Creative minds, healthy minds: strategi menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui kegiatan kreatif di kampus

Background: University students face various pressures such as academic stress, social transitions, and identity development that can impact their mental health. Creative activities are considered as an alternative approach to maintaining students’ emotional balance. Purpose: To determine the role of creative activities in maintaining students’ mental well-being. Method: A qualitative research with a phenomenological approach. In-depth interviews were conducted with five students from Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya to explore their experiences in engaging with creative activities. Results: The results showed that participating in activities such as writing poetry, painting, music, and performing arts helped students express emotions, boost self-confidence, reduce academic stress, and foster a sense of community. Main barriers identified were time constraints, social stigma, lack of information, and limited institutional support. Conclusion: Creative activities significantly contribute to students’ mental well-being. Therefore, institutional support is essential to ensure equitable access and sustainable implementation of creative programs in higher education. Keywords: Academic stress; Creative activities; Mental health; Self-expression; University Students. Pendahuluan: Mahasiswa menghadapi berbagai tekanan seperti stres akademik, transisi sosial, dan pencarian identitas diri yang dapat berdampak pada kesehatan mental. Kegiatan kreatif dipandang sebagai salah satu alternatif dalam menjaga keseimbangan emosional mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui peran kegiatan kreatif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Metode: Kualitatif dengan metode fenomenologi. Wawancara mendalam dilakukan terhadap lima mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk menggali pengalaman mereka dalam kegiatan kreatif. Hasil: Keterlibatan dalam praktik kreatif seperti menulis puisi, melukis, bermusik, dan seni pertunjukan membantu dalam mengekspresikan emosi, meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi stres akademik, serta membantu rasa kebersamaa. Namun demikian, keterbatasan waktu, stigma, kurangnya informasi, dan dukungan institusional yang minim menjadi hambatan utama. Simpulan: Kegiatan kreatif bukan hanya hiburan semata, tetapi menjadi strategi penting dalam meningkatkan ketahanan psikologis dan kesejahteraan emosional mahasiswa. Kebijakan kampus yang inklusif dan mendukung sangat diperlukan untuk menjamin akses yang setara dan pelaksanaan program kreatif yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ekspresi Diri; Kegiatan Kreatif; Kesehatan Mental; Mahasiswa; Stres Akademis.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JOURNAL OF Mental Health Concerns
Published
2025-04-01
DOI
https://doi.org/10.56922/mhc.v4i1.1021
Citations
1
Primary Topic
Child Development and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
8.93
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Creative minds, healthy minds: strategi menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui kegiatan kreatif di kampus

Roudlotul Nadiya, Khojidah Khojidah
1 citations
JOURNAL OF Mental Health Concerns
Child Development and Education
8.93
article

Creative minds, healthy minds: strategi menjaga kesehatan mental mahasiswa melalui kegiatan kreatif di kampus

Roudlotul Nadiya, Khojidah Khojidah
article en
1 citations

Abstract

Background: University students face various pressures such as academic stress, social transitions, and identity development that can impact their mental health. Creative activities are considered as an alternative approach to maintaining students’ emotional balance. Purpose: To determine the role of creative activities in maintaining students’ mental well-being. Method: A qualitative research with a phenomenological approach. In-depth interviews were conducted with five students from Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya to explore their experiences in engaging with creative activities. Results: The results showed that participating in activities such as writing poetry, painting, music, and performing arts helped students express emotions, boost self-confidence, reduce academic stress, and foster a sense of community. Main barriers identified were time constraints, social stigma, lack of information, and limited institutional support. Conclusion: Creative activities significantly contribute to students’ mental well-being. Therefore, institutional support is essential to ensure equitable access and sustainable implementation of creative programs in higher education. Keywords: Academic stress; Creative activities; Mental health; Self-expression; University Students. Pendahuluan: Mahasiswa menghadapi berbagai tekanan seperti stres akademik, transisi sosial, dan pencarian identitas diri yang dapat berdampak pada kesehatan mental. Kegiatan kreatif dipandang sebagai salah satu alternatif dalam menjaga keseimbangan emosional mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui peran kegiatan kreatif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Metode: Kualitatif dengan metode fenomenologi. Wawancara mendalam dilakukan terhadap lima mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk menggali pengalaman mereka dalam kegiatan kreatif. Hasil: Keterlibatan dalam praktik kreatif seperti menulis puisi, melukis, bermusik, dan seni pertunjukan membantu dalam mengekspresikan emosi, meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi stres akademik, serta membantu rasa kebersamaa. Namun demikian, keterbatasan waktu, stigma, kurangnya informasi, dan dukungan institusional yang minim menjadi hambatan utama. Simpulan: Kegiatan kreatif bukan hanya hiburan semata, tetapi menjadi strategi penting dalam meningkatkan ketahanan psikologis dan kesejahteraan emosional mahasiswa. Kebijakan kampus yang inklusif dan mendukung sangat diperlukan untuk menjamin akses yang setara dan pelaksanaan program kreatif yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ekspresi Diri; Kegiatan Kreatif; Kesehatan Mental; Mahasiswa; Stres Akademis.

JOURNAL OF Mental Health ConcernsVol. 4(1)
UIN Sunan Ampel Surabaya (ID)
Openalex Percentile: Top 4%
Child Development and Education
8.93
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.