KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SDN 25 SANTI KOTA BIMA

This research aims to describe planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions in differentiated learning in the Merdeka curriculum in science and science subjects at SDN 25 Santi. This research uses qualitative research with a case study design. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The informants in the research consisted of the school principal, class IV teacher, and three class IV students. Test the validity of the data using triangulation of techniques and sources. Then the data was analyzed using the Miles and Hubermen technique with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained were that teachers made learning plans by mapping learning needs through diagnostic assessments and then creating teaching modules based on the results of the mapping. It is known that class IV students consist of visual, auditory and kinesthetic learning styles. In its application, teachers carry out learning differentiation of content, processes and products. Supporting factors come from enthusiastic students, a pleasant learning atmosphere, students feeling safe and comfortable, and adequate infrastructure. Meanwhile, the main inhibiting factor is that learning takes longer. The solution taken by the principal and teachers is to reflect together every week. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPA di SDN 25 Santi Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan tiga siswa kelas IV. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermen dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh yaitu guru membuat perencanaan pembelajaran dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar melalui asesmen diagnostik kemudian membuat modul ajar berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Diketahui bahwa siswa kelas IV terdiri dari gaya belajar visual, audiotori, dan kinestetik. Dalam penerapannya guru melakukan pembelajaran diferensiasi konten, proses, dan produk. Faktor pendukung berasal dari siswa yang antusias, suasana belajar yang menyenangkan, siswa merasa aman dan nyaman, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat utama dalam pembelajaran ini membutuhkan waktu lebih lama. Solusi yang dilakukan kepala sekolah dan guru yaitu melakukan refleksi bersama di setiap minggunya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Published
2025-05-29
DOI
https://doi.org/10.51878/science.v5i2.5095
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SDN 25 SANTI KOTA BIMA

Lusiana Lusiana, Mahargyantari Purwani Dewi, Agusssalam Agusssalam
SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
Educational Curriculum and Learning Methods
article

KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SDN 25 SANTI KOTA BIMA

Lusiana Lusiana, Mahargyantari Purwani Dewi, Agusssalam Agusssalam
article en

Abstract

This research aims to describe planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions in differentiated learning in the Merdeka curriculum in science and science subjects at SDN 25 Santi. This research uses qualitative research with a case study design. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The informants in the research consisted of the school principal, class IV teacher, and three class IV students. Test the validity of the data using triangulation of techniques and sources. Then the data was analyzed using the Miles and Hubermen technique with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained were that teachers made learning plans by mapping learning needs through diagnostic assessments and then creating teaching modules based on the results of the mapping. It is known that class IV students consist of visual, auditory and kinesthetic learning styles. In its application, teachers carry out learning differentiation of content, processes and products. Supporting factors come from enthusiastic students, a pleasant learning atmosphere, students feeling safe and comfortable, and adequate infrastructure. Meanwhile, the main inhibiting factor is that learning takes longer. The solution taken by the principal and teachers is to reflect together every week. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPA di SDN 25 Santi Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan tiga siswa kelas IV. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermen dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh yaitu guru membuat perencanaan pembelajaran dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar melalui asesmen diagnostik kemudian membuat modul ajar berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Diketahui bahwa siswa kelas IV terdiri dari gaya belajar visual, audiotori, dan kinestetik. Dalam penerapannya guru melakukan pembelajaran diferensiasi konten, proses, dan produk. Faktor pendukung berasal dari siswa yang antusias, suasana belajar yang menyenangkan, siswa merasa aman dan nyaman, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat utama dalam pembelajaran ini membutuhkan waktu lebih lama. Solusi yang dilakukan kepala sekolah dan guru yaitu melakukan refleksi bersama di setiap minggunya.

SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPAVol. 5(2)
Universitas Muhammadiyah Jakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 88%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.