Upaya Meningkatkan Keamanan Lingkungan Pelestarian dan Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo

The city of Surabaya faces various environmental issues, including air pollution, water contamination, and waste management. Addressing these problems requires a holistic approach through the utilization of vegetative areas, such as mangrove forests, which have many essential functions for the environment and human life. In an effort to conserve the mangrove forests in Surabaya, the city has established a partnership with Kitakyushu, Japan, which has successfully overcome similar environmental crises in the past. This research aims to examine how the experiences and successes of Kitakyushu can be applied in Surabaya to develop mangrove forest ecotourism, with the goal of improving environmental quality and community well-being. The methodology used is qualitative-descriptive, with data collected through interviews and document analysis. The research findings indicate that Kitakyushu's successful experience in addressing environmental issues serves as an inspiration for Surabaya. This collaboration includes various mangrove forest conservation programs and ecotourism development, which have successfully enhanced environmental quality and public awareness. In conclusion, international cooperation through paradiplomacy, such as this sister city relationship, can be an effective model for addressing environmental issues and improving local community welfare. Kota Surabaya menghadapi berbagai permasalahan lingkungan, termasuk polusi udara, pencemaran air, dan pengelolaan sampah. Penanganan masalah ini membutuhkan pendekatan holistik melalui pemanfaatan kawasan vegetasi, seperti hutan mangrove, yang memiliki banyak fungsi penting bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Dalam upaya melestarikan hutan mangrove di Surabaya, kota ini menjalin Kerjasama sister city dengan Kitakyushu, Jepang, yang telah berhasil mengatasi krisis lingkungan serupa di masa lalu. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pengalaman dan keberhasilan Kitakyushu dapat diterapkan di Surabaya untuk mengembangkan ekowisata hutan mangrove, guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan penelusuran dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sukses Kitakyushu dalam mengatasi permasalahan lingkungan menjadi inspirasi bagi Surabaya. Kerjasama ini mencakup berbagai program pelestarian hutan mangrove dan pengembangan ekowisata, yang berhasil meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat. Kesimpulannya, kerjasama internasional melalui paradiplomasi, seperti hubungan sister city ini, dapat menjadi model efektif dalam mengatasi isu-isu lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Authors

Publication Details

Journal
Journal of Integrative International Relations
Published
2024-11-23
DOI
https://doi.org/10.15642/jiir.2024.9.2.82-94
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Upaya Meningkatkan Keamanan Lingkungan Pelestarian dan Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo

Arizki Putri Candelaria
Journal of Integrative International Relations
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

Upaya Meningkatkan Keamanan Lingkungan Pelestarian dan Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Wonorejo

Arizki Putri Candelaria
article en

Abstract

The city of Surabaya faces various environmental issues, including air pollution, water contamination, and waste management. Addressing these problems requires a holistic approach through the utilization of vegetative areas, such as mangrove forests, which have many essential functions for the environment and human life. In an effort to conserve the mangrove forests in Surabaya, the city has established a partnership with Kitakyushu, Japan, which has successfully overcome similar environmental crises in the past. This research aims to examine how the experiences and successes of Kitakyushu can be applied in Surabaya to develop mangrove forest ecotourism, with the goal of improving environmental quality and community well-being. The methodology used is qualitative-descriptive, with data collected through interviews and document analysis. The research findings indicate that Kitakyushu's successful experience in addressing environmental issues serves as an inspiration for Surabaya. This collaboration includes various mangrove forest conservation programs and ecotourism development, which have successfully enhanced environmental quality and public awareness. In conclusion, international cooperation through paradiplomacy, such as this sister city relationship, can be an effective model for addressing environmental issues and improving local community welfare. Kota Surabaya menghadapi berbagai permasalahan lingkungan, termasuk polusi udara, pencemaran air, dan pengelolaan sampah. Penanganan masalah ini membutuhkan pendekatan holistik melalui pemanfaatan kawasan vegetasi, seperti hutan mangrove, yang memiliki banyak fungsi penting bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Dalam upaya melestarikan hutan mangrove di Surabaya, kota ini menjalin Kerjasama sister city dengan Kitakyushu, Jepang, yang telah berhasil mengatasi krisis lingkungan serupa di masa lalu. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pengalaman dan keberhasilan Kitakyushu dapat diterapkan di Surabaya untuk mengembangkan ekowisata hutan mangrove, guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan penelusuran dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sukses Kitakyushu dalam mengatasi permasalahan lingkungan menjadi inspirasi bagi Surabaya. Kerjasama ini mencakup berbagai program pelestarian hutan mangrove dan pengembangan ekowisata, yang berhasil meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat. Kesimpulannya, kerjasama internasional melalui paradiplomasi, seperti hubungan sister city ini, dapat menjadi model efektif dalam mengatasi isu-isu lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Journal of Integrative International RelationsVol. 9(2)
Openalex Percentile: Top 52%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.