VISI ALLAH: Suatu Kunci untuk Pencapaian Tujuan Besar dalam Pelayanan Pemimpin Rohani Yang Berkenan Kepada Allah

Abstract: The growth of the church and all the servants of God in this world, whatever, must begin with a vision: Without vision: people live arbitrarily. The vision of God, always tested with tests and suffering. Paul knew clearly what God's vision was for his life. Paul was called to serve other nations, but he was dominated by other concepts of thought. That vision is really very important, and we must hold fast to the vision that God has given. We need to learn from biblical examples, about people who have visions, like Abraham, Joseph, Moses and Paul. If one organization, institution or person goes far from the vision that God has given them, then they will experience all kinds of problems like Paul's. God is not a human who must repent. He is also not a human child who can lie. If He says something of a vision, He is sovereign to follow, both to the point of being. vision will be tested through many problems and problems, through many challenges and other unpleasant things. In general, that vision will bring us into conflict with other people who try to get you out of that vision and say that your vision is not from God. Even certain actions will be directed at us, while we move into the vision that God has given us. It is part of God's examination process in connection with the vision that has been given to us. Keywords: Vision, Test, Paul, God, Moses.Abstrak: Pertumbuhan gereja dan segala pelayan Tuhan di dunia ini, apapun, haruslah dimulai dengan visi: Tanpa visi: orang-orang tinggal dengan seenaknya. Visi dari Tuhan, selalu diuji dengan ujian-ujian dan penderitaan. Paulus tahu jelas apa visi Allah untuk kehidupannya. Paulus dipanggil untuk melayani bangsa-bangsa lain, tetapi dia dikuasai oleh konsep pemikiran yang lain. Visi itu sungguh sangat penting, dan kita harus berpegang erat pada visi yang Allah sudah berikan. Kita perlu belajar dari contoh-contoh Alkitab, mengenai orang-orang yang memiliki visi, seperti Abraham, Yusuf, Musa dan Paulus. Jika satu organisasi, institusi atau pribadi melangkah jauh dari visi yang Allah berikan kepada mereka, maka mereka akan mengalami segala jenis persoalan seperti yang dialami Paulus. Tuhan bukanlah manusia yang harus bertobat. Dia juga bukan anak manusia yang dapat berdusta. Jika Dia mengatakan sesuatu visi, Dia berdaulat untuk diikuti, baik sampai pada titik komanya. visi akan diuji melalui banyak masalah dan persoalan, melalui banyak tantangan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Pada umumnya visi itu akan membawa kita ke dalam konflik dengan orang-orang lain yang berusaha agar saudara ke luar dari visi tersebut dan mengatakan bahwa visi saudara itu bukan dari Allah. Bahkan beberapa tindakan tertentu akan ditujukan kepada kita, sementara kita bergerak ke dalam visi yang Allah sudah berikan kepada kita. Itu merupakan bagian dari proses ujian Allah sehubungan dengan visi yang telah diberikan kepada kita.Kata kunci: Visi, Ujian, Paulus, Allah, Musa.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
ICHTUS Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Published
2025-03-21
DOI
https://doi.org/10.63830/5fbf5e22
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

VISI ALLAH: Suatu Kunci untuk Pencapaian Tujuan Besar dalam Pelayanan Pemimpin Rohani Yang Berkenan Kepada Allah

Yoel Benjamin
ICHTUS Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Islamic Studies and Radicalism
article

VISI ALLAH: Suatu Kunci untuk Pencapaian Tujuan Besar dalam Pelayanan Pemimpin Rohani Yang Berkenan Kepada Allah

Yoel Benjamin
article en

Abstract

Abstract: The growth of the church and all the servants of God in this world, whatever, must begin with a vision: Without vision: people live arbitrarily. The vision of God, always tested with tests and suffering. Paul knew clearly what God's vision was for his life. Paul was called to serve other nations, but he was dominated by other concepts of thought. That vision is really very important, and we must hold fast to the vision that God has given. We need to learn from biblical examples, about people who have visions, like Abraham, Joseph, Moses and Paul. If one organization, institution or person goes far from the vision that God has given them, then they will experience all kinds of problems like Paul's. God is not a human who must repent. He is also not a human child who can lie. If He says something of a vision, He is sovereign to follow, both to the point of being. vision will be tested through many problems and problems, through many challenges and other unpleasant things. In general, that vision will bring us into conflict with other people who try to get you out of that vision and say that your vision is not from God. Even certain actions will be directed at us, while we move into the vision that God has given us. It is part of God's examination process in connection with the vision that has been given to us. Keywords: Vision, Test, Paul, God, Moses.Abstrak: Pertumbuhan gereja dan segala pelayan Tuhan di dunia ini, apapun, haruslah dimulai dengan visi: Tanpa visi: orang-orang tinggal dengan seenaknya. Visi dari Tuhan, selalu diuji dengan ujian-ujian dan penderitaan. Paulus tahu jelas apa visi Allah untuk kehidupannya. Paulus dipanggil untuk melayani bangsa-bangsa lain, tetapi dia dikuasai oleh konsep pemikiran yang lain. Visi itu sungguh sangat penting, dan kita harus berpegang erat pada visi yang Allah sudah berikan. Kita perlu belajar dari contoh-contoh Alkitab, mengenai orang-orang yang memiliki visi, seperti Abraham, Yusuf, Musa dan Paulus. Jika satu organisasi, institusi atau pribadi melangkah jauh dari visi yang Allah berikan kepada mereka, maka mereka akan mengalami segala jenis persoalan seperti yang dialami Paulus. Tuhan bukanlah manusia yang harus bertobat. Dia juga bukan anak manusia yang dapat berdusta. Jika Dia mengatakan sesuatu visi, Dia berdaulat untuk diikuti, baik sampai pada titik komanya. visi akan diuji melalui banyak masalah dan persoalan, melalui banyak tantangan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Pada umumnya visi itu akan membawa kita ke dalam konflik dengan orang-orang lain yang berusaha agar saudara ke luar dari visi tersebut dan mengatakan bahwa visi saudara itu bukan dari Allah. Bahkan beberapa tindakan tertentu akan ditujukan kepada kita, sementara kita bergerak ke dalam visi yang Allah sudah berikan kepada kita. Itu merupakan bagian dari proses ujian Allah sehubungan dengan visi yang telah diberikan kepada kita.Kata kunci: Visi, Ujian, Paulus, Allah, Musa.

ICHTUS Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiVol. 1(1)
Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ID), Borneo Orangutan Survival Foundation (ID)
Openalex Percentile: Top 84%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.