ANALISIS PENYEBAB KESULITAN BELAJAR NAHWU PADA SANTRI MADRASAH DINIYAH BANUL ISHLAH AL-IBRAHIMIYAH PERAMPUAN BARAT KECAMATAN LABUAPI

Mastering the Arabic language correctly and proficiently presents its own set of challenges, particularly in understanding its learning steps. One of the main difficulties learners face in acquiring Arabic is their struggle with understanding Qawāʿid, specifically the science of Nahwu (Arabic grammar). Many students are reluctant to study this subject in depth, perceiving it as complicated. This perception often leads to boredom and a lack of motivation in learning Nahwu. There are various types of difficulties that learners encounter in understanding Nahwu, and it is not uncommon for students who are still in the process of learning Arabic to make frequent errors when applying Mahārat al-Qirā’ah (reading skills). Therefore, the role of Nahwu in mastering the Arabic language is essential. A common challenge for learners is identifying the grammatical roles within sentence structures. Thus, one cannot be said to have mastered the Arabic language unless they have a good and accurate understanding of Nahwu. Menguasai bahasa Arab dengan baik dan benar memiliki tingkat kesulitannya sendiri dalam memahami langkah-langkahnya. Karena sebagian besar kesulitan pelajar dalam menguasai bahasa Arab, merasa sulit pada pemahaman Qowa’id yakni ilmu Nahwu sehingga banyak para pelajar enggan untuk mempelajari lebih dalam terkait dengan ilmu tersebut, karena mereka menganggapnya rumit. Hal ini lah yang menjadi faktor penyebab kebosanan dalam menekuni ilmu Nahwu. Beraneka ragam model kesulitan pelajar dalam memahami Nahwu dan tidak jarang pelajar yang masih dalam tahapan proses pembelajaran bahasa Arab sering salah dalam mengaplikasikan Maharatul Qiro’ah. Oleh karena itu Peran Ilmu Nahwu dalam penguasaan bahasa arab sangatlah wajib. Hal yang seringkali pelajar kesulitan dalam memahami Nahwu adalah pada bagian mengidentifikasi kedudukan yang ada pada jumlah kalimat. Maka dari itu tidak dikatakan menguasai bahasa Arab jika dia tidak bisa memahami ilmu Nahwu dengan baik dan benar.

Authors

Publication Details

Journal
J-Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published
2025-04-27
DOI
https://doi.org/10.23960/simbol.v13i1.560
Primary Topic
Education and Character Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

ANALISIS PENYEBAB KESULITAN BELAJAR NAHWU PADA SANTRI MADRASAH DINIYAH BANUL ISHLAH AL-IBRAHIMIYAH PERAMPUAN BARAT KECAMATAN LABUAPI

Dedy Wahyudin, Fatahillah Fatahillah
J-Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Education and Character Development
article

ANALISIS PENYEBAB KESULITAN BELAJAR NAHWU PADA SANTRI MADRASAH DINIYAH BANUL ISHLAH AL-IBRAHIMIYAH PERAMPUAN BARAT KECAMATAN LABUAPI

Dedy Wahyudin, Fatahillah Fatahillah
article en

Abstract

Mastering the Arabic language correctly and proficiently presents its own set of challenges, particularly in understanding its learning steps. One of the main difficulties learners face in acquiring Arabic is their struggle with understanding Qawāʿid, specifically the science of Nahwu (Arabic grammar). Many students are reluctant to study this subject in depth, perceiving it as complicated. This perception often leads to boredom and a lack of motivation in learning Nahwu. There are various types of difficulties that learners encounter in understanding Nahwu, and it is not uncommon for students who are still in the process of learning Arabic to make frequent errors when applying Mahārat al-Qirā’ah (reading skills). Therefore, the role of Nahwu in mastering the Arabic language is essential. A common challenge for learners is identifying the grammatical roles within sentence structures. Thus, one cannot be said to have mastered the Arabic language unless they have a good and accurate understanding of Nahwu. Menguasai bahasa Arab dengan baik dan benar memiliki tingkat kesulitannya sendiri dalam memahami langkah-langkahnya. Karena sebagian besar kesulitan pelajar dalam menguasai bahasa Arab, merasa sulit pada pemahaman Qowa’id yakni ilmu Nahwu sehingga banyak para pelajar enggan untuk mempelajari lebih dalam terkait dengan ilmu tersebut, karena mereka menganggapnya rumit. Hal ini lah yang menjadi faktor penyebab kebosanan dalam menekuni ilmu Nahwu. Beraneka ragam model kesulitan pelajar dalam memahami Nahwu dan tidak jarang pelajar yang masih dalam tahapan proses pembelajaran bahasa Arab sering salah dalam mengaplikasikan Maharatul Qiro’ah. Oleh karena itu Peran Ilmu Nahwu dalam penguasaan bahasa arab sangatlah wajib. Hal yang seringkali pelajar kesulitan dalam memahami Nahwu adalah pada bagian mengidentifikasi kedudukan yang ada pada jumlah kalimat. Maka dari itu tidak dikatakan menguasai bahasa Arab jika dia tidak bisa memahami ilmu Nahwu dengan baik dan benar.

J-Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaVol. 13(1)
Openalex Percentile: Top 87%
Education and Character Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

ANALISIS PENYEBAB KESULITAN BELAJAR NAHWU PADA SANTRI MADRASAH DINIYAH BANUL ISHLAH AL-IBRAHIMIYAH PERAMPUAN BARAT KECAMATAN LABUAPI — Dedy Wahyudin, Fatahillah Fatahillah · J-Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (2025) | TGRS Research Map | TGRS