Efek Edible Coating dengan Penambahan Ekstrak Daun Jati pada Mutu Daging Sapi Segar

Beef is one of perishable food because it has the availability of complete nutrition. Storage at low temperatur could slow down quality degradation. Edible coating is a method that has been proven capable of protecting and inhibiting damage to food products. The addition of antimicrobial compounds can be an alternative in increasing the durability and quality of food during storage. Red teak leaves, Chinese teak leaves and Dutch teak leaves are known to have active compounds that can act as antibacterial. This study aims to study the effect of adding different types of teak leaf extract as an additive to the edible coating on the quality of beef stored at refrigerator temperatures. Each ethanol extract of teak leaves will be seen its antibacterial activity based on inhibition zones produced using the well diffusion method, MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration) at concentrations of 1, 2, and 3%. Red teak leaves have the ability to produce the best inhibition zone diameter between the two other types of teak leaves at 3% extract concentration can produce inhibition zone diameter of 14.85 ± 0.05 mm against Escherichia coli bacteria and 12.93 ± 0.55 mm against Staphylococcus aureus bacteria. Edible coating with the addition of 3% red teak leaf extract is known to be able to maintain the quality of beef until the storage time of the 9th day at refrigerator temperature (chilling) based on parameters of pH, color (lightness and hue value) and total plate count (TPC). Bahasa Indonesia Abstract: Daging sapi merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan karena memiliki ketersediaan nutrisi yang lengkap. Salah satu cara untuk memperlambat penurunan mutu daging sapi yaitu dengan penyimpanan suhu rendah. Edible coating merupakan metode yang telah terbukti mampu melindungi dan menghambat kerusakan produk pangan. Penambahan senyawa anti mikroba dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pangan selama penyimpanan. Daun jati Merah, daun jati Cina dan daun jati Belanda diketahui memiliki senyawa aktif yang dapat berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek dari penambahan ekstrak daun jati dengan jenis yang berbeda sebagai bahan tambahan pada edible coating terhadap mutu daging sapi yang disimpan pada suhu refrigerator. Setiap ekstrak daun jati akan dilihat aktivitas antibakterinya berdasarkan zona hambat yang dihasilkan menggunakan metode difusi sumur, nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) pada konsentrasi 1, 2, dan 3%. Daun jati Merah memiliki kemampuan menghasilkan diameter zona hambat yang paling baik diantara kedua jenis daun jati lainnya pada konsentrasi ekstrak 3% dapat menghasilkan diameter zona hambat sebesar 14,85 ± 0,05 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 12,93 ± 0,55 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Edible coating dengan penambahan ekstrak daun jati Merah 3% diketahui mampu mempertahankan mutu daging sapi hingga waktu penyimpanan hari ke-9 pada suhu chilling (refrigerator) berdasarkan parameter mutu pH, warna (lightness dan nilai Hue) dan total plate count (TPC).

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology)
Published
2025-05-26
DOI
https://doi.org/10.19166/jstfast.v9i1.9607
Primary Topic
Agricultural and Biological Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Efek Edible Coating dengan Penambahan Ekstrak Daun Jati pada Mutu Daging Sapi Segar

Ratna Handayani, Helenna Meldi
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology)
Agricultural and Biological Research
article

Efek Edible Coating dengan Penambahan Ekstrak Daun Jati pada Mutu Daging Sapi Segar

Ratna Handayani, Helenna Meldi
article en

Abstract

Beef is one of perishable food because it has the availability of complete nutrition. Storage at low temperatur could slow down quality degradation. Edible coating is a method that has been proven capable of protecting and inhibiting damage to food products. The addition of antimicrobial compounds can be an alternative in increasing the durability and quality of food during storage. Red teak leaves, Chinese teak leaves and Dutch teak leaves are known to have active compounds that can act as antibacterial. This study aims to study the effect of adding different types of teak leaf extract as an additive to the edible coating on the quality of beef stored at refrigerator temperatures. Each ethanol extract of teak leaves will be seen its antibacterial activity based on inhibition zones produced using the well diffusion method, MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration) at concentrations of 1, 2, and 3%. Red teak leaves have the ability to produce the best inhibition zone diameter between the two other types of teak leaves at 3% extract concentration can produce inhibition zone diameter of 14.85 ± 0.05 mm against Escherichia coli bacteria and 12.93 ± 0.55 mm against Staphylococcus aureus bacteria. Edible coating with the addition of 3% red teak leaf extract is known to be able to maintain the quality of beef until the storage time of the 9th day at refrigerator temperature (chilling) based on parameters of pH, color (lightness and hue value) and total plate count (TPC). Bahasa Indonesia Abstract: Daging sapi merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan karena memiliki ketersediaan nutrisi yang lengkap. Salah satu cara untuk memperlambat penurunan mutu daging sapi yaitu dengan penyimpanan suhu rendah. Edible coating merupakan metode yang telah terbukti mampu melindungi dan menghambat kerusakan produk pangan. Penambahan senyawa anti mikroba dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pangan selama penyimpanan. Daun jati Merah, daun jati Cina dan daun jati Belanda diketahui memiliki senyawa aktif yang dapat berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek dari penambahan ekstrak daun jati dengan jenis yang berbeda sebagai bahan tambahan pada edible coating terhadap mutu daging sapi yang disimpan pada suhu refrigerator. Setiap ekstrak daun jati akan dilihat aktivitas antibakterinya berdasarkan zona hambat yang dihasilkan menggunakan metode difusi sumur, nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) pada konsentrasi 1, 2, dan 3%. Daun jati Merah memiliki kemampuan menghasilkan diameter zona hambat yang paling baik diantara kedua jenis daun jati lainnya pada konsentrasi ekstrak 3% dapat menghasilkan diameter zona hambat sebesar 14,85 ± 0,05 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 12,93 ± 0,55 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Edible coating dengan penambahan ekstrak daun jati Merah 3% diketahui mampu mempertahankan mutu daging sapi hingga waktu penyimpanan hari ke-9 pada suhu chilling (refrigerator) berdasarkan parameter mutu pH, warna (lightness dan nilai Hue) dan total plate count (TPC).

FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology)Vol. 9(1)
Pelita Harapan University (ID)
Openalex Percentile: Top 86%
Agricultural and Biological Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.