Kurikulum Merdeka: Readiness in facing curriculum changes at SMAN 1 Lembang

This study was conducted to determine the readiness of SMAN 1 Lembang to implement the Kurikulum Merdeka. It is a quantitative study that uses surveys, document analysis, and interviews for data collection. The subjects of the study include teachers and students in SMAN 1 Lembang. The results indicate that the teaching activities at SMAN 1 Lembang are generally ready for the independent curriculum. However, there are some challenges in its implementation, leading to some areas of improvement that need to be completed. This demonstrates that the performance of the constructivist learning environment in implementing the independent curriculum at SMAN 1 Lembang is relatively low. The school's readiness to implement the independent curriculum can be shown through teachers' average ability to prepare lesson plans (RPP) and manage the teaching process in the classroom. Additionally, the increasing motivation of students, evidenced by the high percentage of social interaction, compared to four other aspects, further demonstrates this readiness. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan SMAN 1 Lembang dalam menghadapi kurikulum Merdeka. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei, studi dokumentasi, dan wawancara sebagai cara pengumpulan datanya. Subjek penelitian terdiri dari guru dan peserta didik di SMAN 1 Lembang. Hasil penelitian terhadap kegiatan pembelajaran di SMAN 1 Lembang tergolong siap untuk kurikulum mandiri, walaupun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan kurikulum mandiri, sehingga masih ada pencapaian yang belum sempurna. Hal ini dapat membuktikan bahwa kinerja lingkungan belajar konstruktivis dalam implementasi kurikulum mandiri di SMAN 1 Lembang tergolong rendah. Untuk menunjukkan bahwa SMAN 1 Lembang merupakan sekolah dengan kategori siap dalam implementasi kurikulum mandiri, dapat ditunjukkan dari rata-rata kemampuan guru dalam mengolah RPP dan mengelola proses berjalannya pembelajaran di kelas. Termasuk perkembangan motivasi belajar peserta didik yang semakin meningkat yang dibuktikan dengan tingginya persentase interaksi sosial dari perbandingan empat aspek lainnya. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; konstruktivisme; Kurikulum Merdeka; motivasi belajar peserta didik

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Hipkin Journal of Educational Research
Published
2024-08-30
DOI
https://doi.org/10.64014/hipkin-jer.v1i2.23
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kurikulum Merdeka: Readiness in facing curriculum changes at SMAN 1 Lembang

Destia Septiani ., Lu’lu Alikadhiya Fatihah, Meisya Abellia, Wisnu Agus Setiadi et al.
Hipkin Journal of Educational Research
Educational Curriculum and Learning Methods
article

Kurikulum Merdeka: Readiness in facing curriculum changes at SMAN 1 Lembang

Destia Septiani ., Lu’lu Alikadhiya Fatihah, Meisya Abellia, Wisnu Agus Setiadi, Qois Faqih Khairullah El Adzim, Syarifa Candrapadmi
article en

Abstract

This study was conducted to determine the readiness of SMAN 1 Lembang to implement the Kurikulum Merdeka. It is a quantitative study that uses surveys, document analysis, and interviews for data collection. The subjects of the study include teachers and students in SMAN 1 Lembang. The results indicate that the teaching activities at SMAN 1 Lembang are generally ready for the independent curriculum. However, there are some challenges in its implementation, leading to some areas of improvement that need to be completed. This demonstrates that the performance of the constructivist learning environment in implementing the independent curriculum at SMAN 1 Lembang is relatively low. The school's readiness to implement the independent curriculum can be shown through teachers' average ability to prepare lesson plans (RPP) and manage the teaching process in the classroom. Additionally, the increasing motivation of students, evidenced by the high percentage of social interaction, compared to four other aspects, further demonstrates this readiness. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan SMAN 1 Lembang dalam menghadapi kurikulum Merdeka. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei, studi dokumentasi, dan wawancara sebagai cara pengumpulan datanya. Subjek penelitian terdiri dari guru dan peserta didik di SMAN 1 Lembang. Hasil penelitian terhadap kegiatan pembelajaran di SMAN 1 Lembang tergolong siap untuk kurikulum mandiri, walaupun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan kurikulum mandiri, sehingga masih ada pencapaian yang belum sempurna. Hal ini dapat membuktikan bahwa kinerja lingkungan belajar konstruktivis dalam implementasi kurikulum mandiri di SMAN 1 Lembang tergolong rendah. Untuk menunjukkan bahwa SMAN 1 Lembang merupakan sekolah dengan kategori siap dalam implementasi kurikulum mandiri, dapat ditunjukkan dari rata-rata kemampuan guru dalam mengolah RPP dan mengelola proses berjalannya pembelajaran di kelas. Termasuk perkembangan motivasi belajar peserta didik yang semakin meningkat yang dibuktikan dengan tingginya persentase interaksi sosial dari perbandingan empat aspek lainnya. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; konstruktivisme; Kurikulum Merdeka; motivasi belajar peserta didik

Hipkin Journal of Educational ResearchVol. 1(2)
Indonesia University of Education (ID)
Openalex Percentile: Top 57%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.