Ketuhanan Yesus ditinjau Berdasarkan Frasa “Ia Inilah Anak Allah” dalam Yohanes 1: 34

AbstractToday it is important for Christians to hear and learn doctrinal teachings. The goal is that Christians are equipped with good theological understandings. Understanding is a central point that is vulnerable to good or bad influence. It is important nowadays for Christians to take their theological understanding seriously because nowadays there are so many unbiblical theological developments. One of the doctrines that has always been discussed and debated until now is about Christology, namely about the concept of the Son of God which was attached to Jesus Christ. The method used in this writing is tektual-bibliology with three methods of interpretation, namely contextual, grammatical, lexical, literal, and theological. From the results of this interpretation, it is found that the Son of God is a special title used in John's writings. The reason John uses this title is because many heretics teach to mislead believers.Keywords: God, Jesus, Son of God, John 1:34AbstrakDewasa ini penting bagi orang Kristen mendengar dan belajar pengajaran yang bersifat dokrinal. Tujuannya agar orang Kristen diperlengkapi dengan pemahaman-pemahaman teologi yang baik. Pemahamam adalah titik pusat yang rentan terhadap pengaruh baik maupun tidak. Masa kini penting bagi orang Kristen memperlengkapi pemahaman teologinya dengan serius karena saat ini banyak sekali perkembangan teologi yang tidak Alkitabiah. Salah satu doktrin yang selalu menjadi pembahasan dan perdebatan hingga sekarang adalah tentang Kristologi yaitu tentang konsep Anak Allah yang disematkan kepada Yesus kristus. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah Tektual-Bibliologi dengan tiga metode penafsiran yaitu kontekstual, gramatikal, leksikal, literal, dan teologis. Dari hasil penafsiran tersebut didapat bahwa Anak Allah merupakan gelar yang istimewa yang dipakai dalam tulisan Yohanes. Alasan Yohanes menggunakan gelar ini dikarenakan bahwa banyak bidat-bidat yang mengajar untuk menyesatkan orang-orang percaya.Kata kunci: Ketuhanan, Yesus, Anak Allah, Yohanes 1:34

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
ICHTUS Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Published
2025-03-27
DOI
https://doi.org/10.63830/5t4w1s19
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Ketuhanan Yesus ditinjau Berdasarkan Frasa “Ia Inilah Anak Allah” dalam Yohanes 1: 34

Guntur Andika Alan Roh Lani
ICHTUS Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Ketuhanan Yesus ditinjau Berdasarkan Frasa “Ia Inilah Anak Allah” dalam Yohanes 1: 34

Guntur Andika Alan Roh Lani
article en

Abstract

AbstractToday it is important for Christians to hear and learn doctrinal teachings. The goal is that Christians are equipped with good theological understandings. Understanding is a central point that is vulnerable to good or bad influence. It is important nowadays for Christians to take their theological understanding seriously because nowadays there are so many unbiblical theological developments. One of the doctrines that has always been discussed and debated until now is about Christology, namely about the concept of the Son of God which was attached to Jesus Christ. The method used in this writing is tektual-bibliology with three methods of interpretation, namely contextual, grammatical, lexical, literal, and theological. From the results of this interpretation, it is found that the Son of God is a special title used in John's writings. The reason John uses this title is because many heretics teach to mislead believers.Keywords: God, Jesus, Son of God, John 1:34AbstrakDewasa ini penting bagi orang Kristen mendengar dan belajar pengajaran yang bersifat dokrinal. Tujuannya agar orang Kristen diperlengkapi dengan pemahaman-pemahaman teologi yang baik. Pemahamam adalah titik pusat yang rentan terhadap pengaruh baik maupun tidak. Masa kini penting bagi orang Kristen memperlengkapi pemahaman teologinya dengan serius karena saat ini banyak sekali perkembangan teologi yang tidak Alkitabiah. Salah satu doktrin yang selalu menjadi pembahasan dan perdebatan hingga sekarang adalah tentang Kristologi yaitu tentang konsep Anak Allah yang disematkan kepada Yesus kristus. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah Tektual-Bibliologi dengan tiga metode penafsiran yaitu kontekstual, gramatikal, leksikal, literal, dan teologis. Dari hasil penafsiran tersebut didapat bahwa Anak Allah merupakan gelar yang istimewa yang dipakai dalam tulisan Yohanes. Alasan Yohanes menggunakan gelar ini dikarenakan bahwa banyak bidat-bidat yang mengajar untuk menyesatkan orang-orang percaya.Kata kunci: Ketuhanan, Yesus, Anak Allah, Yohanes 1:34

ICHTUS Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiVol. 5(1)
Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ID), Borneo Orangutan Survival Foundation (ID)
Openalex Percentile: Top 90%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.