Analisis Dampak Perspektif Pelaku Usaha Dan Tim RPA Ponorogo Terhadap Implementasi Sertifikasi Halal Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)

Products with halal certification have become a decisive factor in consumer purchasing decisions, driven by growing public awareness regarding the halal status of food and beverages. This phenomenon aligns with the implementation of the Halal Product Assurance Law that came into effect on October 17, 2019, which is mandatory for all business entities, including large, medium, small, and micro enterprises. In this context, halal supply chains are partly evaluated based on raw materials that comply with halal rules and requirements established by the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia / MUI). This situation encourages culinary business operators in Ponorogo Regency to raise awareness about producing food with Halal certification. Satay, as a culinary product with chicken meat as its main component, requires special attention regarding the perspectives of Chicken Slaughterhouse (RPA) business operators on halal certification, given their position as providers of basic ingredients in the production chain. The implementation of these regulations has generated various responses from entrepreneurs, including RPA managers. This study aims to explore the perspectives of RPA managers on the implementation of halal certification in the Ponorogo area and the factors that influence their views. A qualitative approach was applied in this research, with data collection through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis results indicate that external elements play a dominant role in shaping perspectives that subsequently form the basis for individual actions. Keywords: SEM, Business Actors, RPA, Halal Certification, FGD Makanan ataupun minuman yang memiliki sertifikat halal menjadi salah satu faktor penentu keputusan pembelian oleh konsumen, hal ini didorong oleh meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap aspek kehalalan sebuah produk. Fenomena ini selaras dengan pemberlakuan Undang-Undang jaminan produk halal yang mulai diterapkan sejak 17 Oktober 2019 dan bersifat wajib bagi semua pelaku usaha, termasuk usaha besar, menengah, kecil, dan mikro. Dalam konteks ini, rantai pasok halal salah satunya dinilai dari bahan baku yang mematuhi aturan dan persyaratan kehalalan yang ditetapkan oleh MUI. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha kuliner Kabupaten Ponorogo untuk kesadaran memproduksi makanan dengan sertifikasi Halal. Sate sebagai kuliner dengan komponen utama daging ayam memerlukan perhatian khusus terkait pandangan pelaku bisnis Rumah Potong Ayam (RPA) tentang sertifikasi halal, mengingat posisinya sebagai penyedia bahan dasar dalam mata rantai produksi. Implementasi regulasi tersebut memunculkan tanggapan beragam dari kalangan wirausaha termasuk pengelola RPA. Studi ini ditujukan untuk mengeksplorasi pandangan pengelola RPA terhadap penerapan sertifikasi halal di kawasan Ponorogo beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan kualitatif diaplikasikan dalam penelitian ini dengan penghimpunan data melalui observasi langsung, dialog mendalam, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-elemen eksternal memiliki signifikansi dominan dalam membentuk sudut pandang yang kemudian menjadi dasar tindakan individu. Kata kunci: SEM, Pelaku Usaha, RPA, Sertifikasi Halal, FGD

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI
Published
2025-03-26
DOI
https://doi.org/10.24843/jrma.2025.v13.i01.p11
Primary Topic
Halal products and consumer behavior
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Dampak Perspektif Pelaku Usaha Dan Tim RPA Ponorogo Terhadap Implementasi Sertifikasi Halal Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)

Palmadi Putri Surya Negara, Bayu Wahyudi, Agustin Rani Nurfadila, Muhammad Nur Kholis
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI
Halal products and consumer behavior
article

Analisis Dampak Perspektif Pelaku Usaha Dan Tim RPA Ponorogo Terhadap Implementasi Sertifikasi Halal Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)

Palmadi Putri Surya Negara, Bayu Wahyudi, Agustin Rani Nurfadila, Muhammad Nur Kholis
article en

Abstract

Products with halal certification have become a decisive factor in consumer purchasing decisions, driven by growing public awareness regarding the halal status of food and beverages. This phenomenon aligns with the implementation of the Halal Product Assurance Law that came into effect on October 17, 2019, which is mandatory for all business entities, including large, medium, small, and micro enterprises. In this context, halal supply chains are partly evaluated based on raw materials that comply with halal rules and requirements established by the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia / MUI). This situation encourages culinary business operators in Ponorogo Regency to raise awareness about producing food with Halal certification. Satay, as a culinary product with chicken meat as its main component, requires special attention regarding the perspectives of Chicken Slaughterhouse (RPA) business operators on halal certification, given their position as providers of basic ingredients in the production chain. The implementation of these regulations has generated various responses from entrepreneurs, including RPA managers. This study aims to explore the perspectives of RPA managers on the implementation of halal certification in the Ponorogo area and the factors that influence their views. A qualitative approach was applied in this research, with data collection through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis results indicate that external elements play a dominant role in shaping perspectives that subsequently form the basis for individual actions. Keywords: SEM, Business Actors, RPA, Halal Certification, FGD Makanan ataupun minuman yang memiliki sertifikat halal menjadi salah satu faktor penentu keputusan pembelian oleh konsumen, hal ini didorong oleh meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap aspek kehalalan sebuah produk. Fenomena ini selaras dengan pemberlakuan Undang-Undang jaminan produk halal yang mulai diterapkan sejak 17 Oktober 2019 dan bersifat wajib bagi semua pelaku usaha, termasuk usaha besar, menengah, kecil, dan mikro. Dalam konteks ini, rantai pasok halal salah satunya dinilai dari bahan baku yang mematuhi aturan dan persyaratan kehalalan yang ditetapkan oleh MUI. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha kuliner Kabupaten Ponorogo untuk kesadaran memproduksi makanan dengan sertifikasi Halal. Sate sebagai kuliner dengan komponen utama daging ayam memerlukan perhatian khusus terkait pandangan pelaku bisnis Rumah Potong Ayam (RPA) tentang sertifikasi halal, mengingat posisinya sebagai penyedia bahan dasar dalam mata rantai produksi. Implementasi regulasi tersebut memunculkan tanggapan beragam dari kalangan wirausaha termasuk pengelola RPA. Studi ini ditujukan untuk mengeksplorasi pandangan pengelola RPA terhadap penerapan sertifikasi halal di kawasan Ponorogo beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan kualitatif diaplikasikan dalam penelitian ini dengan penghimpunan data melalui observasi langsung, dialog mendalam, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-elemen eksternal memiliki signifikansi dominan dalam membentuk sudut pandang yang kemudian menjadi dasar tindakan individu. Kata kunci: SEM, Pelaku Usaha, RPA, Sertifikasi Halal, FGD

JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRIVol. 13(1)
University of Darussalam Gontor (ID), Universitas Muhammadiyah Palembang (ID)
Openalex Percentile: Top 82%
Halal products and consumer behavior
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.