang diinginkan oleh semua orang. Kondisi ekonomi menjadi alasan terbesar sulitnya melaksanakan family time dalam keluarga. Ketidaksesuaian yang mencolok antara harapan dan kenyataan waktu bersama keluarga. Meski keluarga berharap mendapatkan pengalaman kebersamaan yang positif, mereka sering merasa bahwa hal tersebut tidak cukup, yakni memenuhi kebutuhan anak-anak, dan mereka merasa berkewajiban melakukannya. Terdapat kontradiksi struktural antara harapan dan pengalaman waktu keluarga, yang sering kali diungkapkan melalui kekecewaan dan rasa bersalah. Untuk memahami sepenuhnya pergeseran makna (dekonstruksi) family time dalam pengalaman, observasi dan wawancara mendalam dilakukan dengan orang tua di 28 keluarga Kristen yang berpenghasilan ganda, dan observasi dilakukan dengan anak-anak dari kelompok usia survival sampai 13 tahun di PPA LG IO-0777. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi dengan mendeskripsikan sikap keluarga Kristen yang menerima manfaat di PPA LG IO-0777 Yogyakarta, dalam merealisasikan family time baik secara frekuensi, durasi, dan jenis aktivitas family time. Hasil penelitian menunjukan keluarga merasakan manfaat family time yaitu mempererat hunungan keluarga, membantu mengurangi stress akibat pekerjaandan kelelahan akibat pekerjaan dan membari kesempatan mendidik anak secara langsung. Dan 19 keluarga berkomitmen dalam meredefinisi tujuan family time dari tujuan kepada kesempatan, fleksibelitas dan adaptasi waktu serta kesetaraan dan partisipasi aktif dilakukan oleh keluarga.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan Budaya
Published
2025-06-17
DOI
https://doi.org/10.53827/lz.v8i1.4
Primary Topic
Marriage and Family Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Dekonstruksi Family Time dalam Keluarga Kristen dengan Ekonomi Menengah ke Bawah di PPA LG IO-0777

Yohanna Cristiani Oktavia Malau, Winardi Tarigan, S Frendy
LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan Budaya
Marriage and Family Dynamics
article

Dekonstruksi Family Time dalam Keluarga Kristen dengan Ekonomi Menengah ke Bawah di PPA LG IO-0777

Yohanna Cristiani Oktavia Malau, Winardi Tarigan, S Frendy
article en

Abstract

Abstract: Family time is often taken for granted as a uniform, coherent concept and a universally desired goal. Economic conditions are the biggest reason for the difficulty in implementing family time within families. There is a striking mismatch between the expectations and reality of family time. Although families hope to have positive togetherness experiences, they often feel that it is not enough, namely in meeting the needs of children, and they feel obliged to do so. There is a structural contradiction between the expectations and the experience of family time, which is often expressed through disappointment and guilt. To fully understand the shift in meaning (deconstruction) of family time in experience, observations and in-depth interviews were conducted with parents in 28 dual-income Christian families, and observations were conducted with children from the survival age group up to 13 years old at PPA LG IO-0777. This research uses a descriptive research method by describing the attitudes of Christian families receiving benefits at PPA LG IO-0777 Yogyakarta, in realizing family time in terms of frequency, duration, and types of family time activities. The results show that families feel the benefits of family time, such as strengthening family bonds, helping to reduce work-related stress and fatigue, and providing the opportunity to educate children directly. Additionally, 19 families are committed to redefining the goals of family time from objectives to opportunities, flexibility and time adaptation, as well as equality and active participation by the family. Abstrak:Family time sering kali diterima begitu saja sebagai konsep yang seragam, koheren, dan tujuan yang diinginkan oleh semua orang. Kondisi ekonomi menjadi alasan terbesar sulitnya melaksanakan family time dalam keluarga. Ketidaksesuaian yang mencolok antara harapan dan kenyataan waktu bersama keluarga. Meski keluarga berharap mendapatkan pengalaman kebersamaan yang positif, mereka sering merasa bahwa hal tersebut tidak cukup, yakni memenuhi kebutuhan anak-anak, dan mereka merasa berkewajiban melakukannya. Terdapat kontradiksi struktural antara harapan dan pengalaman waktu keluarga, yang sering kali diungkapkan melalui kekecewaan dan rasa bersalah. Untuk memahami sepenuhnya pergeseran makna (dekonstruksi) family time dalam pengalaman, observasi dan wawancara mendalam dilakukan dengan orang tua di 28 keluarga Kristen yang berpenghasilan ganda, dan observasi dilakukan dengan anak-anak dari kelompok usia survival sampai 13 tahun di PPA LG IO-0777. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi dengan mendeskripsikan sikap keluarga Kristen yang menerima manfaat di PPA LG IO-0777 Yogyakarta, dalam merealisasikan family time baik secara frekuensi, durasi, dan jenis aktivitas family time. Hasil penelitian menunjukan keluarga merasakan manfaat family time yaitu mempererat hunungan keluarga, membantu mengurangi stress akibat pekerjaandan kelelahan akibat pekerjaan dan membari kesempatan mendidik anak secara langsung. Dan 19 keluarga berkomitmen dalam meredefinisi tujuan family time dari tujuan kepada kesempatan, fleksibelitas dan adaptasi waktu serta kesetaraan dan partisipasi aktif dilakukan oleh keluarga.

LOGON ZOES Jurnal Teologi Sosial dan BudayaVol. 8(1)
Universitas Kristen Immanuel (ID)
Openalex Percentile: Top 81%
Marriage and Family Dynamics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.