Analisis Dinamika Penerapan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

The 13-year compulsory education policy is an important issue in the 2025-2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN), which emphasizes equal access to education. This study aims to analyze the dynamics of the implementation of the 13-year compulsory education policy in Indonesia, focusing on aspects of implementation, obstacles encountered, and efforts made by the government and community to support the policy. The method used in this study is a literature review. The findings indicate that the 13-year compulsory education policy is a strategic step by the government to achieve inclusive, equitable, and sustainable education from early childhood education (PAUD) through to senior high school (SMA/SMK). However, the implementation of this policy still faces significant challenges, including infrastructure issues, low public awareness, shortages of educators, and inadequate coordination between government levels. Abstrak Kebijakan wajib belajar 13 tahun ini menjadi isu penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang menekankan pada pemerataan kesempatan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis dinamika penerapan kebijakan wajib belajar 13 tahun di Indonesia, yang berfokus pada aspek implementasi, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat mendukung kebijakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kajian literatur (litererature review). Hasil penelitian yaitu kebijakan wajib belajar 13 tahun merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Namun, pelaksanaan kebijakan ini masih menghadapi tantangan besar, tantangannya meliputi infrastruktur, rendahnya pemahaman Masyarakat, keterbatasan tenaga pendidik, dan belum optimalnya koordinasi antar level pemerintahan. Kata Kunci: Kebijakan, Wajib Belajar 13 tahun

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Cognoscere Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan
Published
2025-06-07
DOI
https://doi.org/10.61292/cognoscere.272
Primary Topic
Educational Research and Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis Dinamika Penerapan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Nurhizrah Gistituati, Wahyuningsih Wahyuningsih, Anisah Anisah, Nita Yeni Asmara et al.
Cognoscere Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan
Educational Research and Methods
article

Analisis Dinamika Penerapan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Nurhizrah Gistituati, Wahyuningsih Wahyuningsih, Anisah Anisah, Nita Yeni Asmara, Septi Misliza, Zyelya Zefra Ayunda
article en

Abstract

The 13-year compulsory education policy is an important issue in the 2025-2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN), which emphasizes equal access to education. This study aims to analyze the dynamics of the implementation of the 13-year compulsory education policy in Indonesia, focusing on aspects of implementation, obstacles encountered, and efforts made by the government and community to support the policy. The method used in this study is a literature review. The findings indicate that the 13-year compulsory education policy is a strategic step by the government to achieve inclusive, equitable, and sustainable education from early childhood education (PAUD) through to senior high school (SMA/SMK). However, the implementation of this policy still faces significant challenges, including infrastructure issues, low public awareness, shortages of educators, and inadequate coordination between government levels. Abstrak Kebijakan wajib belajar 13 tahun ini menjadi isu penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang menekankan pada pemerataan kesempatan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis dinamika penerapan kebijakan wajib belajar 13 tahun di Indonesia, yang berfokus pada aspek implementasi, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat mendukung kebijakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kajian literatur (litererature review). Hasil penelitian yaitu kebijakan wajib belajar 13 tahun merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Namun, pelaksanaan kebijakan ini masih menghadapi tantangan besar, tantangannya meliputi infrastruktur, rendahnya pemahaman Masyarakat, keterbatasan tenaga pendidik, dan belum optimalnya koordinasi antar level pemerintahan. Kata Kunci: Kebijakan, Wajib Belajar 13 tahun

Cognoscere Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan
State University of Padang (ID)
Openalex Percentile: Top 87%
Educational Research and Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.