Penyuluhan kesehatan terapi hipertensi dengan air rebusan daun salam di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung
Background: Elderly is a condition where individuals have a high risk of developing degenerative diseases such as Coronary Heart Disease (CHD), hypertension, diabetes mellitus, rheumatism, and cancer. However, most diseases experienced by the elderly are hypertension. Hypertension can be caused by various risk factors that vary such as family history, increasing age in different genders. Men tend to have higher blood pressure at a young age than women. High blood pressure can be treated with non-pharmacological management, one of which is with boiled bay leaves. Bay leaves contain flavonoid compounds, where flavonoids containing quarcertin have an effect as a vasodilator, antipletelet, and antipoliferative and lower blood pressure, the result of oxidation and repair of organs that have been damaged due to hypertension. Purpose: To provide knowledge and understanding to the public about hypertension therapy using boiled bay leaves. Method: Community service activities were carried out in Dusun 06 Sukajaya Lempasing, Bandar Lampung City on March 17, 2024. The number of participants was 20 elderly people. Blood pressure measurements using a tensiometer with grouping where normal conditions are if TDS ≤ 120 / 80 mmHg, normal-high = 130-139 / 85-89 mmHg, grade 1 hypertension = 140-159 / 90-99 mmHg, grade 2 hypertension = 160-179 / 100-109 mmHg and hypertension grade TDS ≥ 180 / 110 mmHg. Therapeutic action by drinking boiled bay leaf water ± 60 ml with a frequency of 2x a day before meals for 1 week. Results: Obtaining blood pressure measurement data from respondents before undergoing therapy with boiled bay leaves, the majority were in normal-high conditions, namely 13 (65.0%), while after therapy most were in normal conditions, namely 15 (75.0%). Conclusion: Bay leaf decoction therapy has an effect in lowering blood pressure in elderly with hypertension. Increasing knowledge of non-pharmacological therapy has an impact on the elderly's self-confidence in controlling their blood pressure. Suggestion: The community can apply knowledge of bay leaf decoction therapy independently as a control for elderly with hypertension and share knowledge with families, the environment and other areas where the incidence of hypertension is still high but have not received knowledge of bay leaf therapy. Keywords: Bay leaf decoction; Elderly; Hypertension Pendahuluan: Lansia adalah suatu kondisi dimana individu memiliki risiko tinggi terkena penyakit yang degeneratif seperti penyakit jantung Koroner (PJK), hipertensi, diabetes mellitus, rematik, dan kanker. Namun kebanyakan penyakit yang di alami lansia adalah penyakit hipertensi. Hipertensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang bervariasi seperti riwayat keluarga, pertambahan usia pada jenis kelamin berbeda. Laki-laki cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi pada usia muda dibanding perempuan. Tekanan darah tinggi dapat ditangani dengan penatalaksanaan non farmakologis, salah satunya yaitu dengan rebusan daun salam. Daun salam mengandung senyawa flavonoid, yang mana flavonoid mengandung quarcertin memberikan pengaruh sebagai vasolidator, antipletelet, dan antipoliferative dan menurunkan tekanan darah, hasil dari oksidasi dan perbaikan terhadap organ tubuh yang sudah rusak akibat dari hipertensi. Tujuan: Memberikan pengetahuan dan pemahaman pada masyarakat tentang terapi hipertensi dengan menggunakan air rebusan daun salam. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung pada tanggal 17 Maret 2024. Jumlah peserta sebanyak 20 lansia. Pengukuran tekanan darah menggunakan alat ukur tensimeter dengan pengelompokan dimana kondisi normal bila TDS≤120/80 mmHg, normal-tinggi=130-139/85-89 mmHg, hipertensi derajat 1=140-159/90-99 mmHg, hipertensi derajat 2=160-179/100-109 mmHg dan hipertensi derajat TDS≥180/110 mmHg. Tindakan terapi dengan minum air rebusan daun salam ±60 ml dengan frekwensi 2x sehari setiap sebelum makan selama 1 minggu. Hasil: Mendapatkan data pengukuran tekanan darah responden sebelum melakukan terapi dengan rebusan daun salam, mayoritas pada kondisi normal-tinggi yaitu sebanyak 13 (65.0%) sedangkan setelah terapi sebagian besar pada kondisi normal yaitu sebanyak 15 (75.0%). Simpulan: Terapi rebusan daun salam memiliki pengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Meningkatnya pengetahuan terapi nonfarmakologi memberikan dampak kepercayaan diri pada lansia dalam mengendalikan tekanan darahnya. Saran: Masyarakat dapat menerapkan pengetahuan terapi rebusan daun salam secara mandiri sebagai pengendalian lansia dengan hipertensi dan membagikan pengetahuan kepada keluarga, lingkungan dan wilayah lain dimana masih tinggi angka kejadian hipertensi tetapi belum mendapatkan pengetahuan terapi daun salam.
Authors
- Taufiq Hidayat (ORCID: https://orcid.org/0000-0003-0981-2809)
- Umi Romayati Keswara
- Apriyanti Apriyanti
- Nopriani Nopriani
- Liza Ayu Pratiwi
- Restiana Cahyani
- Dina Martiani
Institutions
- Universitas Malahayati (ID)
Publication Details
- Journal
- JOURNAL OF Public Health Concerns
- Published
- 2025-04-25
- DOI
- https://doi.org/10.56922/phc.v5i2.399
- Primary Topic
- Public Health and Nutrition
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00