Kepemimpinan Kristen sebagai Katalisator dalam Pendidikan Inklusif: Implementasi Teologis Kepemimpinan Gerejawi dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Inclusive education, which aims to provide equal opportunities for all children, including children with special needs, requires support from various parties, one of which is through Christian leadership based on biblical values. However, research linking Christian leadership with inclusive education, especially for children with disabilities, is limited. This research aims to actualise how inclusive principles in the church context can be applied to create a supportive and welcoming educational environment for children with disabilities. In this research, a literature study approach using a descriptive qualitative method is used. It can be concluded that inclusive theology in church leadership encourages concrete actions to build a welcoming community for all, regardless of physical or social differences, and to fight stigma against people with disabilities. The church, with a commitment to serve with love, creates a space where every individual is valued, according to the teachings of Christ who involves and respects and values the marginalized, namely children with special needs. Abstrak Pendidikan inklusif, yang bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memerlukan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya melalui kepemimpinan Kristen yang berlandaskan nilai-nilai alkitabiah. Namun, penelitian yang menghubungkan kepemimpinan Kristen dengan pendidikan inklusif, khususnya untuk ABK, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktualisasi bagaimana prinsip inklusif dalam konteks gereja dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung dan ramah bagi ABK. Dalam penelitian ini, pendekatan studi pustaka dalam metode kualitatif deskritif menjadi metode penulisan. Dapat disimpulkan bahwa Teologi inklusif dalam kepemimpinan gereja mendorong tindakan nyata untuk membangun komunitas yang ramah bagi semua, tanpa memandang perbedaan fisik atau sosial, serta melawan stigma terhadap penyandang disabilitas. Gereja, dengan komitmen untuk melayani dengan kasih, menciptakan ruang di mana setiap individu dihargai, sesuai ajaran Kristus yang melibatkan dan menghormati dan menghargai yang termarginalkan yaitu anak berkebutuhan khusus.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
EPIGRAPHE Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Published
2024-11-30
DOI
https://doi.org/10.33991/epigraphe.v8i2.338
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kepemimpinan Kristen sebagai Katalisator dalam Pendidikan Inklusif: Implementasi Teologis Kepemimpinan Gerejawi dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Yonatan Alex Arifianto, Elisa Nimbo Sumual
EPIGRAPHE Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Kepemimpinan Kristen sebagai Katalisator dalam Pendidikan Inklusif: Implementasi Teologis Kepemimpinan Gerejawi dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Yonatan Alex Arifianto, Elisa Nimbo Sumual
article en

Abstract

Inclusive education, which aims to provide equal opportunities for all children, including children with special needs, requires support from various parties, one of which is through Christian leadership based on biblical values. However, research linking Christian leadership with inclusive education, especially for children with disabilities, is limited. This research aims to actualise how inclusive principles in the church context can be applied to create a supportive and welcoming educational environment for children with disabilities. In this research, a literature study approach using a descriptive qualitative method is used. It can be concluded that inclusive theology in church leadership encourages concrete actions to build a welcoming community for all, regardless of physical or social differences, and to fight stigma against people with disabilities. The church, with a commitment to serve with love, creates a space where every individual is valued, according to the teachings of Christ who involves and respects and values the marginalized, namely children with special needs. Abstrak Pendidikan inklusif, yang bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memerlukan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya melalui kepemimpinan Kristen yang berlandaskan nilai-nilai alkitabiah. Namun, penelitian yang menghubungkan kepemimpinan Kristen dengan pendidikan inklusif, khususnya untuk ABK, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktualisasi bagaimana prinsip inklusif dalam konteks gereja dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung dan ramah bagi ABK. Dalam penelitian ini, pendekatan studi pustaka dalam metode kualitatif deskritif menjadi metode penulisan. Dapat disimpulkan bahwa Teologi inklusif dalam kepemimpinan gereja mendorong tindakan nyata untuk membangun komunitas yang ramah bagi semua, tanpa memandang perbedaan fisik atau sosial, serta melawan stigma terhadap penyandang disabilitas. Gereja, dengan komitmen untuk melayani dengan kasih, menciptakan ruang di mana setiap individu dihargai, sesuai ajaran Kristus yang melibatkan dan menghormati dan menghargai yang termarginalkan yaitu anak berkebutuhan khusus.

EPIGRAPHE Jurnal Teologi dan Pelayanan KristianiVol. 8(2)
Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ID)
Openalex Percentile: Top 52%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.