Integrating Digital Services in Islamic Social Finance: A Service-Dominant Framework

This study develops a conceptual framework for integrating digital services within Islamic Social Finance (ISF), emphasizing a service-oriented approach to address limited strategic guidance for ISF institutions. It investigates how digitalization can enhance service design and implementation by examining ISF's unique characteristics and applying Service-Dominant Logic (SDL). Based on a literature review and qualitative analysis, the research highlights digitalization's potential to expand ISF services, improve stakeholder engagement, and optimize value creation. The proposed framework structures service systems around al-Maqāṣid (primary objectives), tailored to stakeholder needs. It advocates a shift from product-centric to beneficiary-centered service models, fostering engagement and collaboration among stakeholders. This approach aligns with Islamic principles while facilitating sustainable and effective service ecosystems. The study concludes that adopting a beneficiary-centered, digitally-enabled perspective significantly improves ISF service quality and accessibility. This framework provides a foundation for ISF institutions to transition towards more dynamic, innovative, and collaborative service models.======================================================================================================== ABSTRAK - Integrasi Layanan Digital dalam Keuangan Sosial Syariah: Kerangka Kerja berbasis Service-Dominant Logic. Penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual dengan mengeksplorasi integrasi layanan digital dalam Keuangan Sosial Syariah (KSS) yang menekankan pada pendekatan berorientasi layanan guna mengatasi keterbatasan panduan strategis bagi institusi KSS. Makalah ini mengkaji bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan desain dan implementasi layanan dengan penelaahan karakteristik unik dari KSS dan penerapan Service-Dominant Logic (SDL). Dengan mendasari pada tinjauan literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti potensi digitalisasi untuk memperluas layanan KSS, meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan, dan mengoptimalkan penciptaan nilai. Kerangka kerja yang diusulkan menunjukkan bagaimana sistem layanan dapat disusun berdasarkan al-Maqasid (tujuan utama), yang disesuaikan dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Kerangka ini mendorong pergeseran dari model produk-sentris ke layanan yang berpusat pada penerima manfaat, membina keterlibatan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pendekatan ini selaras dengan prinsip-prinsip Islam sekaligus memfasilitasi ekosistem layanan yang berkelanjutan dan efektif. Studi menyimpulkan bahwa adopsi perspektif yang berpusat pada penerima manfaat dan didukung secara digital secara signifikan meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan KSS. Kerangka kerja ini memberikan landasan bagi institusi KSI untuk bertransisi menuju model layanan yang lebih dinamis, inovatif, dan kolaboratif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Published
2025-05-15
DOI
https://doi.org/10.22373/share.v14i1.25886
Primary Topic
Islamic Finance and Banking Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Integrating Digital Services in Islamic Social Finance: A Service-Dominant Framework

Muhammad A.S. Hikam, Ahmad Djalaluddin, Siswanto Siswanto
Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Islamic Finance and Banking Studies
article

Integrating Digital Services in Islamic Social Finance: A Service-Dominant Framework

Muhammad A.S. Hikam, Ahmad Djalaluddin, Siswanto Siswanto
article en

Abstract

This study develops a conceptual framework for integrating digital services within Islamic Social Finance (ISF), emphasizing a service-oriented approach to address limited strategic guidance for ISF institutions. It investigates how digitalization can enhance service design and implementation by examining ISF's unique characteristics and applying Service-Dominant Logic (SDL). Based on a literature review and qualitative analysis, the research highlights digitalization's potential to expand ISF services, improve stakeholder engagement, and optimize value creation. The proposed framework structures service systems around al-Maqāṣid (primary objectives), tailored to stakeholder needs. It advocates a shift from product-centric to beneficiary-centered service models, fostering engagement and collaboration among stakeholders. This approach aligns with Islamic principles while facilitating sustainable and effective service ecosystems. The study concludes that adopting a beneficiary-centered, digitally-enabled perspective significantly improves ISF service quality and accessibility. This framework provides a foundation for ISF institutions to transition towards more dynamic, innovative, and collaborative service models.======================================================================================================== ABSTRAK - Integrasi Layanan Digital dalam Keuangan Sosial Syariah: Kerangka Kerja berbasis Service-Dominant Logic. Penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual dengan mengeksplorasi integrasi layanan digital dalam Keuangan Sosial Syariah (KSS) yang menekankan pada pendekatan berorientasi layanan guna mengatasi keterbatasan panduan strategis bagi institusi KSS. Makalah ini mengkaji bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan desain dan implementasi layanan dengan penelaahan karakteristik unik dari KSS dan penerapan Service-Dominant Logic (SDL). Dengan mendasari pada tinjauan literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti potensi digitalisasi untuk memperluas layanan KSS, meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan, dan mengoptimalkan penciptaan nilai. Kerangka kerja yang diusulkan menunjukkan bagaimana sistem layanan dapat disusun berdasarkan al-Maqasid (tujuan utama), yang disesuaikan dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Kerangka ini mendorong pergeseran dari model produk-sentris ke layanan yang berpusat pada penerima manfaat, membina keterlibatan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pendekatan ini selaras dengan prinsip-prinsip Islam sekaligus memfasilitasi ekosistem layanan yang berkelanjutan dan efektif. Studi menyimpulkan bahwa adopsi perspektif yang berpusat pada penerima manfaat dan didukung secara digital secara signifikan meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan KSS. Kerangka kerja ini memberikan landasan bagi institusi KSI untuk bertransisi menuju model layanan yang lebih dinamis, inovatif, dan kolaboratif.

Share Jurnal Ekonomi dan Keuangan IslamVol. 14(1)
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (ID)
Openalex Percentile: Top 80%
Islamic Finance and Banking Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.