Studi Kasus Penerapan Terapi Musik Pada Klien Dengan Halusinasi Pendengaran

Introduction: Mental disorders are an important health problem because the number of cases continues to increase, including chronic diseases such as schizophrenia that affect the way sufferers think. Hallucinations are the most common schizophrenia experienced with the main symptoms often found in mental disorders, where a person experiences significant changes in sensory perception, often without any real external stimuli. This makes it difficult for schizophrenia sufferers to think clearly, manage emotions, and socialize with others. For this reason, action is needed to reduce the signs and symptoms experienced by hallucination patients. Objective: to determine the effect of music therapy on schizophrenia patients who experience auditory hallucinations . Method: The research design used is a descriptive method with a case study approach. A case study is a research design that includes two individuals. The study was conducted in the Kopeta Health Center work area, the research time was January 8-11, 2025. The population was all People with Mental Disorders (ODGJ), with a sample size of 2 people. The sampling technique used a purposive sample that met the inclusion criteria. The study used a literature review method that began with the identification of nursing care first. The data collection instrument used a mental health nursing care assessment format and Music Therapy SOP. Data analysis used descriptive analysis and the data was presented in narrative form. Results:. The results of the study showed that SST was effective in reducing the signs and symptoms of auditory hallucinations. Conclusions: Music therapy can reduce the signs and symptoms of auditory hallucinations in patients Keyword: Case study, auditory hallucinations, music therapy Pendahuluan: Gangguan jiwa adalah masalah kesehatan yang penting karena jumlah kasusnya yang terus meningkat, termasuk penyakit kronis seperti skizofrenia yang mempengaruhi cara berpikir penderitanya. Halusinasi merupakan skizofrenia yang paling banyak dialami dengan gejala utama yang sering ditemukan dalam gangguan jiwa, di mana seseorang mengalami perubahan persepsi sensorik yang signifikan, seringkali tanpa adanya rangsangan eksternal yang nyata. Hal ini membuat penderita skizofrenia kesulitan dalam berpikir secara jelas, mengelola emosi, dan bersosialisasi dengan orang lain. Untuk itu, dibutuhkan suatu tindakan untuk mengurangi tanda dan gejala yang dialami oleh pasien halusinasi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi musik pada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang meliputi dua individu. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kopeta, waktu penelitian 8-11 Januari 2025. Populasi semua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dengan jumlah sampel sebanyak 2 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menggunakan metode literature review yang diawali dengan identifikasi asuhan keperawatan terlebih dahulu. Instrumen pengumpulan data menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan jiwa dan SOP Terapi Musik. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dan data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan SST efektif menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Kesimpulan: Terapi musik mampu menurunkan tanda dan gejala pasien halusinasi pendengaran. Kata Kunci: Studi kasus, halusinasi pendengaran, terapi musik

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Keperawatan Duta Medika
Published
2025-04-05
DOI
https://doi.org/10.47701/dutamedika.v5i1.4797
Primary Topic
Child Development and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Studi Kasus Penerapan Terapi Musik Pada Klien Dengan Halusinasi Pendengaran

Adelheid Riswanti Herminsih, Maria Kristina Susiana Tuti Wati
Jurnal Keperawatan Duta Medika
Child Development and Education
article

Studi Kasus Penerapan Terapi Musik Pada Klien Dengan Halusinasi Pendengaran

Adelheid Riswanti Herminsih, Maria Kristina Susiana Tuti Wati
article en

Abstract

Introduction: Mental disorders are an important health problem because the number of cases continues to increase, including chronic diseases such as schizophrenia that affect the way sufferers think. Hallucinations are the most common schizophrenia experienced with the main symptoms often found in mental disorders, where a person experiences significant changes in sensory perception, often without any real external stimuli. This makes it difficult for schizophrenia sufferers to think clearly, manage emotions, and socialize with others. For this reason, action is needed to reduce the signs and symptoms experienced by hallucination patients. Objective: to determine the effect of music therapy on schizophrenia patients who experience auditory hallucinations . Method: The research design used is a descriptive method with a case study approach. A case study is a research design that includes two individuals. The study was conducted in the Kopeta Health Center work area, the research time was January 8-11, 2025. The population was all People with Mental Disorders (ODGJ), with a sample size of 2 people. The sampling technique used a purposive sample that met the inclusion criteria. The study used a literature review method that began with the identification of nursing care first. The data collection instrument used a mental health nursing care assessment format and Music Therapy SOP. Data analysis used descriptive analysis and the data was presented in narrative form. Results:. The results of the study showed that SST was effective in reducing the signs and symptoms of auditory hallucinations. Conclusions: Music therapy can reduce the signs and symptoms of auditory hallucinations in patients Keyword: Case study, auditory hallucinations, music therapy Pendahuluan: Gangguan jiwa adalah masalah kesehatan yang penting karena jumlah kasusnya yang terus meningkat, termasuk penyakit kronis seperti skizofrenia yang mempengaruhi cara berpikir penderitanya. Halusinasi merupakan skizofrenia yang paling banyak dialami dengan gejala utama yang sering ditemukan dalam gangguan jiwa, di mana seseorang mengalami perubahan persepsi sensorik yang signifikan, seringkali tanpa adanya rangsangan eksternal yang nyata. Hal ini membuat penderita skizofrenia kesulitan dalam berpikir secara jelas, mengelola emosi, dan bersosialisasi dengan orang lain. Untuk itu, dibutuhkan suatu tindakan untuk mengurangi tanda dan gejala yang dialami oleh pasien halusinasi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi musik pada pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang meliputi dua individu. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kopeta, waktu penelitian 8-11 Januari 2025. Populasi semua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dengan jumlah sampel sebanyak 2 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menggunakan metode literature review yang diawali dengan identifikasi asuhan keperawatan terlebih dahulu. Instrumen pengumpulan data menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan jiwa dan SOP Terapi Musik. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dan data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan SST efektif menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Kesimpulan: Terapi musik mampu menurunkan tanda dan gejala pasien halusinasi pendengaran. Kata Kunci: Studi kasus, halusinasi pendengaran, terapi musik

Jurnal Keperawatan Duta MedikaVol. 5(1)
Openalex Percentile: Top 85%
Child Development and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.