PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS DALAM KURIKULUM MERDEKA BERORIENTASI PADA PENDEKATAN SAINTIFIK

This study is descriptive qualitative research employing a case study approach, focusing on the implementation of Indonesian language teaching under the Kurikulum Merdeka at SMA Negeri 1 Widodaren. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Data validity was tested using source triangulation. The findings reveal that the lesson planning procedures implemented by the teacher did not fully align with the guidelines set by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) in 2024. Although the teacher followed the stages of (a) analyzing learning outcomes, (b) formulating learning objectives and learning trajectories, and (c) planning instruction and assessment, these steps were not carried out in accordance with the prescribed guidelines. The implementation of the learning process did not reflect the prepared teaching module, particularly in terms of instructional steps, methods, media, and assessment. The inconsistencies were evident in the lack of assessment at the beginning, during, and after the learning process; failure to meet students’ needs; unclear learning priorities; and insufficient reflection. Challenges encountered included adaptation to the Kurikulum Merdeka, selection of learning models and teaching resources, and assessment systems. Proposed solutions include fostering adaptability through acceptance of change, experimentation with new methods, continuous professional development, implementation of recommended instructional models, and alignment with the Kurikulum Merdeka assessment system. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Widodaren. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Validitas data diuji menggunakan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru tidak sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek tahun 2024. Guru melakukan perencanaan dengan tahapan (a) analisis capaian pembelajaran, (b) menyusun tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran, dan (c) merencanakan pembelajaran dan asesmen yang belum sesuai dengan arahan pedoman. Pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan modul ajar yang direncanakan, termasuk dalam langkah kegiatan, metode, media, dan penilaian. Ketidaksesuaian tampak pada karakteristik yang belum memanfaatkan asesmen pada awal, proses, dan akhir, kebutuhan peserta didik, prioritas kemajuan belajar, serta refleksi. Kendala yang dihadapi mencakup adaptasi terhadap Kurikulum Merdeka, model pembelajaran dan sumber ajar Kurikulum Merdeka, dan ssstem penilaian atau asesmen Kurikulum Merdeka. Solusi yang dapat ditawarkan berupa adaptasi penerapan dengan menerima perubahan, bereksperimen dengan metode baru serta terus belajar, menerapkan model pembelajaran yang disarankan Kurikulum Merdeka, menyesuaikan dengan sistem asesmen Kurikulum Merdeka.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
J-Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published
2025-04-27
DOI
https://doi.org/10.23960/simbol.v13i1.626
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS DALAM KURIKULUM MERDEKA BERORIENTASI PADA PENDEKATAN SAINTIFIK

Esti Novia Febianti, Zainal Ariffin
J-Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Educational Curriculum and Learning Methods
article

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS DALAM KURIKULUM MERDEKA BERORIENTASI PADA PENDEKATAN SAINTIFIK

Esti Novia Febianti, Zainal Ariffin
article en

Abstract

This study is descriptive qualitative research employing a case study approach, focusing on the implementation of Indonesian language teaching under the Kurikulum Merdeka at SMA Negeri 1 Widodaren. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Data validity was tested using source triangulation. The findings reveal that the lesson planning procedures implemented by the teacher did not fully align with the guidelines set by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) in 2024. Although the teacher followed the stages of (a) analyzing learning outcomes, (b) formulating learning objectives and learning trajectories, and (c) planning instruction and assessment, these steps were not carried out in accordance with the prescribed guidelines. The implementation of the learning process did not reflect the prepared teaching module, particularly in terms of instructional steps, methods, media, and assessment. The inconsistencies were evident in the lack of assessment at the beginning, during, and after the learning process; failure to meet students’ needs; unclear learning priorities; and insufficient reflection. Challenges encountered included adaptation to the Kurikulum Merdeka, selection of learning models and teaching resources, and assessment systems. Proposed solutions include fostering adaptability through acceptance of change, experimentation with new methods, continuous professional development, implementation of recommended instructional models, and alignment with the Kurikulum Merdeka assessment system. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Widodaren. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Validitas data diuji menggunakan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur perencanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru tidak sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek tahun 2024. Guru melakukan perencanaan dengan tahapan (a) analisis capaian pembelajaran, (b) menyusun tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran, dan (c) merencanakan pembelajaran dan asesmen yang belum sesuai dengan arahan pedoman. Pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan modul ajar yang direncanakan, termasuk dalam langkah kegiatan, metode, media, dan penilaian. Ketidaksesuaian tampak pada karakteristik yang belum memanfaatkan asesmen pada awal, proses, dan akhir, kebutuhan peserta didik, prioritas kemajuan belajar, serta refleksi. Kendala yang dihadapi mencakup adaptasi terhadap Kurikulum Merdeka, model pembelajaran dan sumber ajar Kurikulum Merdeka, dan ssstem penilaian atau asesmen Kurikulum Merdeka. Solusi yang dapat ditawarkan berupa adaptasi penerapan dengan menerima perubahan, bereksperimen dengan metode baru serta terus belajar, menerapkan model pembelajaran yang disarankan Kurikulum Merdeka, menyesuaikan dengan sistem asesmen Kurikulum Merdeka.

J-Simbol Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaVol. 13(1)
Muhammadiyah University of Surakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 87%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.